WAHYU KEPADA YOHANES BAB 1 - 6 dan 12

"BERSAMA RASUL YOHANES"


WAHYU KEPADA YOHANES BAB 1 - 3 dan 12

CATATAN : (Kitab Wahyu bab 1,2,3 dan 12 dituliskan berdasarkan hasil rekaman penuturan kembali, penjelasan langsung dari Rasul Yohanes pada tanggal 6 Desember 2002 di Purwokerto.)

1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi.
Kitab Wahyu bukan Karya Sastra, tetapi Kitab Wahyu adalah Firman Tuhan, jadi tidak mungkin ditelaah sebagai karya sastra. Kitab Suci bukan Karya Sastra tetapi adalah Firman Allah Yang Hidup dan kekal, maka apa yang dikatakan disini apa yang harus segera terjadi juga berlaku sekarang ini, apa yang harus segera terjadi saat ini. Kitab ini dikaruniakan oleh Yesus sebagai wahyuNya kepada Rasul Yohanes supaya disampaikan kepada hamba-hamba-Nya, yaitu kita semua.

1:2 Dan oleh malaekat yang telah diutus-Nya, Ia telah menyatakan kepada hamba-Nya Yohanes. Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.
Rasul Yohanes bersaksi tentang firman Allah yaitu Yesus sendiri dan tentang Yesus Kristus, sebagai saksi yang hidup yang melihat segala sesuatu yang dikerjakan oleh Yesus. Rasul Yohanes adalah murid kesayangan Yesus yang paling setia. Ia merupakan murid yang pertama. Rasul Yohanes adalah sebelumnya murid Yohanes Pembaptis bersama dengan Andreas saudara Simon Petrus. Dan kepada mereka berdualah Yohanes Pembaptis menunjukkan Yesus: “Lihatlah Anak Domba Allah yang menanggung dosa-dosa dunia”. Sejak itu Yohanes dan Andreas mengikuti Yesus, lalu Yesus bertanya: “Apa yang kamu cari?”(bisa baca di Injil Yohanes) “Dimanakah Tuhan tinggal?” kata Yohanes waktu itu.
“ Ikutlah Aku” . Lalu mereka tinggal dengan Yesus, berbincang-bincang, dan mereka kembali ke Galilea. Dalam Injil , kita membaca Yesus memanggil murid-murid-Nya yang pertama yaitu Simon dan Andreas, Yohanes dan Yakobus yang langsung mengikuti Dia. Yohanes melihat segala sesuatu dari awal sampai ia dengan setia mengikuti Yesus hingga ke kaki salib. Kepada Rasul Yohanes diserahkan Ibu Maria, Yohanes mewakili kita semua. Ibu Maria diserahkan kepada Yohanes dan tinggal bersama-sama dengan Yohanes sampai dengan Maria diangkat ke Surga.
Itu semua melengkapi perjalanan Yesus dan para rasul, melengkapi semua apa yang harus disampaikan. Tetapi tidak sekedar sampai disitu karena sesudah injil Yohanes ada kitab tambahan dari Yohanes yaitu “Wahyu”.

Wahyu ini bukan apa yang telah dialami oleh Yohanes tetapi apa yang diberikan kepada dia sebagai penglihatan maupun apa yang disampaikan lewat suara. Mengapa Yohanes yang diberikan wahyu? Karena Yohaneslah rasul yang paling setia, dan karena Yohanes bersama-sama Maria, ibu Yesus.
Mengapa Rasul Yohanes diberikan kepada Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia? Karena kita bekerja sama dengan Ibu Maria. Itu sebabnya. Berbahagialah kita, disini dikatakan:
1 : 3 berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan menuruti apa yang tertulis didalamnya, sebab waktunya sudah dekat. Kita disebut yang berbahagia karena kita yang membaca dan yang mendengarkan dan menuruti wahyu ini..

Perjalanan Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia adalah perjalanan penggenapan Kitab Wahyu, nanti kita akan melihat dalam Kitab Wahyu yang kita bahas apakah itu benar atau tidak apa yang saya katakan, tapi kita akan membahasnya bersama. Pada yang terakhir dikatakan “sebab waktunya sudah dekat”, yang di sini dikatakan ini bukan nubuat tentang hari kiamat. Waktunya sudah dekat adalah waktu Pemurnian Dunia, karena Kitab Wahyu tidak bicara tentang Kiamat tetapi Persiapan Masa Sebelum Kiamat. Pada akhir wahyu kita akan membaca bahwa disana dikatakan Maranatha, “Datanglah Ya Tuhan Yesus!”. Jadi Tuhan Yesus belum datang menurut nubuat dalam Kitab Wahyu ini.

Kitab Wahyu diberikan untuk menyiapkan kita dan menerangkan tentang masa-masa pemurnian dunia itu.

1: 4 Salam kepada ke tujuh jemaat. Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang ada di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya.
Ditujukan kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil. Pada masa buku ini ditulis Rasul Yohanes ketika ia sudah berusia lanjut di pulau Patmos ini memang ditujukan kepada jemaat di Asia Kecil, tetapi firman Allah yang hidup dan kekal ditujukan juga kepada kita. Angka 7 mewakili suatu angka yang sempurna berarti ditujukan kepada semua anak Allah di seluruh dunia. Salam dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, salam dari Allah sendiri. Allah yang kekal dan dikatakan,

1 : 5 Dan dari Yesus Kristus, saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini.
Ini tidak berarti dibedakan antara Allah yang kekal itu dan Yesus Kristus, tetapi dikatakan dari Yesus Kristus karena umat mengenal Yesus Kristus. Jadi Rasul Yohanes menyampaikan salam dari Yesus yang telah mati dan telah bangkit dari antara orang-orang mati dan berkuasa atas raja-raja bumi. Kemudian disampaikan pujian: Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya.

1 : 6 - Dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah BapaNya - bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya, Amin.
Rasul Yohanes mengangkat kita untuk memuji, siapakah Dia yang telah melepaskan kita dengan darah-Nya?, yaitu Yesus. Yang telah membuat kita menjadi satu kerajaan yaitu kerajaan anak-anak Allah. Menjadi imam-imam bagi Allah berarti menjadi mereka yang diutus untuk menyucikan jemaat Allah. Kepada Yesuslah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya
.

1 : 7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.
Rasul Yohanes menubuatkan tentang kedatangan Yesus pada hari kiamat. Ia datang diatas awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, yaitu mereka yang menjadi pengikut Dia, tetapi juga mereka yang mengkhianati Dia, menolak Dia dan menikam Dia. Semua bangsa di bumi akan meratapi Dia.

1 : 8 "Aku adalah Alfa dan Omega, Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." Alfa dan Omega, awal dan akhir, yang ada, yang sudah ada dan yang akan datang, ini semua adalah satu arti kata yaitu Allah yang kekal. Dialah Yesus sendiri.

