Doa Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Jumat Pertama bulan Januari 2008

Di Tempat Doa Hati Ibu Yang Bahagia, Cimahi, 4 Januari 2008

 

 

Kata Pengantar

Romo Aloy dan romo Kees (van Dyk OFM, red)  yang saya cintai, yang baru hadir bersama kami dan juga para frater dan semua saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus dan Ibu Maria, malam ini saya mohon pada Tuhan kiranya Tuhan berkenan hadir melalui kuasa-Nya. Apa yang dikatakan Tuhan kepada kita, dimana 2-3 orang berkumpul atas nama-Ku, Aku hadir. Pasti Tuhan hadir malam ini, dan Tuhan juga menjanjikan : “ Aku menyertai kamu sampai akhir zaman”. Jadi penyertaan Tuhan itu tidak berhenti dengan segala cara-Nya. Cara Tuhan sungguh tidak dimengerti dan janji Tuhan itu ditepati dan Tuhan mau menyampaikan tanda kasih-Nya yang begitu dalam kepada kita semua anak-anak-Nya di seluruh bumi, khususnya kita semua yang berhimpun pada malam ini.Sebagai tanda kasih-Nya, Tuhan mengutus Ibu Maria di bumi ini untuk bersama kita. Karena Ibu Maria tidak pernah meninggalkan kita sendiri. Doa Ibu di surga selalu menyertai anak-anakNya di seluruh bumi. Siapa yang percaya kepada Tuhan Yesus dan menjadikan dia Allah dalam kehidupannya, dia menerima Ibu Maria sepenuhnya. Itulah yang kita terima dalam iman kita dalam Gereja Katolik. Berbahagialah kita semuanya yang percaya.

 

Malam ini saya akan doa bersama. Kata Ibu Maria, ucapkanlah salam ini kepadaku, salam kerinduan. Mungkin romo Kees telah menerima lembaran doa tadi. Itu adalah doa dari Ibu Maria sendiri dan doa pasrah yang tadi sudah diucapkan oleh romo Aloy, itu juga diajarkan oleh Ibu Maria. Kata Ibu Maria, satukan doa ini dengan doamu yang sudah ada. Bukan berarti doa yang sudah ada itu dihilangkan, hanya doa ini…, tidak! Ibu Maria tidak pernah mengajarkan sesuatu yang anaknya tidak mengerti.

 

Inilah kehadiran Ibu Maria di Indonesia. Mengapa demikian? Karena di Indonesia ini banyak putra-putrinya. Mungkin di negara Barat sana, sudah berkurang ya… Gereja juga sudah sepi. Mungkin yang ke Gereja juga yang sudah tua-tua/jompo. Yang remajanya entah sudah kemana. Itu keprihatinan Ibu Maria. Banyak orang sudah mundur dari imannya, dalam keyakinannya tentang karya keselamatan yang sudah hadir dan ada bersama manusia di bumi ini. Sekitar 2000 tahun yang lalu, itu telah diberikan kepada manusia sampai dengan sekarang. Itu keprihatinan Ibu Maria.

Dan banyak anak-anakNya yang lari karena terjepit, karena kuatir karena hidup, dia lari mencari kekuatan atau keyakinan dari dunia ini. Itu keprihatinan Ibu Maria.

Maka Ibu Maria banyak datang ke seluruh bumi ini untuk mengingatkan kembali, memunculkan kembali peristiwa yang lalu, dimana Tuhan hadir ke bumi ini menebus kita semuanya dengan segala cara-Nya yang diberikan kepada kita, yang kita imani. Maka Ibu Maria diabadikan dalam karya keselamatan ini dan dihadirkan bersama anak-anakNya di bumi ini supaya anaknya tidak terlena atau meninggalkan imannya begitu saja, melihat instan-instan (hal-hal serba instan, red)yang terjadi di bumi ini. Tapi kita percaya, kita tidak kalah dengan dunia karena Tuhan kita adalah Allah yang hidup dan dekat dan nyata. Kebenaran itu adalah Allah sendiri yang kita terima dalam diri kita masing-masing.

