SEJARAH KELOMPOK PELAYANAN KASIH DARI IBU YANG BAHAGIA

II. KELOMPOK PELAYANAN KASIH DARI IBU YANG BAHAGIA


KEHADIRAN TUHAN YESUS DAN IBU MARIA DI INDONESIA DAN PESAN-PESANNYA LEWAT KELOMPOK PELAYANAN KASIH DARI IBU YANG BAHAGIA.


A. MISI DAN TUJUAN IBU MARIA DATANG KE NEGARA INI

Ibu Maria banyak datang, hadir, menampakkan diri di banyak tempat di dunia untuk mengumpulkan anak-anaknya kembali seutuhnya pada Allah. Sekarang, ia juga datang ke Indonesia untuk tujuan yang sama. Ia memilih Agnes Sawarno (yang sudah dipersiapkan selama 24 tahun) sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesannya.

Misi dan tujuan Ibu Maria ditegaskan kembali pada pesan-pesannya.

 

“Anak-anakku banyak yang pintar berdoa tetapi tidak berbuat apa-apa, mereka sibuk dengan dunianya sendiri. Maka aku datang ke sini untuk mengajak anak-anakku untuk berdoa dan berbuat kasih kepada saudara-saudaramu yang menderita”.
“ Aku datang ke sini untuk membawa anakku kepada Allah. Karena akan terjadi tiga hari kegelapan di seluruh bumi, tidak ada matahari, bulan, bintang ; ini akan terjadi pada awal tahun. Ini semua merupakan tanda, agar manusia sadar untuk kembali kepada Allah”.
(3 April 1995)

“Aku sudah mengatakan bahwa waktunya sudah dekat maka Aku banyak datang ke bumi ini, datang kepada anakKu. Dengan seizin Tuhanmu, Aku menyampaikan tentang hal-hal yang akan terjadi. Tidak lama lagi kegelapan itu akan tiba maka Aku datang ke bumi ini untuk mempersiapkan anak-anakKu agar mereka sungguh-sungguh mengisi hatinya dengan rohani bukan dari dunia ini, hiburan yang tidak sehat. Ingatlah perkataanKu ini anak-anakKu.” (21Juni 1996)

“Karena Aku datang bukan menghadirkan ajaran baru kepada kamu, tetapi Aku membawa kamu lebih dekat dan dekat kepada Allahmu.” (3 April 1997)

“Maksud dan tujuanKu datang ke negaramu ini untuk membentuk kelompok-kelompok agar kamu kuat, bersatu dalam doa dalam kasih dan cinta. Tidak ada lagi duri di dalam kehidupanmu di antara kamu tetapi yang mendekatkan kamu adalah kasih yang telah ditanamkan Allah didalam kehidupanmu masing-masing.” (9 Januari 1999)

“Aku datang membimbing kamu, mengingatkan kamu, memberikan kamu pengetahuan yang belum engkau mengerti, Aku berikan kepada kamu semuanya agar kamu siap. Itulah Aku, Ibumu.” (7 Maret 2000)

“Aku datang ke negaramu ini karena aku melihat banyak anak-anakku. Sangat banyak ! Seperti saat ini kamu berhimpun di Rumah Allah ini untuk memuliakan Allah dan menyambut Allah melalui imammu. Tapi Aku masih melihat, anak-anakku setelah pulang dari rumah Allah ini, ia tidak berubah. Ia tetap saja seperti semula dan tidak berbuat apapun dalam kehidupannya. Inilah kesedihanku. Aku ingin engkau satu dalam Allah; satu dalam kasih dan cinta kepada saudara-saudaramu dimanapun kau berada. Itulah anak-anak Allah; seperti itu anak-anakku semua.” (10 Maret 2000)
“ Aku datang untuk mengajarkan kamu bagaimana caranya untuk datang kepada Allah. Itulah yang aku berikan kepadamu, doaku ini, anak-anakku. Doa kepasrahan. Itulah yang telah Aku lakukan waktu aku masih hidup di bumi ini.”
(13 Maret 2000)