1 : 9 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, Yohanes menyetarakan diri dengan kita sebagai saudara dan sekutu, didalam kesusahan karena dia dibuang di pulau Patmos. Tetapi justru disana dia bertugas menulis Kitab Wahyu ini.
Dalam kerajaan yaitu dalam kebersamaan dengan kita sebagai anak-anak Allah, dalam ketekunan menantikan Yesus. Kitalah yang disapa oleh Rasul Yohanes dalam Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia, karena dalam kelompok ini kita menantikan Yesus dengan tekun.
Berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus. Yohanes ada di Patmos, dibuang ke Patmos karena Yesus, karena kesaksian dia tentang Yesus.

1 : 10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh. Pada hari Tuhan, setiap hari adalah hari Tuhan. Setiap hari adalah hari Tuhan juga bagi kita. Kata-kata aku dikuasai oleh Roh menunjukkan bahwa selanjutnya Yohanes sepenuhnya dituntun oleh Roh Yesus sendiri, oleh Roh Kudus sendiri. Apa yang kita alami dalam kebersamaan kita dengan Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia, ketika kita mendengarkan sapaan Tuhan Yesus dan sapaan Bunda Maria, dan orang-orang diluar kelompok yang tidak mengerti mengatakan bahwa “dia yang dipilih dan dipakai menyampaikan pesan itu” telah kerasukan Tuhan Yesus dan ibu Maria. Mereka mengarahkan sindiran itu kepada ibu Agnes, tetapi kita tahu juga dari keterangan Kitab Wahyu ini bahwa yang dimaksudkan sesungguhnya bukan kerasukan, tetapi dikuasai oleh Roh, itu sangat berbeda. Kerasukan itu berarti kita tidak berdaya, dan kerasukan itu pasti kita dikuasai oleh roh gelap, oleh kuasa-kuasa yang jahat. Tetapi kita dikuasai oleh Roh Tuhan sendiri, dikuasai oleh Roh Kudus seperti Yohanes. Itulah yang terjadi ketika Yesus menyampaikan pesan-pesan-Nya dan Bunda Maria menyampaikan pesan-pesan-Nya melalui corong-Nya yaitu Agnes Sawarno. Aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,

1 : 11 katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
Ada tujuh jemaat di Asia Kecil pada masa itu, tetapi ini seperti saya katakan tadi mewakili seluruh jemaat Allah. Ada tujuh jemaat, nanti akan dibahas satu per satu situasi jemaat. Bahkan ini ditujukan kepada jemaat-jemaat Allah saat ini, dengan situasi yang sama seperti ada yang pada waktu itu. Sekali lagi, firman Allah adalah firman yang kekal, maka itupun berlaku untuk sekarang ini. Ada teguran dan ada peneguhan dalam surat kepada para jemaat Allah ini, nanti kita akan bahas selanjutnya.

Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.

1 : 13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia.
Siapakah Anak Manusia? Dialah Yesus sendiri. Yohanes mengatakan serupa Anak manusia, karena boleh dikatakan Yohanes hampir tidak mengenaliNya sebagai dia mengenali Yesus seperti apa adanya biasanya. Tetapi disini Anak Manusia ini tampil dengan semua kemuliaanNya, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.

1 : 14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

1 : 15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.

1 : 16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik
Semua ciri-ciri yang disampaikan oleh Rasul Yohanes tentang Anak Manusia dalam segala kemuliaanNya ini, kemudian akan dipakai oleh rasul untuk menerangkan setiap kali sapaan kepada ketujuh jemaat itu dengan mengatakan siapakah yang bersabda itu, yaitu Anak Manusia yaitu Yesus sendiri. Dan dia akan menerangkan pada setiap perikop susulannya bahwa ciri-ciri itu ditujukan kepada situasi yang ada pada jemaat-jemaat itu.

1 : 17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati. Mengapa Rasul Yohanes tersungkur? Karena dia melihat Tuhan Allah dalam segala kemuliaanNya, dan dia menyadari ketidaklayakannya sebagai manusia. Ia tersungkur seperti orang mati.
tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Kepada kita dalam Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia, betapa seringnya kita mendengarkan sapaan ini, baik sapaan ini disampaikan secara umum maupun sapaan ini disampaikan sebagai sapaan pribadi. “Jangan takut” biasa disambung oleh Tuhan Yesus “engkau tidak sendiri, jangan takut Aku menyertai engkau, jangan takut Aku menguatkan engkau” dan seterusnya.

Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir.

1 : 18 Dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. Yesus menegaskan kepada Yohanes agar dia tidak takut, karena ini sungguh-sungguh Yesus yang Yohanes kenal, tetapi inilah Yesus dalam kemuliaanNya, inilah Yesus yang merupakan Allah yang kekal. Yohanes tahu bahwa Yesus telah mati, bangkit dan menampakkan diri, lalu naik ke surga, tetapi Yohanes sekarang melihat bahwa Dia tetap hidup dan Dia akan hidup untuk selama-lamanya, dan Ia berkuasa atas maut.

1 : 19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini. Tuliskanlah kata Yesus. Tuliskanlah ini sebagai perintah dari-Ku Allah yang kekal, yang kuasa, yang kau kenal sebagai Yesus yang telah mati tetapi telah hidup kembali. Tulislah apa yang terjadi sekarang, sekali lagi kata sekarang itu juga kekal karena berlaku sekarang ini, dan apa yang akan terjadi sesudah ini.

1 : 20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kau lihat pada tangan kananKu, dan ketujuh kaki dian emas itu.
Inilah rahasianya. Dalam Kitab Wahyu kita akan menemukan begitu banyak kata-kata symbol, bintang, kaki dian, naga, meterai, kuda, sangkakala, cawan, banyak sekali symbol yang kita temukan nanti. Para malaekat, bahkan malaekat Allah itupun juga merupakan symbol. Rahasia dari ketujuh bintang dan ketujuh kaki dian emas adalah malaekat ketujuh jemaat, dan ketujuh kaki dian adalah ketujuh jemat itu sendiri. Malaekat jemaat itu juga berarti kepenuhan iman atau situasi iman yang dijaga, yang ada di dalam sebuah jemaat.