 

Maka di tahun 2008 ini, mari kita bangkit dan merenungkan, apa yang harus saya perbuat sebagai rasa syukur saya kepada Allah karena kita sudah meninggalkan tahun 2007. Ada yang belum kita lakukan, mari kita renungkan. Kalau belum mari kita lakukan. Karena Ibu Maria mengatakan, masa sulit akan tiba ke bumi ini. Itu nubuat Ibu Maria. Jadi anak-anaknya di persiapkan dengan baik. Anda melihat kejadian…, jangan kita melihat dunia yang lain selain Indonesia. Saya sendiri mengalami, : terpuruk-puruk, kepedihan, kesedihan, menangis, kelaparan dan sakit. Terjadi pertumpahan darah antara satu dengan yang lain. Tidak ada keadilan. Itu sudah terjadi saat ini. Itu akan beruntun, tidak berhenti. Dan Ibu Maria mengatakan, semua itu akan terjadi sampai pemurnian itu datang ke bumi ini, diawali dengan segala peristiwa. Apakah peristiwa-peristiwa yang ada, yang kita alami itu membuat kita merenung? Atau masa bodoh? Kan itu peristiwa alam? Tidak saudara-saudaraku! Allah bekerja dengan segala peristiwa itu supaya manusia-manusia itu bertobat dan kembali kepada DIA. Ini tujuannya! Karena bertobat atau tidak bertobat pemurnian itu tetap turun. Maka Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Pasti Tuhan membocorkan ini melalui Ibu Maria. Yang terdekat dengan Allah adalah Ibu Maria di surga. Jadi dengan semua peristiwa yang kita hadapi ini, mari kita membenahi diri kita masing-masing, memperbaiki diri kita masing-masing. Apakah saya layak menjadi anak Tuhan atau aku hanya sebagai mengaku-mengaku saja tetapi kita tidak mengakui kedalaman dan mengikuti Tuhan menurut kehendak-Nya. Banyak anak-anak Tuhan berjalan menurut kehendaknya, keinginannya yang cukup besar. Ini sudah terjadi. Kita lihat saja banyak terjadi di negara kita yang sangat unik. Anak-anak Tuhan berlari semua, kabur karena mengejar dunia. Memang hebat iblis bekerja mengiming-imingi dunianya itu. Kalau kita tidak kuat dalam Yesus, kita akan ngoncang menghadapi kenyataan ini. Apalagi sekarang banyak PHK, tidak ada pekerjaan, lowongan pekerjaan banyak tertutup. Masa sulit! Apakah ini tidak menjadi perenungan buat kita masing-masing? Yang gampang hidup, yang mau memiliki segala-galanya, apa itu tidak menjadi perenungan juga? Ini semua ku-apakan, aku bawa kemana? Tapi Tuhan menghendaki anak-anak-Nya bersama-sama saling mengasihi dan menolong dan melayani. Memang berat untuk melayani. Itu harus perjuangan, pengurbanan, baru kita bisa melayani. Kalau engga, tidak bisa. Berat! Berat sekali! Tapi Tuhan sendiri sudah mengajarkan itu kepada kita untuk saling melayani.

 

Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria, mari 2008 ini kita bergegas. Kita tidak tahu dalam 2008 ini apa yang terjadi lagi…. Nanti kita tidak sempat untuk melayani, terbentur dengan bencana-bencana itu sendiri.

 

Saya mendapat surat dari Bekasi. Saya kasih PR untuk Bekasi ya…. Tolong kalian gotong royong untuk menolong dan menyelesaikan sebuah masalah.(seorang anak remaja menulis surat minta tolong, red)Semua keterangan sudah lengkap, pernyataan dari RT/RW dan Gereja sendiri membantu per bulan Rp 30.000, tapi tidak cukup. Padahal Bapak ini PHK dan dalam keadaan sakit, tidak berdaya dan mereka mondok dengan mengontrak rumah 1 bulan Rp 350.000 di Jakarta. Ini anaknya yang mengirim surat. Dan mereka tidak bisa bayar uang sekolah dan tidak bisa apa-apa. Ini saya kasih PR, nanti suratnya saya berikan kepada Bekasi. Tolong selesaikan PR itu. Bisa digabung! Bekasi atau mana saja kelompok-kelompok di Jakarta, bergerak. Sekarang mulai kalian bergerak, dalam Paroki masing-masing. Lihat dimana mereka yang sangat membutuhkan. Jangan bawa kelompok tapi bawalah dirimu bersama Yesus untuk melayani. Itu saja.