“Anak-anakku semua yang ada di sini, mengapa aku datang ke negaramu ini? Supaya kamu juga bisa merasakan bahwa engkau mempunyai Ibu. Akulah Ibumu Maria yang ada di Surga. Wanita yang bahagia. Tidak ada wanita yang bahagia hanya aku Ibumu. Engkau adalah anak-anakku dan Aku Ibumu. Itulah yang telah disatukan Allah untuk kita semua dan anak-anakku di seluruh bumi ini.” (13 Maret 2000)

B. KELOMPOK PELAYANAN KASIH DARI IBU YANG BAHAGIA.

1. Pendirian dan pemberian nama.

Untuk menanggapi permintaan Ibu Maria agar dibentuk kelompok-kelompok pendoa dan pelayanan kasih, maka umat yang berkumpul dan berdoa bersama itu mulai memikirkan nama yang cocok untuk kelompok mereka. Beberapa nama diusulkan dan mereka menyerahkan pada Ibu Agnes agar berdoa dan minta petunjuk pada Ibu Maria. Pada tanggal 23 Mei 1995 saat berdoa bersama usulan nama yang telah dituliskan pada gulungan-gulungan kertas diambil satu, diundi, nama manakah akan dipilih oleh Ibu Maria ? Satu gulungan tidak ditulisi apa-apa, dengan harapan mungkin Ibu Maria akan memilihkan nama sendiri. Dan ternyata, ….gulungan itulah yang terambil. Saat itu Ibu hadir dan menyampaikan pesan khusus :

“Terima kasih Agnes, atas usaha anak-anakku untuk memberi nama pada kelompok yang aku inginkan. Tapi, biarlah Aku saja yang akan memberi nama pada kelompok yang aku bentuk ini. Tulis Agnes ! Nama kelompok ini adalah : KELOMPOK PELAYANAN KASIH DARI IBU YANG BAHAGIA. Jangan disingkat-singkat, tuliskanlah dengan lengkap. Aku yang bahagia, Aku yang mengasihi, Aku melayanimu siang dan malam. Aku IBUMU, ingat itu !”

Yang dimaksud Ibu Yang Bahagia adalah Ibu Maria sendiri. Ibu, seperti Yesus melantiknya dari atas kayu salib. (Yohanes 19 : 26,27). Dan bahagia sebagaimana ia disebut dalam Magnificat (Lukas 1 : 48 b). Bahagia, karena ia telah diangkat ke Surga. Tetapi ia tak ingin bahagia sendiri. Ia tak mungkin bahagia di Surga melihat anak-anaknya di dunia menderita, karena terjerat oleh dunia ini.
Dan ditegaskan kembali bahwa kelompok ini adalah milik Ibu Maria:

“Aku menciptakan kelompok ini bagi kamu; kelompok rohani yang datang dari Atas yang diberkati Allah. Di dalam nama Allah kelompok ini terjadi. Kelompok ini bukan ciptaan kamu. Kalaulah ini ciptaan kamu, ini tidak akan bertahan lama karena kamu masih membawa dirimu masing-masing dalam pelayanan. Tetapi ini kehendak Allah, apapun terjadi dalam kelompok ini, ini tetap kokoh dan selama-lamanya bersama aku Ibumu.” (4 April 2001)

2. Maksud / tujuan pembentukan Kelompok dan pengertiannya.

Banyak cara yang dilakukan Ibu Maria untuk membawa anak-anaknya bertobat tapi hanya sedikit manusia yang mau menerima Kebenaran-Kebenaran yang datang dari Allah melalui Ibu Maria. Banyak anak-anaknya yang mengeraskan hati dan tidak percaya bahwa karya Allah sudah turun ke bumi ini. Mungkin dengan membentuk Kelompok inilah manusia sadar dan menerima Kebenaran yang datang dari Allah. Dan Ibu Maria berkata:

Aku berkata kepadamu supaya engkau mengerti apa arti kelompok yang kuberikan di negaramu ini. Dengan cara inilah mungkin semua yang menjadi cita-citaku akan terwujud. Hanya satu! Aku ingin anak-anakKu kembali, kembali kepada jalan yang benar! Kembali ke Jalan Allah! (18 Agustus 1997)