Kita dengarkan sapaan pertama kepada jemaat-jemaat di Efesus bab 2 :
2 : 1 "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.
Yesus, Allah, Dialah yang berfirman. Dia yang memegang dalam tanganNya iman yang ada dalam ketujuh jemaat itu. Dia mengenal jemaat-Nya, sungguh-sungguh mengenal jemaatNya, karena itu dapat dikatakan Dia memegang mereka dalam tanganNya. Ia berjalan diantara ketujuh kaki dian emas itu. Dia ada, Dia berjalan, Dia berada ditengah-tengah, hadir di tengah-tengah jemaat-jemaatNya di seluruh dunia. (“Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman” Matius 28 : 20)

Inilah pesanNya bagi jemaat di Efesus:
2 : 2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
Yesus memberitahukan bahwa karena Dia ada ditengah jemaat maka Dia tahu apa yang dikerjakan. Karena Dia mengatakan, Dia tahu pekerjaan mereka. Pekerjaan mereka adalah mereka yang tidak sabar untuk meneliti ajaran-ajaran sesat. Itulah yang dimaksud oleh firman Allah di tempat ini. Engkau tidak sabar pada orang jahat, engkau mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul. Demikianlah yang juga dilakukan juga sekarang ini. Mereka tidak percaya begitu saja pada apapun yang dikatakan sebagai suatu hal yang baru. Mereka dengan tekun mencobai, menguji segala sesuatu karena memang itulah tugas Gereja. Yesus mengatakan: “Aku tahu akan pekerjaanmu itu”, katakanlah sekarang ini Yesus mengatakan kepada pihak hirarki Gereja Aku tahu bahwa engkau meneliti Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia, itulah yang terjadi, itulah yang kita dengar dari Rasul Yohanes yang berhubungan dengan kelompok kita. Aku tahu bahwa engkau tengah menguji mereka, engkau sebelumnya telah banyak menguji kelompok-kelompok yang lain dan mendapati mereka adalah para pendusta. Engkau telah mendapati mereka pendusta

2 : 3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh namaKu. Engkau tidak mengenal lelah.
Sungguh pihak yang menguji ini tidak mengenal lelah. Yesus mengatakan: “Aku tahu”, Yesus tidak mengatakan Aku memuji engkau, tidak! Ia mengatakan Aku tahu tentang pekerjaanmu itu, tapi pada ayat 4, Ia mengatakan:

2 : 4 Namun demikian Aku mencela engkau. Bagaimana mungkin Yesus mencela GerejaNya sendiri? Pimpinan Gerejanya sendiri yang dengan tekun menguji, supaya iman Gereja tetap setia, iman Gereja tetap ada dalam jalan kebenaran. Yesus mencela mereka bukan karena pekerjaan itu tetapi dicela karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula yaitu cara-cara yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin yaitu cara Kasih. Menyelidiki umat, meneliti apa yang terjadi di tengah umat dengan Kasih. Yesus mencela cara mereka karena mereka telah meninggalkan kasih.
Di sini dikatakan Aku mencela engkau karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Engkau tidak lagi memakai kebijaksanaan, tetapi engkau memakai penghakiman yang sudah dijatuhkan sebelum penyelidikan selesai dilakukan.

Maka disini Yesus menegur
2 : 5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Yaitu menggembalakan umat Allah dengan kasih, tidak meninggalkan kasihmu.
Jika tidak demikian, maka Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. Tadi dikatakan kaki dian adalah ketujuh jemaat. Apabila jemaat diambil, kepada siapakah perkataan ini ditujukan? Yaitu kepada pemimpin jemaat itu, para imam, para uskup, para gembala kita. Apabila imam dan gembala sudah tidak punya jemaat, apalagi yang tersisa pada mereka? Jikalau engkau (mereka) tidak bertobat!

2 : 6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci. Pada wahyu Yohanes ini ditulis, ada kalimat-kalimat atau perwahyuan untuk masa pada waktu itu. Pada waktu itu pengikut Nikolaus adalah pengikut suatu kelompok yang menyelewengkan ajaran Yesus. Yesus membenci mereka karena mereka menyelewengkan ajaran-Nya. Membenci dalam arti Ia menyedihkan mereka yang tidak akan selamat. Dan para pemuka umat ini juga membenci mereka ini.

Maka disini dikatakan
2 : 7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Roh yang ada disini adalah Roh Kristus sendiri. Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah." Mari kita telaah sebentar. Kata-kata Barangsiapa menang. Menang selalu adalah situasi pada selesainya suatu peperangan atau pertentangan selesai, ada yang kalah ada yang menang. Di sini adalah perwahyuan mengenai situasi sesudah pemurnian dunia, sesudah tiga hari kegelapan. Siapa yang menang? Adalah mereka yang percaya akan Pesan Bunda Maria mengenai Nubuat Bunda Maria mengenai Pemurnian Dunia, yang sesungguhnya sudah dinubuatkan juga dalam Kitab Wahyu ini, kita akan menjumpainya nanti. Dikatakan siapa yang menang akan diberi makan dari pohon kehidupan. Pada pesan Bunda Maria kita melayani di SMP Pangudiluhur tahu ’99, dikatakan “jangan engkau tanyakan apa yang akan terjadi ketika pemurnian dunia sudah selesai, apa yang harus engkau makan, apa yang harus engkau minum, apa yang harus engkau pakai, karena Tuhan sendiri akan memberi makan kepadamu. Ya, itu bahasa Surga. Di sini diulangi mereka akan Kuberi makan dari pohon kehidupan, dalam arti tidak usah kuatir kita tidak akan mati kelaparan, kita tetap hidup yaitu pohon kehidupan dari Taman Firdaus Allah (ini juga bisa berarti secara rohani)
.

2 : 8 Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali: Inilah firman dari Yesus sendiri.

2 : 9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu—(namun sebetulnya engkau kaya)--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
Yesus mengetahui situasi jemaat yang ada di Smirna. Inilah situasi jemaat yang juga ada pada masa ini. Yesus mengetahui karena Dia berjalan ditengah kaki-kaki dian emas itu, Dia ada ditengah-tengah jemaatnya. Jadi Dia tahu bahwa mereka susah, karena mereka miskin, padahal sesungguhnya mereka kaya, karena kaya didalam Yesus. Dia tahu bahwa mereka difitnah. Disini dikatakan orang yang menyebut dirinya orang Yahudi, yaitu mereka yang mengenal akan Taurat Musa, tetapi sebetulnya mereka adalah jemaat iblis karena mereka tidak mengikuti hukum itu. Sama seperti yang ada sekarang ini, mereka mengatakan mereka mengenal hukum Allah tetapi sesungguhnya bukan hukum Allah yang sejati, melainkan apa yang mereka tafsirkan dari hukum Allah dan mereka tuliskan sendiri, karena mereka sesungguhnya jemaat iblis.

2 : 10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sapaan ini begitu sering kita dengar, tadi sudah saya kutip juga apa yang kita terima di Purworejo. Jangan takut menderita, sepertinya kata-kata yang paling favorit untuk diberikan pada Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia adalah penderitaan, penderitaan, penderitaan. Penderitaan itu indah, dan keindahan itu adalah Aku sendiri. Kepada para pemuda kita yang mendapat panggilan selalu diberikan berkat:“Terimalah salib Penderitaan”. Penderitaan! Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita!!

Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. 10 hari adalah bahasa symbol yaitu kita bisa lihat apakah itu lama atau tidak lama itu tergantung yang mengalaminya. Akan dilemparkan ke dalam penjara, akan mengalami ketidak bebasan untuk menyatakan imannya. Sesungguhnya iblis melemparkan kamu supaya kamu beroleh kesusahan, kamu dicobai.

Hendaklah engkau setia bukan hanya sepuluh hari tapi setia sampai mati, artinya engkau setia walaupun karena kesetiaan itu engkau harus mati. Itulah yang ditegaskan kepada kita, ini sungguh-sungguh merupakan pilihan kita, kita mau setia atau tidak. Kita setia, bisa saja kita mati karena kesetiaan itu, tetapi apabila engkau setia sampai mati, Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. Apakah mahkota kehidupan? Yaitu kehidupan yang kekal.

2 : 11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."
Tadi dikatakan setia sampai mati walaupun engkau menderita, disana kita mengalami kematian yang pertama. Tetapi yang setia ini tidak akan menderita apa-apa ketika mengalami kematian yang kedua. Apakah yang dimaksud kematian yang ke dua? Adalah hari kiamat, akhir dunia. Barang siapa yang tidak setia, dia mati dan ketika hari kiamat dia mati untuk kedua kalinya dalam penderitaan yang kekal. Barangsiapa yang setia, dia tidak menderita apa-apa pada hari kiamat, dalam arti dia menerima kehidupan yang kekal dan kebahagiaan yang kekal.

2 : 12 Selanjutnya inilah suatu situasi jemaat di Pergamus yang juga merupakan suatu situasi dalam jemaat kita.
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua: artinya pedang yang tajam ini bukan hanya apabila ditebaskan hanya akan memukul ke kiri atau ke kanan saja tetapi ke segala arah.

2 : 13 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; Situasi apakah ini? Jemaat manakah yang dituju oleh sapaan ini? Aku tahu di mana engkau diam, Aku tahu di mana engkau tinggal, yaitu di tempat takhta Iblis. Ketika itu kita mendapatkan pencerahan dari Rasul Yohanes situasi apa yang kita alami dari apa yang dikatakan dalam perikop yang ketiga ini. Adakah anda tahu dimanakah umat Allah diam di takhta iblis pada saat ini? Kita melihat situasi di Ambon dan di Poso. Di sana jemaat Allah tinggal di takhta iblis. Jemaat Allah mengalami penderitaan di tengah-tengah kekuasaan iblis, di tengah-tengah kekuasaan mereka yang menerima iblis sebagai raja mereka.

Dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. Pada masa itu ( Gereja Purba ) seorang saksi Kristus bernama Antipas dibunuh karena imannya. Tetapi ini juga berlaku untuk saksi-saksi Kristus yang dibunuh di Ambon, di Poso dan di banyak tempat di Negara kita ini di mana jemaat Allah, pengikut-pengikut Kristus dibunuh karena imannya.

2 : 14 Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. (dari sinilah kita mendapat pencerahan bahwa itu terjadi di Ambon dan di Poso itu.)
Kita kembali sebentar pada Perjanjian Lama, pada masa pemerintahan Raja Balak, yaitu mereka yang memerangi orang Israel. Memberikan nasehat yang menyesatkan orang Israel. Bileam adalah seorang, kalau istilah sekarang mungkin seorang paranormal, yang memberi nasehat pada waktu itu untuk menyesatkan orang-orang Israel yaitu dengan menyembah berhala, berbuat zinah. Tetapi yang dimaksud dalam Kitab Wahyu bukan berbuat zinah dalam hal perselingkuhan sex semacam itu, tetapi berbuat zinah dalam hal pencemaran iman. Dan ini dilakukan juga pada masa kini. Ada beberapa orang diantara kamu yang melakukan itu. Suatu penyembahan berhala, suatu pencemaran atas iman. Apa yang dimaksud dengan ini, yaitu kita tahu situasi di Ambon maupun di Poso diantara umat Allah yang membalas pembunuhan yang dilakukan terhadap umat Allah dengan membalas pembunuhan kepada mereka yang menyerang umat Allah. Untunglah umat Katolik tidak masuk di antara mereka.

2 : 14 Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus. Jadi bahkan di tengah-tengah mereka ada orang yang mengatakan dirinya Kristen tetapi sesungguhnya menyelewengkan ajaran Kristus.

2 : 15 Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini. Pedang-Nya bermata dua, jadi yang akan terkena juga adalah mereka yang memakai Nama Tuhan tetapi untuk membunuh. Jadi musuh akan dibasmi, tetapi juga mereka terbunuh. Dan apabila mereka terbunuh jangan berteriak mengapa Tuhan meninggalkan kita, padahal kita berperang atas Nama Tuhan. Karena Tuhan tidak pernah meminta kita membunuh musuh-musuh kita.

2 :17 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi. Manna adalah makanan di padang gurun untuk umat Israel ketika mereka sudah habis persediaan makanannya. Manna yang tersembunyi akan kita terima ketika kita menang sesudah tiga hari kegelapan itu. Dikatakan manna yang tersembunyi, jadi itu masih tersembunyi, kita tidak tahu, tetapi kita akan mendapatkan makanan itu, kita tidak akan kekurangan, jangan takut, bertekunlah dan tetap setia supaya kita menang bersama Yesus sampai hari pemurnian itu tiba.

Dan ini penting: “dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."
Pada pesan-pesan awal Bunda Maria, “ Anak-anakku yang ikut serta bergabung dalam Kelompok Pelayanan kasih dari Ibu yang Bahagia akan menerima “meterai”. Akhir-akhir ini Bunda Maria jarang mengatakan itu karena sudah dikatakan “Aku sudah banyak mengatakan, kalau membaca pesan-pesanku itu engkau bisa menemukannya kembali.”
Meterai yang akan diberikan. Pada waktu itu, kita bertanya-tanya apakah meterai yang akan diberikan oleh Bunda Maria itu? Kita sudah punya meterai baptis, meterai apa lagi yang akan diberikan? Waktu itu kita mengatakan kita mempunyai sesuatu yang khas, anggota kelompok Pelayanan Kasih punya sesuatu yang khas yaitu kita merasakan sentuhan. Sentuhan KasihTuhan. Kita merasakan sentuhan kehadiran Bunda Maria, sentuhan Kasih Bunda Maria pada kita. Inikah meterai itu? Tetapi meterai itu kan harusnya bisa bukan hanya kita merasakan tetapi bisa dilihat dari luar dan dikenali oleh yang harus mengenali, karena yang memakai meterai itu, akan diselamatkan.