 

Karena kemarin, Anda masih ingat pesan Ibu Maria?, apa yang dikatakan romo Widi, pertobatan melalui harta bendamu. Baru sekarang Ibu mengutarakan itu. Kalau orang sudah terbuka untuk mengorbankan harta bendanya untuk sesamanya, itu pemurnian yang cukup baik, yang sempurna yang dia lakukan dan dia mau “Ya Tuhan aku mau dimurnikan.” Tapi banyak manusia tidak mau kan hartanya dikutik-kutik. “Ini hak-ku, hak-ku, apa urusanmu” ? Kalau dulu saya-saya, kamu-kamu. Aku bekerja. Aku sendiri menjadi orang suci. Itu orang dunia, dulu. Itu saya lakukan. Tapi sekarang mereka sudah berbondong-bondong untuk berbuat baik tapi sayang berbuat baik dengan cara manusia, sebentar lagi berbuat jahat. Tidak ada gunanya. Tapi  anak Tuhan berbuat baik, tulus, tanpa pamrih, senang melakukan karena cinta Tuhan.

 

Jadi Ibu Maria sudah cukup dalam, dan rasul Yohanes mengatakan, tahun ini kalian cepat bekerja ya, nanti kalian tidak sempat. Kenapa tidak sempat? Kalian jangan mengartikan bahwa pesan rasul Yohanes itu adalah KTH atau pemurnian, tidak! Karena bencana-bencana itu cukup besar, kamu tidak akan bisa melangkah untuk melayani, terus kamu tinggal diam? Banyak yang mengartikan perkataan rasul Yohanes itu menyangkut 2 tahun lagi pemurnian. Ya ampun…! Maaf ya saudara-saudaraku, jangan sampai berlebihan untuk menganalisa nanti toh jatuhnya ke saya. Itu si Agnes mengajarkan kesesatan, hebat dia! Lebih dari Tuhan dia! Dia tahu kapan pemurnian datang.

Tolong ya,  saya saja tidak tahu. Yang penting saya siap menghadapi itu, kapan saja. Itu, banyak selentingan yang dengar. Siapakah yang membuat suasana itu seperti itu? Tolong saya jangan dibebani lagi, saya banyak pekerjaan! Jangan dibebani dengan pemikiran, hasil renungan saudara-saudara!

Rasul Yohanes tidak pernah mengatakan pada saya, bahwa 2 tahun lagi pemurnian.Cuma persiapkan 2 tahun ini karena lihat tahun ini bencana begitu besar. Tahun ini kita tidak tahu bencana apa lagi…. Dikasih kesempatan untuk melayani. Jangan kita memikirkan pemurnian. Mungkin kita tidak sampai pemurnian, besok kita dipanggil Tuhan ya. Jangan pikirkan terlalu jauh tapi pikirkan saya harus merubah hidup saya menjadi baik, menjadi anak Tuhan yang baik. Saya membawa damai kemana pun saya berada supaya saudara-saudara saya senang bersama saya, supaya dia juga bahagia bersama saya. Demikian!

 

Saya rasa cukup lama sejak tahun 1995, tapi belum juga saudara-saudara bergerak untuk itu. Mungkin di sekitarmu, dimana pun anda berada. Ini yang saya sampaikan, 2008 ini kita bergegas melayani. 

 

Maka Ibu Maria menyuruh kita berkelompok-kelompok supaya satu persoalan itu bisa di selesaikan bersama. Berkelompok-kelompoklah kamu. Dimana ada kelompok saudaramu tidak menderita, tidak menangis, karena kelompok ini menyelesaikan dan memberikan kebahagiaan kepada saudara-saudaranya. Kata Ibu Maria, kau berikan kebahagiaan untuk anak-anakku. Begitu cintanya Ibu Maria kepada anak-anaknya. Dan Ibu minta kepada kita-kita ini supaya bisa melayani anak-anaknya dengan baik. Itu tujuan Ibu Maria datang ke bumi ini mempersiapkan anak-anaknya dengan baik. Syukur anda mendengar, merenungkan apa yang harus kita lakukan bersama Ibu Maria untuk melayani anak-anaknya.