Dan di dalam kelompok ini dinyatakan lagi Kebenaran-Kebenaran yang sudah diimani anak-anaknya sehingga mereka tidak mudah meninggalkan Allah begitu saja dan mereka mengerti apa yang harus diperbuat sebagai anak-anak Allah yang dikasihi dan dicintai Allah. Dalam kelompok ini juga di-ingatkan kembali perjalanan Allah di bumi ini untuk menemui manusia dan berbicara kepada manusia. Adalah hak Allah untuk memilih caraNya menyapa anak-anakNya.

“Kelompok ini menambahkan, menjelaskan akan apa yang kau imani itu sungguh-sungguh nyata. Engkaulah yang benar anakku karena engkau telah memilih Puteraku menjadi Juru Selamatmu dalam kehidupanmu. Itulah yang benar! Inilah,..kelompok inilah menyatakan Kebenaran itu. Karena manusia sudah melupakan kasih Allah yang telah diberikan kepada manusia, maka Allah mengingatkan kembali perjalananNya di dunia ini. Di-ingatkanNya kembali melalui kelompok ini”
.
“ Banyak mereka yang mengikuti Puteraku tapi dengan mudah meninggalkan begitu saja dan mengikuti dunia ini. Maka itulah kasih Allah datang ke dunia ini untuk mengingatkan kembali perjalanan Allah ke bumi ini sebagai manusia, untuk menemui manusia dan berbicara seperti manusia. Itulah yang dilakukanNya”
. (14 Agustus 1997)

Ibu Maria menghendaki agar anak-anaknya hidup berkelompok-kelompok dalam kelompok yang dibentuknya, agar anak-anaknya yang lain terutama anak-anaknya yang membutuhkannya dapat dilayani, dikasihi dan disapa untuk dihantar semakin dekat kepada Tuhan Yesus, Allah yang Maha Tinggi yang bertahta di surga. Terutama menjelang tahun kesedihan yang segera akan tiba. Ibu Maria juga berkali-kali menyampaikan akan datangnya masa-masa kepedihan bagi anak-anaknya di negara ini. Untuk inilah Ibu Maria datang, mendahului saat penderitaan itu agar anak-anaknya dikuatkan dan dihibur. Terhadap ini Ibu Maria mengatakan :

“Anak-anakku tak perlu cemas dan kuatir. Berkelompok-kelompoklah, berdoa bersama-sama. Dekatkan dirimu pada Tuhan, engkau akan terhindar dari bahaya; Tuhanmu dan aku menyertai kamu semua, kamu tidak sendiri“ (Pesan yang diulang berkali-kali, sejak Mei 1995)

Dibawah ini beberapa pesan Ibu Maria tentang agar bergabung dengan Kelompok ini dan bekerja sbb:

“Satukanlah hatimu dengan kelompok ini, kamu semua yang ada di sini; karena kamu telah Aku satukan dengan kasihku, Ibumu bersama kamu semuanya yang ada dalam kelompok ini untuk membawa anak-anakku kembali kepada Allah.” (13 Juni 1997).

”Jadikanlah kelompok ini untuk memuliakan Allahmu, untuk melayani saudara-saudaramu dan menyampaikan Kebenaran dimanapun engkau berada. (16 Agustus 1997).

”Mulai saat ini bekerjalah dengan baik. Layani anak-anakKu, mereka yang membutuhkan kasih sayangmu. Itulah kasih, itulah anak-anak Allah, tumbuh dengan kasih. Saling mengasihilah kamu, berdamailah kamu, dimanapun kau berada. Jadilah anak terang. Bawalah terang itu kepada mereka-mereka yang kegelapan. Itu tugasmu. Bawalah mereka kembali kepada Allah seutuhnya.” (28 Juni 1997)

“Kalau kamu bersatu, berkelompok-kelompok, kamu saling menguatkan dan mengingatkan dan saling memberi antara satu dengan yang lain.” (12 Februari 2000)