Apakah meterai itu? Disini dijelaskan, mereka akan menerima batu putih yang diatasnya tertulis nama baru. Nama baru dari siapakah? Nama baru dari kita? Nanti kita akan sampai kepada itu. Nama baru, nama baru dari siapakah? Tidak diketahui oleh siapapun selain oleh yang menerimanya. Kita tahu nama baru itu, dan Dia yang memberikan nama baru itu kepada kita, Dia tahu, dan Dia menyelamatkan kita tetapi musuh kita tidak tahu. Dan musuh kita tidak punya batu putih, meterai itu dengan nama baru itu. Nama baru dari siapakah ini? Inilah Nama Baru dari Yesus. Dan kepada Kelompok Pelayanan Kasih diberikan pengertian ini. Nama Baru dari Yesus yaitu Allah sendiri, ialah Bapa, Allah yang kekal. Dialah Bapa sendiri, Dialah Allah yang Esa itu. Kita mengenal Tri Tunggal Maha Kudus, yaitu Allah yang sama yang menjelma menjadi manusia dan memberikan RohNya untuk menghidupi kita sampai Dia datang kembali menjemput kita. Kita tahu kita diberi penerangan ini. Tetapi Kitab Wahyu juga berbicara tentang itu. Allah yang Esa itu, dialah Yesus. Mengapa kita diberitahu ini? Bukan supaya kita bisa mengatakan, aku tahu rahasia. Bukan itu ! Supaya kita sekarang ini tidak lagi menduakan Tuhan karena kita tidak akan menemukan Tuhan yang lain. Yesus yang kita sembah itu bukan hanya Juru selamat, bukan hanya manusia yang menyelamatkan kita (Allah yang menjadi manusia) tetapi Dialah Allah satu-satunya. Dan kalau kita tahu itu, kita boleh sungguh yakin bahwa kita akan menang bersama Dia kalau kita berpegang pada Dia. Itulah sebabnya kita diberikan rahasia ini. Bukan supaya kita simpan sendiri tetapi supaya kita mewartakannya dengan berani mengatakan “Ketika kiamat tiba Yesus tidak ada lagi, Dialah Allah yang kekal, tidak Allah yang lain. Maka dari itu berarti apapun yang difirmankan oleh Yesus, apapun yang diajarkan oleh Yesus adalah benar, karena Dialah kebenaran itu sendiri, Dialah kebenaran mutlak. Dialah Jalan dan Kebenaran dan Hidup itu sendiri!!

2 : 18 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga: Dialah Yesus sendiri. Mengapa masih dipakai istilah Anak Manusia, Anak Allah, masih dipakai istilah firman Allah, karena apa? Karena kita mengenal istilah-istilah ini. Kalau kita langsung berhadapan hanya dengan Allah yang Esa, yang belum pernah kita temui,akan sulit bagi kita mengerti Dia, karena belum ada orang yang melihat Allah kecuali Dia yang turun dan datang dari Allah. Kita mengenal Yesus yang sudah diberikan kepada kita, sudah kita terima ajarannya dalam gereja, kita mengenal Yesus, karena itu masih tetap dipakai bahasa itu, tetapi bila kiamat tiba tidak ada lagi Nama Yesus, hanya Allah yang kekal itu (sesuai pesan isi hati Tuhan Yesus, 1998).
Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:
Dia menyampaikan pesan seperti ini: Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama. Situasi apakah yang digambarkan oleh sapaan ini? Yaitu situasi kelompok-kelompok yang begitu giat untuk mewartakan Yesus. Kelompok-kelompok yang bekerja keras untuk mewartakan Yesus. Sungguh-sungguh bekerja keras. Banyak sekali kelompok persekutuan yang pergi kemana-mana. Itulah suatu gerakan evangelisasi, suatu gerakan pewartaan, suatu gerakan penyampaian kabar gembira Allah, terus menerus dengan sangat giatnya mengebu-ngebu atau menggelegar.

2 : 19 Aku tahu segala pekerjaanmu; baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari yang pertama..

2 : 20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. Apa yang dimaksudkan dengan ini? Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan Izebel (pada masa Gereja Perdana, adalah pengikut Nikolaus) itu mengajarkan untuk pencemaran. Zinah berarti pencemaran (bukan semata-mata perselingkuhan). Zinah berarti pencemaran akan ajaran Allah. Disini dikatakan makan persembahan berhala, berarti melakukan hal-hal semua yang menyimpang dari ajaran Allah itu sendiri. Apa yang dimaksud dengan ini?
Siapakah yang dimaksud oleh Tuhan yang melakukan pekerjaan begitu besar untuk pewartaan Kerajaan Allah tetapi dianggap telah mencemarkan? Siapakah mereka?( Tanpa ingin menghakimi kelompok manapun juga kita melihat begitu banyak gaya kelompok untuk mewartakan. Ada yang berangkat ke Singapore untuk melayani jemaat Indonesia yang ada di Singapore, berangkat ke Australia untuk mengunjungi Perth, Sidney, Melbourne, Adelaide dan seterusnya, dengan undangan tiket pesawat terbang. Ada yang hanya berkeliling di Indonesia. Ada yang mengadakan ibadatnya menggelegar dalam gedung-gedung mewah dan menggelegar dalam hotel-hotel mewah dengan sound system yang luar biasa. Ada yang mengadakannya begitu menggelegar di Istora Senayan dan menghabiskan biaya berjuta-juta. Inilah yang dikatakan oleh Yesus “Aku mencela engkau karena pewartaan mengenai Kerajaan Allah. Kabar gembira disampaikan kepada orang-orang yang menderita, orang-orang yang miskin, itulah tujuan Yesus. Disamping untuk mempertobatkan orang; tetapi bukan untuk disampaikan demi tujuan komersiel apapun karena kita terima secara cuma-cuma, maka berikanlah dengan cuma-cuma !

2 : 21 Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya.
Yesus telah memberikan waktu untuk memperbaiki diri, berarti teguran-teguran telah diberikan juga sebelumnya.

2 : 22 Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu.
Yang dimaksudkan perbuatan perempuan itu adalah Isabel, yang dimaksud zinah adalah pencemaran-pencemaran itu. Tetapi yang dimaksudkan dilemparkan keatas ranjang orang sakit tidak ada hubungannya dengan kutukan kena penyakit AIDS atau HIV dan sebagainya. Orang sakit tidak ada hubungannya dengan pemakaian istilah/ symbol ranjang orang sakit; maksudnya disini adalah kesukaran besar. Mereka akan ditimpa kesukaran besar.