 

Ini yang saya sampaikan pada malam ini. Kemarin juga saya sudah menyampaikan karena ini harus diulang-ulang,seperti anak kecil itu, harus di dorong-dorong. Sekarang untuk berbuat baik jangan didorong-dorong ya! Keinginan hatiku untuk berbuat baik, dipaksa, kamu harus begini! Ampun untuk berbuat baik itu harus dorong-dorong begitu?, tidak! Tidak ada hasilnya itu. Berbuat baik itu muncul dari hati kita yang paling dalam. Itu yang diminta oleh Tuhan. Tuhan itu tidak minta apa-apa dari kita. Kita hidup baik, damai, bahagia antara satu dengan yang lain supaya DIA dimuliakan dalam kehidupan anak-anak-Nya di bumi ini. Tuhan punya semuanya, surga dan bumi adalah milik-NYA, apa yang diminta? Kita diajarkan supaya hidup baik, supaya kita pulang kita bahagia. Itu saja, supaya sampai pada tujuan. Hidup kita ini di sana lho, bukan di bumi ini. Bumi ini punya pengalaman yang cukup luas diberikan oleh Allah kepada kita. Tapi tujuan kita adalah ke sana, kembali kepada DIA. Kita tidak main-main mengartikan arti hidup yang diberikan Allah kepada kita. Ini yang saya sampaikan.

 

Malam ini saya akan bersama, untuk berdoa bersama, bersama Ibu Maria yang telah diajarkan kepada kita dalam kepasrahan. Pasrah itu lebih indah, pasrah itu lebih indah sekali. Kita tidak ada lagi kekuatiran apapun, tidak ada lagi ya. Terus yang penting harga diri. Hilangkan harga diri Anda supaya anda bisa melayani dengan baik. Kalau anda sudah mengatakan, ih siapa kamu. Gue ini sarjana! Lu siapa? Ngomongnya terbatas sama gue. Tidak deh! Dimata Tuhan tidak ada sarjana, siapa yang pintar, tidak! Dimata Tuhan apakah dia menjadi anak yang baik. Itu yang diminta Tuhan. Tidak ada seperti  pendapat anda itu!

 

Jadi malam ini kita akan bersatu dalam doa. Kita membuka hati dan berdoa dalam hati masing-masing supaya kita tidak masuk dalam pencobaan. Iblis itu bekerja dimana saja, di Gereja-pun, orang berdoa, setan datang melalui kelemahan dan kekurangan kita masing-masing. Dia datang menganggu kita supaya kita tidak bisa berdoa dengan baik, tidak bisa datang kepada Tuhan dengan sempurna. Itulah tujuan dia. Kita dijauhkan dari Allah. Jadi, dimana pun kita berada kita persiapkan diri kita dengan baik, dan membuka hati terus menerus, sebut nama Yesus. Itu suatu doa. Tidak usah panjang-panjang berdoa tapi sikap dan tingkah laku kita tidak berubah. Di mata Tuhan tidak berarti. Sebutlah nama-Ku kata Tuhan. Aku akan menguatkanmu. Nama-Ku adalah indah Ku-berikan kepadamu, kata Tuhan Yesus. Mari kita pujian bersama-sama.

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan sesudah sapaan pribadi)

 

Tuhan Yesus terimakasih atas kebaikan-Mu semua dan sertailah kamu dalam perjalanan kami Tuhan dan bekalilah kami iman yang cukup dalam untuk mengalahkan dunia ini. Tuhan kami mau datang selalu kepada-Mu. Tuhan kami mau bersandar kepada-Mu. Kami sebut NamaMu Tuhan, Engkaulah kekuatan bagi perjalanan hidup kami sampai kami kau panggil pulang dengan damai. Terima kasih Tuhan Yesus atas kunjungan-Mu, kuasa-Mu dan kami percaya, Engkau juga mengunjungi anak-anak-Mu di seluruh bumi ini, di mana pun mereka berada. Terima kasih Tuhan!

 

“Anak-anak-Ku, renungkanlah kehadiran-Ku melalui kuasa-Ku ini. Inilah yang terakhir bagi kamu semuanya. Inilah rencana-Ku, dimana Aku akan menurunkan kuasa-Ku ke bumi ini. Aku mengirim Ibumu ke bumi ini untuk mempersiapkan kamu semua. Tidak akan tahan apabila kuasa-Ku hadir ke bumi ini. Berbahagialah engkau, Aku memberikan ini semua pengertian supaya kamu tidak takut.