”Dalam kelompok itu kamu berdoa dengan baik. Kamu satukan doamu datang kepada Allah. Dan dalam kelompokmu juga engkau bisa menyelesaikan segala persoalan untuk saudara-saudaramu. Maka Aku minta berkelompok-kelompok, apabila hari itu selesai kamu tidak sendiri. Kamu bersatu kembali dan berdoa. Imammu akan menuntun kamu dan membawa kamu kembali seperti semula, hidup dalam doa, bersatu dengan Allah.” (7 Maret 2000)

Kelompok yang diinginkan Ibu Maria adalah seperti Gereja Perdana ketika Ibu Maria hadir di tengah para rasul : saling mengasihi, saling melayani, saling mengampuni, bergotong-royong menanggung kesusahan dan mengatasi permasalahan agar kehidupan kelompok sungguh merupakan kehidupan anak-anak Tuhan yang menjadi saksi Kristus. ( Kis 2 : 41-47; 4 : 32 – 35 ). Kelompok juga akan sangat dibutuhkan ketika hari-hari pemurnian yang memuncak pada tiga hari kegelapan telah selesai, karena dunia akan menjadi sepi.

Dan Ibu Maria mengatakan semua Kelompok doa yang memuliakan Allah itu baik tapi Kelompok ini menyatukan semua kelompok yang ada melalui Doa Pasrah.

“Semua kelompok baik. Aku senang, Aku bahagia dimana kau bersama Aku Ibumu. Ini Kutambahkan kepada kamu semuanya. Kelompok ini Kusatukan bersama kamu semuanya supaya kamu tidak terpecah-pecah bahwa kelompok ini yang benar, ini yang tidak; ini yang benar, ini yang tidak. Inilah yang Aku tidak inginkan. Maka kelompok ini akan menyatukan semua kelompok itu menjadi kelompok pendoa di negaramu ini.” (9 Maret 2000)
“ Bukan Aku memisahkan dimana kamu sudah bersatu dalam kelompok, tapi satukanlah ini tanda kasihKu melalui doaKu ini yang Kuberikan kepadamu.” (15 Maret 2000)


Dan Ibu Maria mengatakan, siapapun yang menerima doa ini, dia anggota Kelompok.

“Aku tidak tinggal diam, Aku sampaikan salamKu melalui doaKu ini kepada anak-anakKu di tanah airmu ini. Siapapun yang menerima doaKu ini, dia disatukan dengan Aku Ibumu dalam kelompok ini oleh Allah.” (3 Juni 2000)

3. Bagaimana menjadi anggota kelompok.

Setiap orang yang ikut berdoa pasrah bersama Kelompok Pelayanan kasih Dari Ibu Yang Bahagia dengan sendirinya menjadi anggota. Tetapi sesungguhnya seseorang dapat langsung menjadi anggota dengan mengatakan “ya” dalam hatinya kepada Ibu Maria yang mengajaknya bergabung dalam pelayanan kasih bersama Ibu Maria.


C. PENYAMPAIAN ISI HATI TUHAN YESUS LEWAT TULISAN, SABDA PENGETAHUAN DAN PENJAMAHAN SERTA PESAN PRIBADI

Sementara Ibu Maria mulai berkarya di tengah anak-anaknya yang datang berdoa dalam kelompok yang dibentuk dan dipimpinnya, Ibu Agnes tetap mengiatkan doa-doa pribadinya dan Tuhan Yesus kerab menyapanya dengan suara yang sama seperti yang didengar sejak tahun 1971.

Pertama kali Yesus memintanya untuk menulis agar dapat menuangkan isi hatiNya adalah pada tanggal 19 Juni 1995. Yesus menguatkan Ibu Agnes bahwa kehadiran Ibu Maria adalah seijinnya, seijin Allah yang Mahakuasa.

