KUMPULAN PESAN-PESAN KHUSUS

GEREJA DAN PARA IMAM

Bunda Maria ingin sekali bekerja bersama Imam dalam Gereja sekarang ini seperti dulu Dia telah bekerja bersama para Rasul dalam Gereja Perdana di Yerusalem. Waktu itu sangat menonjol semangat saling mengasihi, saling melayani, saling mengampuni, bergotong-royong menanggung kesusahan dan mengatasi permasalahan agar kehidupan Kelompok sungguh merupakan anak-anak Tuhan yang menjadi saksi Kristus (bdk Kis 2:41-47; 4:32-35). Berkaitan dengan itu maka sudah sejak awal Bunda Maria minta supaya menghubungi Pastor Paroki , agar tempat untuk berdoa diberkati. Hal itu terjadi pada tanggal 10 April 1995. Pastor memenuhi permintaan Bunda Maria itu. Tetapi tidak lama kemudian Pastor itu dipindahkan ke tempat lain. Pastor-Pastor berikutnya bersikap menolak. Tetapi Bunda Maria tidak putus asa. Pada tanggal 21 Juli 1995 Dia berdoa untuk mereka : “ Aku berdoa untuk para Imam yang banyak menolak Aku. Dialah tangan AnakKu, mengapa Aku ditolak ? Mereka banyak bersembunyi di balik jubah. Mereka pandai bicara, pandai berdoa dan pandai berkhotbah, tapi tidak berbuat apa-apa”. Bunda Maria Juga meminta para hadirin berdoa untuk para Imam, katanya :” Berdoalah untuk mereka, agar mereka dapat menerima uijian-ujian di bumi ini. Agar terbuka hatinya untuk menerima Aku. Jangan kamu membenci mereka. Hormatilah mereka, karena mereka dipilih Allah untuk menyelamatkan anak-anakKu yang ada di bumi ini “. Karena para Imam tetap menolak , rupanya Bunda Maria meminta pertolongan Putranya, Yesus. Maka pada tanggal 11 Oktober 1995 Yesus turun tangan dan berkata : “Agnes, sampaikan kepada para gembalaKu, mereka mengeraskan hatinya seperti batu di kali, mereka percaya apa yang didapatkan dari peraturan manusia. Mereka tidak sadar, bahwa kuasaKu penuh, kapan saja Aku mau, tidak ada yang dapat menolaknya. Inilah Aku, Tuhan dan Allahmu, yang berkuasa, karena kekuasaanKu tidak dapat direnungkan oleh manusia di dunia ini. Agnes, sampaikan kepada mereka, bahwa para gembala banyak menghindar. Kenapa mereka berbuat demikian terhadapKu? Mukjizat tetap ada sampai Aku datang ke bumi ini. Agnes, sampaikan bahwa Aku memakaimu sekarang ini”.
Selanjutnya pada tanggal 7 November 1995 Tuhan Yesus menjanjikan tenaga seorang gembala. Katanya :” Agnes,...suatu saat dan tidak lama lagi.....kau akan ditolong tentang kebenaran ini, kau akan dilindungi gembalaKu yang percaya tentang Aku. Percayalah, gembala itu akan Kukirim dari jauh untuk menolongmu”. Janji ini diulangi lagi tanggal 12 Januari 1996 dan 7 Februari 1996. Pada tanggal 7 Februari 1996 Tuhan Yesus malahan mengatakan :” Aku telah memanggil gembalaKu untuk menerima kebenaran yang datang dari Aku”. Tetapi Ibu Agnes dan Kelompok tidak tahu siapa gembala itu dan gembala yang bersangkutan tidak tahu bahwa dirinya dijanjikan oleh Tuhan Yesus untuk Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia. Rahasia itu baru terkuak sedikit pada tanggal 13 September 1997, ketika Ibu Agnes dan kawan-kawan menemui Romo Isak Doera sambil memberkan buku pesan-pesan Tuhan Yesus tahun 1995 – 1996. Romo Isak Doera membaca pesan-pesan dan menemukan tiga tanggal yang berkaitan dengan dirinya, tapi dia belum yakin, karena tidak disebut nama dalam pesan-pesan itu. Baru pada tanggal 7 Januari 1998 rahasia itu terungkap sepenuhnya ketika Tuhan Yesus menyampaikan pesan kepada Romo Isak Doera, bahwa kehadirannya dalam Kelompok adalah atas permintaan Bunda Maria kepada diriNya, dan ketika Bunda Maria menyatakan sambil menyebut namanya, bahwa kehadirannya dalam Kelompok adalah atas permintaan diriNya kepada Tuhan Yesus.
Setelah yakin akan tugasnya , mulai tahun 1999 Romo Isak mulai mengirim pesan-pesan Tuhan Yesus dan Bunda Maria kepada semua Uskup di Indonesia atas permintaan Tuhan yesus, dan sejak tahun 2002 juga kepada para Imam di Indonesia atas permintaan Bunda Maria.
Mengenai sikap Keuskupan terhadap Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia terdapat perbedaan antara satu sama lain. Ada yang menolak, ada yang membiarkan, asal tidak memakai gedung gereja dan gedung milik paroki lainnya, dan ada yang mengizinkan pemakaian gedung gereja dan gedung milik paroki lainnya. Sampai tahun 1999 Tim Pelayanan Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia melayani di berbagai tempat di Keuskupan-Keuskupan di pulau Jawa. Dalam berbagai kesempatan Bunda Maria menyatakan bahwa sekali waktu nanti pintu Gereja akan terbuka. Nubuat Bunda Maria ini baru mulai terpenuhi ketika Tim Pelayanan mengadakan pelayanan di luar pulau Jawa. Pintu-pintu gereja terbuka, termasuk pintu Gereja Katedral Makasar, Aula Gereja Katedral Jayapura, gereja Katedral Kupang dan Gereja Katedral Medan.
Mengenai para Uskup Bunda Maria menyebut mereka dengan sebutan Imam yang Tertinggi. Dan ditempat-tempat yang dikunjungi Tim Pelayanan, Bunda Maria selalu titip salam untuk “Imamnya yang Tertinggi”, bukan hanya untuk para Uskup yang membuka pintu Gereja Katedralnya, tapi untuk semua Uskup yang wilayahnya dikunjungi.