 

Sekarang juga engkau melihat, begitu banyak yang kamu alami di bumi ini. Itulah awal dari rencana-Ku. Maka Aku minta untuk kamu semuanya, jagalah dirimu baik-baik, dekatkan dirimu kepada-Ku dan mulailah kamu saling melayani karena Aku sampai saat ini juga melayani kamu semuanya dengan sabar. Apabila engkau melayani, berarti engkau sudah melayani Aku dalam kehidupanmu. Lakukan! Jangan takut, Aku ada dan hidup dan dekat, Aku Mahakuasa. Aku ada di surga dan melihat semua manusia yang percaya maupun yang tidak percaya. Berbahagialah engkau, janji-Ku hadir diantara kamu.

 

Sampai bertemu kembali didalam doamu dan Aku menunggumu dengan setia. Datanglah anak-Ku! Jangan kau jauh daripada-Ku. Engkau tidak akan sanggup untuk mengalahkan dunia ini. Tapi apabila engkau bersatu dengan Aku, engkau akan mengalahkan dunia yang fana ini dengan seisinya. Isinya adalah iblis berkeliaran, yang menarik kamu supaya kau lupa tentang Aku. Maka inilah perkataan-Ku yang benar supaya kamu selamat semua, dimana hari-Ku yang datang dan turun untuk memurnikan dunia ini. Datanglah anakku, datanglah, Aku menunggumu dengan setia”.

 

Terima kasih Tuhan Yesus untuk semuanya. Kau tunjukkan Engkau sungguh-sungguh Allah yang mencintai kami anak-anak-Mu di bumi ini. Ampuni kami Tuhan apabila kami telah berbuat yang tidak baik dalam hidup kami. Ampuni kami Tuhan supaya kami boleh mengalami damai sejahtera dalam nama-Mu supaya kami hidup dengan tenang karena Engkau ada, selalu ada bersama kami. Terima kasih Tuhan Yesus. Terpujilah nama-Mu.

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Selamat malam untuk kamu berdua hai imamku yang Aku kasihi, dan juga kamu anak-anakku, dan juga kamu hai anak-anakku yang sedang berjuang dalam panggilanmu. Percaya, supaya kamu sampai kepada tujuanmu menjadi imam yang baik. Doaku menyertai kamu semuanya. Selamat malam untuk kamu semua anak-anakku.

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih, terima kasih. Saya bahagia malam ini. Inilah isi hatiku dari surga, melalui Agnes Aku menyapamu pada malam ini. Jangan lagi kamu dalam keraguan tapi percayalah semua ini datang dari Allah.

 

Dan kamu berdua hai imamku, engkau sedang berjuang untuk mengerti, bersama Agnes bersama Aku Ibumu, bersama anak-anakku yang kupanggil untuk bekerja, untuk melayani, untuk anak-anakku di negaramu.Ini Aku datang. Inilah kuasa Allah. Apa kau mengerti Agnes telah menerima tugas berat ini. Dia menerima dengan baik walaupun hidupnya dicerca, dihina oleh mereka-mereka yang tidak mengerti. Tapi anak ini tetap setia. Dia mau menyatakan bahwa kebenaran ini adalah kebenaran yang datang dari Allah. Anak ini terberkati. Dia dikuatkan saat-saat terakhir ini.

 

Engkau telah membaca, telah tahu bahwa Aku banyak datang di seluruh bumi tapi inilah yang terakhir supaya kau mendengarkan tentang Aku melalui Agnes. Tidak ada lagi yang disembunyikan. Di sini terbuka untuk mengerti, menerima atau pun tidak menerima.

 

Anak-anakku, Aku minta kepada kamu yang bersama Agnes, temanilah dia dalam melayani karena dia dipanggil untuk menjadi saksi tentang nubuat itu sendiri. Kamu harus percaya, pemurnian itu ada, dan segera datang ke bumi ini. Maka Allah menghadirkan Aku diantara kamu untuk mempersiapkan kamu dengan baik. Ini Aku Ibu Maria, bukan Agnes. Sekarang ini Agnes menunggu, berdoa. Rohnya berdoa supaya semua dikuatkan didalam perjalanan ini.