Sama seperti Ibu Maria, Yesuspun minta kesediaan Ibu Agnes untuk dapat menjadi alatNya untuk hadir di tengah umat-Nya, untuk dapat menyapa umatNya. Yesus tidak pernah memaksa seseorang walaupun Ia dapat melakukan apa saja karena Ia Allah yang Mahakuasa. Tulisan tangan yang dipakai adalah tulisan tangan Ibu Agnes yang bergerak cepat non stop, ia tak dapat mengontrolnya. Ia tak mengetahui apa yang akan ditulis; bahkan ia dapat menulis sambil membaca apa yang baru saja di tulisnya. Walaupun otak dan matanya membaca tulisan-tulisan yang baru saja ditulisnya, sementara itu tangannya tetap bergerak terus melanjutkan menulis.

Foto copy tulisan-tulisan itu dan salinannya dengan menggunakan mesin ketik dibukukan secara sederhana : “PESAN-PESAN ISI HATI TUHAN YESUS, disampaikan melalui Ibu Agnes”. (19 Juni 1995 sampai dengan 7 Februari 1996).

Yesus tidak menyampaikan satupun ajaran baru, Ia hanya menyampaikan Isi hatiNya, kerinduanNya, kesedihanNya, mengingatkan anak-anakNya tentang segala sesuatu yang telah diajarkanNya yang tercatat dalam Kitab Suci. Periode ini dilanjutkan dengan periode dimana Yesus menyampaikan SABDA PENGETAHUAN dengan cara sebagai berikut: Ibu Agnes berdoa bersama umat dan juga mengajak untuk berdoa hening, lalu menyampaikan apa yang dilakukan Tuhan Yesus pada saat itu :

“Saat ini Tuhan Yesus tengah menghampiri seorang Ibu yang menderita sakit…………
(sakit tertentu, disebutkan), dan Tuhan Yesus telah menyembuhkannya…….., sekarang Tuhan Yesus meletakkan tangan di atas kepala seorang bapak yang membutuhkan penghiburan …………..”( dan sebagainya )

Pada paruh awal tahun 1996 Ibu Agnes Sawarno dan Bapak Tarcisius Sawarno diajak seseorang mengikuti retret di Lembah Karmel di Cikanyere – Jawa Barat. Mungkin ajakan orang ini mempunyai maksud agar apabila yang memakai Ibu Agnes adalah kuasa kegelapan, dapat dihilangkan. Setelah mengikuti retret Ibu Agnes mendapatkan karunia berbahasa Roh.

Sejak saat itu, Yesus juga hadir dalam pertemuan doa kelompok. Mula-mula hanya memberkati dan menyapa umat lewat bahasa Roh berupa doa, sapaan atau juga nyanyian. Kemudian Tuhan Yesus berkeliling mendatangi umat yang berkumpul satu persatu, memberkati, menyampaikan pesan pribadi berupa nasehat, hiburan atau peneguhan atau penugasan. Kalimat-kalimat yang sering disampaikan adalah :

“ Terimalah damaiKu ; Dosamu sudah Kuampuni; Bawalah damaiKu; Sampaikanlah kabar kebenaran ini; Ini adalah Aku, jangan engkau ragu; Aku adalah Aku ; Jangan kuatir lagi, Aku besertamu, Aku tak pernah meninggalkanmu; Bersukacitalah engkau; Berdoalah dalam NamaKu; Sebutlah NamaKu; Wartakanlah sambil menyebutkan NamaKu”……………………..

Dalam banyak kesempatan pesan tidak disampaikan secara pribadi tetapi juga langsung kepada semua umat yang hadir. Pesan-pesan ini tak jarang juga dengan nada keras menegur mereka yang mengeraskan hati. Cukup banyak teguran juga ditujukan pada para imam yang tidak menjalankan tugasnya mencari domba-domba yang hilang. Teguran keras juga pada mereka yang skeptis yang sama sekali menolak kehadiranNya. Bukannya berdoa, melainkan langsung memberi cap : sesat !

Yesus dan Ibu Maria berkali-kali menegaskan bahwa yang hadir melalui Ibu Agnes adalah KUASA ALLAH. Ibu Agnes dipakai atas perkenannya untuk menjadi sarana kehadiran kuasa Allah dan sama sekali bukannya ‘kesurupan’ Ibu Maria atau Tuhan Yesus.