2 : 23 Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang.
Anak-anaknya maksudnya mereka yang menerima pengajarannya itu dan lalu mereka yang meneruskannya. Kita melihat begitu banyak sekte-sekte, begitu banyak pecahan gereja-gereja baru, tidak terhitung lagi. Dari yang besar yang namanya Gereja Pantekosta di Indonesia; satu Gereja Pantekosta lalu menyebar nggak tahu ada berapa ratus sudah gereja. Sekte yang lalu merasa tidak cocok lagi lalu sudah bikin sendiri, mereka kumpulkan jemaat sendiri, mereka melayani disini, ketika tidak mau, ketika jemaat sudah besar mereka mendapat satu tempat, yang menyuruh mereka tidak mau pindah dari tempat itu, lalu merasa kurang mendapat pembagian keuntungan, pindah lagi, buat lagi. Kita tidak tahu lagi sudah berapa banyak gereja. Aku akan mendatangkan kesukaran besar bagi mereka dan anak-anak mereka yaitu pengikut-pengikut mereka. Akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang. Karena dari luar kita bisa melihat betapa hebatnya mereka, tetapi Tuhan tahu batin dan hati mereka.

Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya. Yaitu yang melakukan perbuatan tercela ini.
2 : 24 Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.
Jadi diantara jemaat di Tiatira atau jemaat yang dengan situasi seperti di Tiatira waktu itu, dengan kata lain yang tidak mengikuti ajaran itu, yaitu ajaran yang disampaikan oleh para Pewarta itu dan tidak menyelidiki apa yang mereka sebut sebagai seluk beluk iblis. ( Sekali lagi tanpa bermaksud menghakimi, begitu banyak pewarta dan juga para pelayan umat mengatakan dirinya “Hamba Tuhan” dan mengatakan “Saya mau melayani sepenuhnya, maka saya minta karunia dari Tuhan”. Dan karunia dari Tuhan ini mereka meminta dengan memaksa yaitu dengan cara mempelajari seluk beluk iblis itu. Mulailah mereka belajar segala macam ilmu, supaya dengan ilmu itu mereka bisa melayani anak-anak Allah dan mereka menyembuhkan orang. Rasul Yohanes membuka banyak disini. Ilmu-ilmu itu yang mereka pelajari itulah seluk-beluk iblis yang katanya mereka pakai supaya mereka bisa membantu menyembuhkan orang/ mengatasi masalah dengan jalan pintas. Itulah seluk-beluk iblis, dalam arti, sesungguhnya, semua kemampuan itu datang dari iblis. Sebuah karunia dikaruniakan dan tidak diminta dan karunia tidak mungkin dipelajari, apalagi diminta dengan paksa, karena semua yang memakai paksaan datang dari si jahat).
Yesus mengatakan bagi mereka yang tidak ikut, kepadanya tidak akan ditanggungkan beban yang lain.

2 : 25 Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang. Peganglah apa yang ada padamu, yaitu iman, tetapi tidak cukup iman karena orang mengatakan semua orang beriman, kita kan semua orang beriman Tuhan itu kan cuma satu. Jadi Tuhan itu Allah Yang Esa. Pada Pancasila kita sila pertama Ketuhanan Yang Mahaesa berarti orang Indonesia itu mempercayai Tuhan Yang Maha Esa. Lha kalau dia esa berarti kan Tuhannya sama, jadi semua orang beriman itu beriman pada Tuhan itu? Tidak! Kata rasul Yohanes. Tidak cukup engkau beriman, tetapi beriman kepada Yesus. Maka jangan hanya memegang imanmu, tetapi peganglah imanmu pada Yesus. Bahkan peganglah Yesus saja. Peganglah Yesus saja, peganglah itu sampai Yesus datang.

2 : 26 Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku, sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;
Apakah pekerjaan Tuhan? Kita kenal pekerjaan Tuhan dari nama yang diberikan oleh Ibu Maria bagi kita Kelompok pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia. Pekerjaan kita adalah pekerjaan pelayanan kasih.

2 : 27 Dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk-sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku.
2 : 28 Dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur.

Ini ayat yang menarik dan kita Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia sebaiknya mengenal ayat ini dengan baik. Barang siapa menang, yaitu kita yang melewati Tiga Hari Pemurnian itu dan melakukan pekerjaan itu yaitu pelayanan kasih, kepadanya akan Kukaruniakan Kuasa atas bangsa-bangsa. Apa yang anda artikan sebagai Kuasa atas bangsa-bangsa? Kuasa adalah kemampuan untuk memerintah atas bangsa-bangsa, tetapi kita ingat Yesus mengatakan dalam injil “Penguasa-penguasa yang lain, penguasa kerajaan-kerajaan di bumi ini memerintah dengan tangan besi. Tetapi kamu, apabila kamu memerintah kamu harus menjadi pelayan. Itulah Pelayanan Kasih. Jadi kita diberi kuasa, bukan kuasa sebagai berkuasa memerintah, tetapi kuasa sebagai kemampuan untuk melayani bangsa-bangsa, melayani orang-orang banyak. Mereka akan memerintah dengan tongkat besi, jangan salah arti bahwa tongkat besi ini berarti kekerasan, tongkat besi dalam arti simbolik. Dalam Kitab Wahyu artinya kekuatan besar bersama Yesus. Yesus akan memerintah dengan tongkat besi maksudnya Dia akan memerintah dengan Kepenuhan Kuasa KasihNya. Karena kuasa Yesus semata-mata adalah Kuasa Kasih. Mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk, yaitu mereka yang dilayani, diremukkan seperti tembikar untuk bisa dibentuk kembali. Karena kita layani dengan kasih maka mereka akan dibentuk kembali.
Inilah kemampuan sama seperti diberikan oleh Bapa kepada Yesus ketika Dia melayani kita. Dan yang sangat membahagiakan buat kita adalah kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur. Siapakah Bintang Timur ini yang dikaruniakan kepada kita oleh Yesus? Dialah Bunda Maria!! Kitab Wahyu bicara tentang itu dan Hirarki Gereja tidak membuka mata ketika kita mengatakan kami datang: Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia adalah Kelompok Ibu Maria karena ia sendiri yang membentuk kelompok ini, memberi nama, memimpin dan melayani, Ibu Maria sendiri. Karena kita menerima karunia ini dari Tuhan, yaitu karunia Bintang Timur.
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