 

Anak-anakku, Aku banyak bicara. Di sini Aku banyak bicara. Semua Kubukakan bagi kamu. Dimana Aku hadir, perkataanku disimpan oleh para imam-imam, tidak disampaikan kepada anak-anakku tapi Aku tetap menyampaikan itu. Inilah caranya supaya kamu mendengarkan apa yang Kukatakan ini kepadamu. Tidak lagi penyampaian pada seseorang, tetapi Aku sendiri bersama Agnes,(menyampaikan pada kamu semua, red)dan kamu mendengarkan Aku. Terima kasih kepada kamu yang mendukung perjalanan Agnes. Doaku menyertaimu. Jangan kuatir, semua akan menjadi baik dalam kehidupanmu. Apa pun yang kau berikan, itulah yang terindah dalam hidupmu yang kau berikan kepada anak-anakku. Terima kasih untukmu.

 

Dan juga untuk kamu semua yang ada di sini, buka hatimu! Tidak ada lagi waktu untuk bersenang-senang, menikmati dirimu sendiri. Cukuplah itu semuanya. Tetapi yang akan datang ini, bergegaslah kamu untuk melayani karena alam ini tidak lagi bersahabat dengan manusia. Itu dijadikan tanda oleh Allah. Kamu akan mengalami. Engkau akan mengerti nanti apabila semua itu terjadi, baru kamu percaya. Jangan, jangan terlambat anak-anakku. Sekaranglah kamu percaya, apa yang telah Kusampaikan bersama Agnes, renungkan!

 

Anak-anakku, kalau engkau mengerti, cukup mengerikan semua peristiwa itu tapi itu harus terjadi. Apakah manusia bertobat? Apakah manusia merenungkan semua peristiwa yang sudah terjadi dan akan terjadi? Banyak yang tidak mengindahkan semua peristiwa itu. Tapi Aku sudah datang ke negaramu ini. Kalau mereka tetap memilih cara hidup dengan caranya sendiri, Aku Ibumu menyerahkan itu kepada Allah. Tapi apabila mereka menangis, menjerit, itu kesalahan mereka karena mereka tidak mau membuka hati atas kehadiranku di negaramu ini. Sudah sekian lama Aku ada dan Aku ada di seluruh bumi.(menampakkan diri di seluruh bumi, red) Semua menerima, karena kuasa Allah yang bekerja dan mengantarkan Aku, kepada semua anak-anakku di seluruh bumi ini.

 

Dan kamu imam-imamku yang Aku kasihi, renungkan apa yang Kukatakan ini. Ini Aku Ibu Maria yang selalu mendoakan kamu di surga. Karena para imam adalah diberikan kepadaku seperti para rasul-rasulmu diberikan kepadaku setelah Tuhanmu kembali ke surga. Karena Aku ada, masuk dalam rencana Allah untuk menyelamatkan manusia. Karena Aku ada sebelum dunia ini dijadikan Aku sudah ada bersama Allah. Supaya kamu imam-imamku mengerti. Bukan Aku wanita dipilih dari semua wanita yang ada pada waktu itu, tidak! Aku roh, roh yang ada dan dijadikan. Aku hidup untuk bekerja sama dengan Allah untuk menyelamatkan manusia. Dan sekarang, juga Aku dihadirkan ke bumi ini bersama anak-anakku. Dan keadaanku adalah kekal dan abadi bersama Allah. Aku bukan wanita, manusia wanita, tidak! Allah telah mempersiapkan itu semua dalam semua rencana-Nya untuk hadir ke bumi ini. Maka rohku ada sebelum semua diciptakan, Aku sudah ada bersama Allah. Supaya kamu para imam mengerti keadaanku yang sebenarnya. Supaya kamu semua tidak ragu tentang Aku Ibumu. Supaya tidak ada celaan tentang Aku. Aku tetap seperti semula. Aku adalah roh, tidak tercemar oleh dunia. Dunia ini tidak sanggup untuk membuat Aku Ibumu berbuat dosa, dan tidak itu dalam kehidupanku karena Aku adalah roh yang hidup. Kalau manusia, bisa jatuh dalam dosa dengan kelemahannya. Tapi Aku Ibumu karena Aku adalah roh yang hidup bersama Allah, itu tidak ada dalam kehidupanku seperti kamu manusia. Supaya kamu mengerti apa yang Kusampaikan ini kepadamu karena banyak keraguan-keraguan tentang Aku karena mereka tidak mengerti.