Cara ‘baru‘ yang dipakai oleh Yesus dan Ibu Maria memang adalah cara yang diminta oleh Ibu Maria dari Tuhan untuk dapat datang dan berbicara banyak dengan anak-anaknya secara langsung dan didengarkan oleh semua anak-anaknya yang hadir berdoa. Melalui cara inilah banyak anak-anaknya menjadi saksi Kebenaran ini, bukan hanya beberapa orang saja seperti kehadiran Ibu Maria di negara lain. Cara ini, pertama kali dipakai di Indonesia, di negara kita, dan adalah juga cara yang terakhir dan yang terbaik. Cara ini dipakai karena waktunya tinggal sesaat lagi, tidak banyak waktu lagi. Juga cara ini dipakai untuk menyadarkan kita bahwa Allah kita, Tuhan Yesus adalah sungguh ada, sungguh hidup dan sungguh dekat dan menyertai anak-anakNya. (Matius 28: 20)

Yesus memperingatkan agar tidak memakai pikiran untuk memecahkan misteri ini karena tidak akan bisa dipecahkan. Bahkan juga jangan memakai perasaan / emosi tetapi pakailah hati. Baik pesan Yesus maupun Ibu Maria berulang kali mengingatkan :

“Apa yang tidak kamu mengerti, bawalah itu dalam doamu kepada AllahMu. (Kata Ibu Maria)
“ Panggillah Aku yang kamu sembah dalam doamu, dan Aku akan menjawab kamu”. (Kata Tuhan Yesus)

Dengan nada keras pula (warna suara menjadi lebih berat daripada ‘suara’ Ibu Maria), Yesus menegur apabila orang mencurigai cara yang dipakaiNya atau orang yang dipilihNya. Adalah hak Tuhan untuk memakai siapa saja dan cara apa saja untuk datang menyapa umatNya, sejak kedatanganNya pertama kali ke dunia bahkan sampai Ia datang kembali.

Semua cara yang dipakai Tuhan sejak mencipta dunia sampai dunia diselesaikanNya, diciptakan hanya bagi Tuhan sendiri: bagaimana Allah menciptakan dunia dan segala isinya, menyelenggarakan, memilih umat terjanji, membebaskan dan melindunginya; bagaimana Allah datang sebagai manusia, bagaimana Ia berkarya, melakukan mujizat-mujizat; bagaimana Ia menderita sengsara, wafat di salib, bangkit, naik ke sorga dan mengutus RohNya, semua CARA yang dipakai hanya dipakai oleh Allah saja, hanya diciptakan bagi Allah saja.
Sekarangpun saat Allah hadir dan berkarya di negara kita, Ia memakai cara yang khusus diciptakan untuk diriNya sendiri, maka sia-sialah untuk mencoba mengerti dengan mencari pembanding pada peristiwa lain. (Pesan Tuhan Yesus, 16 Februari 2003).

Ketika para nabi bernubuat pada jaman Perjanjian Lama, imam-imam pada zaman itu tidak percaya, para nabi itu banyak yang mati dibunuh; pada jaman Perjanjian Baru, Allah datang dalam diri Yesus sebagaimana dinubuatkan para nabi di masa Perjanjian Lama, dan kembali imam-imam tidak percaya dan Yesus disalibkan oleh mereka. Sekarang, sesuai nubuat dalam Kitab Suci Perjanjian Baru tentang pemurnian dunia, lewat wahyu pada Rasul Yohanes, Tuhan Yesus dan Ibu Maria hadir dan berkarya nyata lewat Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia, kembali para imam tidak percaya. Mereka masih lebih menggunakan pikirannya daripada rohaninya (Pesan Rasul Yohanes, Cimahi, 17 Februari 2004).