3 : 1 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu. Dia yang berfirman ialah Yesus yang memiliki ketujuh Roh Allah, maksudnya kepenuhan Roh Allah sendiri dalam kemuliaan Allah, dan ketujuh bintang itu yaitu ketujuh malaikat jemaat. Yesus, Allah, adalah Dia yang memiliki segala-galanya !
Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Saudara-saudaraku terkasih, berhati-hatilah kita, karena bisa saja pesan ini sebetulnya juga ditujukan kepada kita. Berhati-hatilah justru karena kita anggota Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia, yang terus menerus mendapatkan nasehat dari Ibu Maria agar rendah hati dan lemah lembut. Karena begitu kita terpeleset dan kita menyombongkan diri sebagai suatu kelompok yang berjalan bersama Bunda Maria, suatu kelompok yang menjadi anak mas Tuhan, dan menjadi suatu kelompok yang dapat pembinaan khusus dari Rasul Yohanes. Jangan sampai justru kita tergelincir dalam kesombongan itu dan lalu kita mulai mewartakan diri kita sendiri, dan mengatakan aku hidup karena aku dihidupi oleh Roh Allah, aku dapat penerangan dari Rasul Yohanes sendiri, aku mendapat tuntunan pesan dari Bunda Maria sendiri, tetapi dalam apa yang aku lakukan tidak ada yang muncul, hanya di bibir saja. Pewartaanku adalah pewartaan bibir dan buah pikiranku semata dan bukan pewartaan hati, bukan lagi pewartaan kasih. Hati-hatilah karena pesan ini ditujukan kepada kita. Engkau hidup, engkau mengatakan hidup tetapi sesungguhnya engkau mati, artinya engkau boleh saja melakukan apa saja, tetapi sesungguhnya engkau tidak mendapatkan apa-apa dari itu. Dan waspadalah karena itu berarti engkau segera akan berakhir.

3 : 2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.
Yesus sudah mengatakan hendaklah sempurna sebagaimana Bapamu di Surga, sempurna adanya. Itulah adalah arah kita, tujuan kita, suatu waktu kita akan seperti itu, sempurna, supaya kita layak disebut anak-anak Allah. Tetapi Bunda Maria selalu menghibur kita “Tuhan tidak menuntut engkau untuk menjadi orang suci, Tuhan minta engkau menjadi orang baik, terutama Tuhan minta engkau menjadi orang yang setia.” Itulah yang dinyatakan Bunda Maria, tetapi tujuan kita menjadi yang sempurna, supaya apa yang kita bawa kepada Tuhan sungguh sempurna dimata Tuhan. Sempurna dimata Tuhan bukan berarti besar/pekerjaan besar. “Besar engkau lakukan tapi hatimu menggerutu dan engkau melakukan hanya dengan pikiran dan kesombonganmu, tidak ada artinya dimata Tuhan.
Kecil engkau lakukan tetapi engkau lakukan dengan sepenuh hati, itulah persembahan sempurna dihadapan Tuhan.”
Tapi disini ditegur karena tidak ada satupun pekerjaanmu, bahkan sekecil apapun yang Aku dapati sempurna dihadapan AllahKu.

2 : 3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah!
Saya percaya bagi kita masing-masing, kita telah menerima sapaan pribadi, yang sangat pribadi, maka karena itu kita bergabung dalam Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia, tidak ada diantara kita yang hanya ikut-ikutan. Kita semua sudah pernah menerima sapaan pribadi dan itu lalu menyentuh kita sedemikian. Ya aku mau bekerja bersama Maria. Ya aku masuk Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia. Karena pada kami tidak pernah ada arsip formulir pendaftaran. Anda datang sendiri. Kita sebelumnya tidak saling mengenal, sekarang kita bisa menyapa, semua kita sapa sebagai saudara yang sebelumnya kita tidak kenal satu sama yang lain, karena apa? Masing-masing dari kita mendapatkan sapaan pribadi. Maka diingatkan, ingatlah bagaimana engkau menerima sapaan pribadi itu. Ingatlah bagaimana engkau digerakkan ketika itu dan engkau menjadi hidup. Aku mau memulai hidup baru. Tetapi ketika kita hidup, ketika kita masuk dalam kelompok, dan kita sudah jatuh pada kesombongan kita, kita mati. Tetapi Yesus tidak mau kita mati, Dia mengingatkan kembali, bangunlah kamu dan hidupkan lagi apa yang hampir mati itu. Bagaimana caranya? Lihatlah kembali bagaimana saat itu engkau dipanggil, ingatlah saat-saat pertobatanmu dan engkau mengatakan “aku sekarang hidup karena Tuhan sendiri yang menjemput aku dan menyelamatkan aku” Itu merupakan pengalaman kita semua, satu per satu dari kita. Tidak ada yang bisa memaksa anda, biarpun saya bicara 5 jam, tidak ada yang bisa meyakinkan, tetapi kita mendapatkan sentuhan Tuhan dan Tuhan menyatakan “Aku adalah Aku, Aku menyertaimu, engkau tidak sendiri, Aku menguatkanmu”. Ketika itu kita merasakan ya!, inilah Tuhanku, aku percaya kepada Dia, dan aku mempunyai ikrar aku mau hidup yang baru, karena Dia sendiri datang menyelamatkan aku, ternyata Dia tidak pernah meninggalkan aku. Tetapi kemudian kita luntur, betapa sayangnya. Maka Dia telah mengingatkan kembali bagaimana ketika kita pertama kali menerima itu dari Dia. Ingatlah kembali bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya, turutilah itu dan bertobatlah.

Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.
Kata berjaga-jaga ini bertebaran baik dalam pesan-pesan Tuhan Yesus maupun pesan Bunda Maria dalam kelompok ini. Berjaga-jagalah! Apa arti berjaga-jaga? Bukan semalam suntuk kita berdoa atau kita mengadakan adorasi lalu kita doa sampai pagi bergiliran. Bukan itu! Berjaga-jaga artinya melakukan pelayanan kasih terus menerus, karena dengan itulah kita berjaga-jaga. Itulah harta yang bisa kita bawa, karena kalau tidak bawa apa-apa kita tidak dibukakan pintu Surga. Harta kita adalah pada sesama kita. Berjaga-jaga diberikan penerangan oleh Bunda Maria artinya melakukan pelayanan kasih terus menerus, karena kalau kita tidak melakukannya kita bukan anggota Kelompok Pelayanan Kasih. Kita menyandang nama itu, kita merasa hidup oleh nama itu, padahal kita sesungguhnya kita mati karena kita tidak berbuat apa-apa, dan hanya menunggu.

3 : 4 Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.
Tetapi ada orang-orang yang menjaga dirinya dengan baik.

3 : 5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. Disini Rasul Yohanes bernubuat tentang situasi pada hari kiamat, yaitu orang-orang yang datang dengan pakaian putih. Inipun ada dalam penglihatan dalam Kitab Wahyu, apa yang akan terjadi sesudah itu, tetapi tidak bicara tentang kiamatnya sendiri. Apa yang terjadi orang-orang berjalan dengan pakaian putih yang telah dicuci dengan darah Anak Domba. Akan ada nama kita dalam kitab kehidupan, dan Yesus sendiri akan mengakui nama kita dihadapan Allah, ketika Dia menghakimi kita.
Kita ingat pada ceritera-ceritera akhir zaman dalam injil sinoptis, disana dikatakan orang datang lalu mengetuk pintu, atau ceritera tentang lima gadis yang bijaksana dan lima gadis yang bodoh mengetuk pintu, tetapi Yesus mengatakan Aku tidak mengenal engkau. Tetapi kita yang menang akan diantar oleh Yesus kepada BapaNya, Dia akan mengakui nama kita.