 

Anak-anakku semua yang Aku kasihi, setelah Aku menyampaikan ini kepadamu, berbuatlah kamu! Jangan kamu berdiam diri dengan hartamu. Engkau akan celaka dengan hartamu itu di-saat-saat pemurnian turun ke bumi ini. Sekali lagi, hartamu bisa mengantarkan kamu ke surga tetapi juga hartamu bisa membuat kamu celaka bersama dunia. Karena harta kamu nikmati sendiri. Kamu kumpulkan untuk dirimu sendiri. Bukan itu hidup yang benar, itu hidup yang salah!

 

Hidup yang benar adalah mensyukuri berkat yang diberikan Allah. Rasa syukurmu, engkau akan melayani saudara-saudaramu yang menderita. Itulah hartamu. Inilah saat terakhir. Jangan bebalkan hatimu dengan hartamu itu, nanti kau tidak akan kuat menghadapi kenyataan yang begitu besar yang akan turun ke bumi ini. Kau melihat tanda-tanda itu? Itu baru kecil. Itu kecil sekali tapi yang besar akan kamu hadapi. Apakah engkau bertahan dengan hartamu itu? Bukan (karena) hartamu itu kau berikan untuk melayani engkau menjadi miskin, tidak anak-anakku! Justru engkau menjadi kaya dalam Tuhan. Ini yang Kusampaikan kepadamu saat-saat terakhir ini. Itu kekuatanmu, melayani! Itulah besar artinya melayani, mengasihi, mencintai khususnya dalam keluargamu damai. Damai, anakku! Jangan sampai kuasa-kuasa kegelapan itu merusak keluargamu, saudara-saudaramu. Itu yang Kusampaikan.

 

Janganlah kamu menjadi orang yang munafik. Allahmu tidak berkenan. Sekarang banyak saudara-saudaramu yang menderita tapi kamu pergi bergegas, memberikan berkat itu yang tidak memuliakan Allah, yang menghujat Allah. Itu tidak berarti, sia-sia! Tapi berikanlah kepada saudara saudaramu yang memuliakan Allah. Itu berkat bagimu.

Aku mengatakan ini supaya kau mengerti. Layanilah saudara-saudaramu terlebih dahulu. Untuk melayani saudara-saudaramu itu tidak bisa selesai, sampai kau mati, baru kau selesai. Banyak, banyak pekerjaan yang harus kamu kerjakan. Hidup ini jangan kau sia-siakan, berfoya-foya, kemegahan dengan harta-hartamu. Hai anak-anakku, nanti kau pedih, sedih dengan semua itu. Sekali lagi Aku menyampaikan ini, renungkanlah dengan baik. Hartamu yang kau berikan kepada saudara-saudaramu dimana kau melayani, engkau tidak akan menjadi miskin tetapi kau akan menjadi kaya dalam iman supaya kau sampai kepada tujuanmu adalah surga, dalam kebahagiaan. Dikatakan, surga itu dimiliki oleh manusia-manusia yang melayani, yang percaya kepada Allah. Jangan kamu mengejar doa. Banyak doa, kamu kumpulkan semua doa, itu tidak berarti kalau kamu tidak melayani. Allah tidak akan mendengarkan doamu kalau engkau tidak bersahabat dengan saudara-saudaramu yang membutuhkan pelayananmu. Apa kamu mengerti?

 

Ya Ibu, jawab umat.

 

Kalau kamu mengerti, buatlah! Jangan katakan mengerti tapi tidak berbuat. Itu juga dosa karena kamu telah mendengarkan kebenaran itu sendiri tetapi akhirnya kamu tutupi dengan kehendakmu sendiri. Engkau dosa untuk itu semuanya.

 

Anak-anakku yang Aku kasihi, itulah yang bisa Aku sampaikan kepadamu saat-saat terakhir ini dan juga Aku minta kepada kamu imam-imamku yang hadir, tolonglah layani anak-anakku dengan baik. Bawa anak-anakku kembali karena itulah tugasmu menjadi seorang imam, menjadi tangan Allah untuk mengasihi, melayani anak-anakku di bumi ini. Itu tugasmu. Jangan kamu dilayani! Tapi kamu melayani dengan rendah hati, dengan penuh pasrah kepada Allah sehingga engkau boleh/bisa menikmati, melayani anak-anakku.

Kamu yang ada di sini imam-imam. Ini Aku Ibumu menyapamu. Tolong anak-anakku, banyak anak-anakku yang menderita. Tolong jangan pekerjaan-pekerjaannya sia-sia yang kamu kerjakan tapi tolong mereka. Datanglah kepada mereka, itu anakku yang Aku kasihi. Aku Ibumu ada di surga, kamulah yang melaksanakan itu semua tapi doaku dari surga menyertai kamu semua dimana kamu melayani.