Waktu telah mendesak, jangan sia-siakan waktu untuk berbantah-bantahan tetapi segera bertobatlah! Begitu banyak tanda telah diberikan, tetapi manusia tetap minta tanda, begitu sukar manusia untuk percaya apa yang datang dari Tuhan. Sama seperti saat Yesus hadir di dunia 2000 tahun yang lalu. Manusia memang sukar berubah. Sukar diajak pada kebenaran. Manusia lebih mudah menerima keajaiban-keajaiban dari dunia ini.

D. TANDA-TANDA

Tanda kehadiran Maria seringkali ditampakkan pula lewat pemberian pesona Surgawi / pesona matahari seperti di Fatima tahun 1917 yakni tanda yang sudah dinubuatkan di Kitab Wahyu oleh Rasul Yohanes (Wahyu 12 : 1). Matahari dapat dilihat dengan mata telanjang, tidak menyilaukan, sangat cemerlang dikelilingi warna-warni, terkadang memisah menjadi dua atau tiga, bahkan disertai pula dengan salib, tulisan, maupun ‘tarian’ dari matahari itu sendiri. Pesona ini dapat dilihat oleh mereka yang percaya akan anugrah Ibu Maria oleh kuasa Tuhan ini. Pada tanggal 30 April 2000, ibu Agnes minta tanda pada Ibu Maria. Dan seizin Allah, tanda itu berupa pesona matahari, dapat dilihat di seluruh Indonesia oleh setiap orang yang percaya sebagai tanda waktunya sudah dekat.

Mengenai janji Tuhan tentang Kegelapan Tiga Hari juga diberikan tanda. Pada tanggal 9 juni 1995, disaksikan umat dan seorang suster yang pada saat itu sedang berdoa. Matahari yang bersinar tiba-tiba tertutup awan dan kabut tebal mulai turun ke bumi dan masuk ke dalam tempat doa. Udara saat itu sangat dingin dan suasana saat itu sunyi, sepi dan mencekam. Sebagian umat tidak tahan dan mohon Ibu Maria menghentikan tanda itu. Dan Ibu Maria menjelaskan:

Anak-anakKu, lihatlah tanda kecil ini yang terjadi pada saat ini. Apakah kamu tidak percaya? Aku datang ke sini seizin Puteraku membawa tanda bahwa kegelapan akan terjadi selama tiga hari, tiga malam, benar-benar akan terjadi tidak lama lagi. Tuhan memberikan tanda-tanda itu untuk dunia ini.

Tanda yang lain yang diberikan Tuhan dalam Kelompok ini melalui Ibu Maria adalah tanda sentuhan kehadiranNya sehingga dimanapun anak-anakNya berdoa dan datang kepada Allah, mereka dapat merasakan KuasaNya hadir menyertai mereka. Ibu Maria mengatakan:

Engkau telah dibuka oleh Puteraku agar engkau merasakan kehadiran Puteraku di saat engkau berdoa sendiri, dalam Kelompokmu, di waktu kamu di gereja, dimanapun kamu menyebut Nama Allahmu, disitu engkau akan tersentuh. Terpujilah Allah yang Mahakuasa yang telah memberikan meterai ini kepada anak-anakKu. (4 Pebruari 1997)

Aku telah meminta dari Allah suatu tanda yang sangat mendalam kepada anak-anakku di dalam kelompok ini, yaitu tanda sentuhan yang tidak bisa diberikan oleh dunia ini, tanda ini kekal sampai engkau kembali kepada Allah. Meterai ini diberikan Allah agar engkau berbuat baik dengan suka-cita tanpa paksaan siapapun, karena engkau cinta kepada Allah. (10 Januari 1998)

Dari semua tanda-tanda itu yang paling indah adalah tanda pertobatan dari anak-anakNya. Dimana Kuasa Allah menyentuh hatinya yang paling dalam sehingga mereka menyadari kesalahan-kesalahannya dan bertobat dan kembali kepada Allah.

Dan masih banyak tanda lagi yang diberikan kepada anak-anakNya yang semua itu untuk membawa kembali anak-anakNya kepada Allah, menguatkan, memberikan pengertian bagi anak-anakNya dan juga menjadi saksi dari Kebenaran ini.