 

Hai imamku, dengarkan Aku Ibumu! Berbahagia engkau sekarang ini mendengarkan Aku hadir melalui Agnes, diantar oleh kuasa Allah, engkau mendengarkan Aku saat ini. Pergilah melayani! Jangan kamu bekerja begitu keras, banyak dunianya. Kamu capai, kamu lelah sebagai seorang imam. Tapi tolong carilah anak-anakku yang tersesat, yang menderita dan satukan mereka semuanya kepada anak-anakku yang bisa melakukannya. Bekerja sama! Inilah yang Kusampaikan kepadamu.

 

Terima kasih, salam yang paling dalam untukmu imam-imamku yang hadir di sini dan salamku juga untuk Alexius supaya dia berjuang, berjuang untuk melayani dan berkata benar dalam kebenaran dan berani bersaksi tentang perjalanan ini bersama Aku Ibumu. Salamku untuk Alexius dan Isak Doera, dan semua, salamku dan masih banyak yang harus kamu lakukan, kamu kerjakan bersama Agnes. Selesaikan semua tugas itu! Aku mengasihi mereka karena mereka ditinggalkan oleh para imam-imam. Mereka menderita karena imam-imam tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Maka Aku utus Agnes ke tempat itu bersamamu. Selesaikan semua supaya mereka saat-saat terakhir ini mereka bahagia bersama Aku Ibunya di surga. Itulah tugasmu bersama Agnes, selesaikan! Aku berdoa di surga. Aku melihat dari surga dan Aku menyertai kamu dari surga bersama Agnes. Pergilah, pergilah selesaikan, semua akan menjadi baik. Bukan Aku mempermalukan para imam tapi Aku datang untuk membawa mereka, menyelamatkan mereka, dengan hal-hal yang mereka tidak mengerti. Mereka sudah jatuh dalam dosa. Itu tugasmu bersama Agnes. Terima kasih kamu semua sudah mendengarkan Aku Ibumu saat ini. Terima kasih, terima kasih semuanya.

 

Dan juga kamu yang dipanggil (para frater, red), persiapkan dirimu dengan baik. Aku Ibumu mengatakan, jadi atau pun tidak jadi pada akhirnya kamu akan menjadi imam. Setelah pemurnian itu selesai, kamu akan menjadi iman semuanya akan mengumpulkan anak-anakku kembali di mana pun mereka berada. Jangan kuatir, kamu yang masih jauh, tapi saat akan mengerti apa yang Aku sampaikan ini kepadamu. Setia, anakku. Berdoa, jaga dirimu dengan baik supaya kamu tidak masuk didalam pencobaan yang datang dari dunia ini. Terima kasih untuk semuanya.

 

Terima kasih, jawab umat.

 

Terima kasih. Inilah yang Aku sampaikan melalui Agnes. Kuasa Allah mengantarkan isi hatiku kepadamu pada malam ini. Mari kita satukan dengan doa. Doa yang telah Kuajarkan kepada kamu supaya doa itu menjadikan kekuatan bagi kamu menjelang pemurnian ini kamu hidup dalam doa, hidup dalam melayani, saling mengasihi dan mencintai antara satu dengan yang lain. Dan satukan doaku itu dengan doa-doamu yang sudah ada. Berdoalah dengan baik untuk datang kepada Allah. Doa hatimu, doa kepasrahanmu. Jangan kamu berdoa hanya untuk kepentingan dirimu. Allah tidak akan mendengarkannya. Kamu mengerti?

 

Mengerti Ibu, jawab umat.

 

Baik, mari kita satukan dalam doa. Aku Ibumu dari surga bersatu dengan kamu dalam doa untuk datang kepada Allahmu di surga.

 

Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu

karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu. (3 x). Amin

 

Selamat berjuang dan melayani anak-anakku. Allah menyertaimu, surga ikut berdoa dimana kamu menyampaikan kebenaran ini dan mau melayani anak-anakku dengan tulus, Tuhan berkati semuanya. Terima kasih anak-anakku semuanya. Selamat malam untuk kamu semuanya.

 

Selamat malam Ibu, terima kasih, jawab umat.

 

—ooo0ooo—