3 : 6 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."
Roh itu adalah Roh Allah sendiri.

3 : 7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
Siapakah Dia? Yesus sendiri. Apa yang dimaksud memegang Kunci Daud? Kunci Daud adalah Kunci Kerajaan Surga. Apabila Ia membuka tidak ada yang dapat menutup, apa maksudnya? Apabila kita membuka hati kita, dan Allah lalu membuka hati kita lebar-lebar. Apabila kita membuka hati sedikit saja, Allah akan membuka hati kita lebar-lebar. dan Ia akan memberikan penerangan kepada kita. Dan tidak ada yang bisa menutup itu, tidak ada yang bisa menghentikan itu, tidak ada yang bisa mematahkan itu. Apa yang telah disampaikan kepada kita, apa yang telah diberikan penerangan dan diberikan pencerahan bagi kita untuk kita mengerti tidak ada yang bisa menutupnya. Tidak ada yang bisa menghentikan pewartaan ini, tidak ada yang bisa menyangkalnya, karena apa yang kita terima, apa yang dibukakan kepada kita adalah apa yang datang dari yang benar. ( Banyak hal yang telah dibukakan kepada kita yang tidak diberitakan sebelumnya, antara lain Ibu Maria, Bunda Allah yaitu Ibu kita. Kita menerima dalam pesan dalam kelompok ini bahwa Roh Maria sudah ada sebelum dunia diciptakan. Tidak ada dalam kitab suci. Bagaimana kau bisa mengatakan itu? Sesat! Kelompok ini sesat, karena menyatakan apa yang tidak ada dalam kitab suci…… Rasul Yohanes menulis dalam injil “Tidak semua bisa dituliskan, kalau semua dituliskan tidak ada buku yang bisa memuatnya. Itu antara lain. Juga dalam Perjanjian lama, para nabi yang jauh sebelum Yesus sudah mewahyukan itu tentang kedatangan Yesus dan mewahyukan seorang Dara, seorang anak dara. Mengapa demikian? Karena Roh Maria sudah ada sebelum manusia diciptakan, sudah ada dalam Rencana Allah. Bahwa Dia akan menciptakan manusia dan Dia akan menyelamatkan manusia. Dia sendiri akan menyelamatkan manusia dari rahim seorang dara. Ini tidak ada dalam kitab suci, tetapi kita sudah menerimanya.)
Dan apa yang kita terima ini tidak ada yang bisa menyangkalnya. Apa yang sudah dibukakan tidak ada yang bisa menutupnya, hati apa yang sudah dibukakan tidak ada yang bisa menutupnya, dan jangan sampai setan menipu kita, sehingga kita kita sendiri yang menutup hati kita, karena yang lain tidak bisa menutupnya. Tetapi apa yang ditutup, tidak ada yang dapat membuka. Inilah teguran, barang siapa mengeraskan hati, ia akan semakin keras hatinya; barangsiapa menutup hatinya tidak akan terbuka lagi. Itulah teguran yang sangat keras.

3 : 8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Itulah tadi kita telah diberikan penerangan-penerangan itu. (Kita mengetahui bahwa Maria mengandung Yesus dan ia tetap perawan. Seorang perawan mengandung. Tetapi dalam Kitab Suci tidak dikatakan bahwa ketika Maria melahirkan Yesus dia tinggal perawan. Tidak explicit dikatakan. Dikatakan Yusuf mengambil Maria menjadi isterinya, dan ia tidak bersetubuh dengannya sampai ia melahirkan Puteranya, seakan-akan sesudah itu ada pewartaan tentang adik-adik Yesus, tentang anak-anak Yusuf dan Maria, yang selanjutnya oleh Gereja Protestan mengatakan sedemikian itu, dan tidak apa-apa, kan Maria tetap Bunda Tuhan? Tidak! Maria adalah Perawan Kekal. Dan kepada kita diberikan pewahyuan ini: Yesus lahir Tidak Secara Biologis, dan ini disampaikan oleh Santo Yosef yang datang mengunjungi ibu Agnes. Mungkin bagi anda belum semuanya mendengar. Kunjungan Santo Yosef sudah tiga kali, untuk menegaskan itu kembali bahwa Roh Maria sudah ada sebelum dunia diciptakan, bahwa Maria tetap perawan. Dan Santo Yosef mengingatkan kita bahwa kita sudah ada dalam perjanjian itu dalam Karya Keselamatan Tuhan, maka masuklah dalam perjanjian itu dan jangan hanya mendengarkan atau mengatakan ya saya percaya tentang janji itu, tetapi masuklah dalam perjanjian itu. Seperti Santo Yosef, ia tahu dari nubuat-nubuat perjanjian lama bahwa akan ada Mesias. Tetapi Yosef seakan-akan cuma tempelan, lalu ia menjadi suami Maria, tetapi dia tidak punya andil apa-apa dengan kelahiran Yesus. Tetapi dia tahu karena ia diikutsertakan dan dia masuk dalam perjanjian itu, maka dia yang masuk bisa ikut dengan ringan, tanpa beban untuk mengikuti itu. )
Kalau kita masuk dalam kelompok Pelayanan Kasih, masuklah dan bekerjalah. Apabila kita bekerja kita akan mendapatkan terus menerus (tapi kalau kita masuk, sudah ikut beberapa kali tetapi saya belum bisa sepenuhnya, kita sudah berkali-kali menerima penjamahan dan kita masih bertanya-tanya, “apa benar?” Kita rugi sendiri, karena bila kita masuk dan langsung ikut kita akan menerima pencerahan, kita akan menerima kekuatan, dan iman kita ditambahkan untuk itu).

Ketika Yesus lahir di Betlehem (kita baru saja merayakan Natal –red: sharing diberikan pada Januari 2003) tidak secara Biologis, karena ketika itu sambil seperti tidur dan Bunda Maria merasakan sudah waktunya untuk melahirkan, tetapi yang ada adalah Gua itu menjadi terang benderang luar biasa, dan Suara Merdu Nyanyian Para Malaikat di dalam gua itu (Nyanyian Para malaikat yang lebih giat, bukan menggelegar, tetapi disitu Suara Merdu suara Surga yang menyejukkan, Santo Yosef menggambarkan), tahu-tahu Bayi Yesus sudah ada di pangkuan Maria, tidak ada proses kelahiran berdarah-darah, tidak ada sama sekali. Mengapa bisa begitu? Yesus adalah Allah, dan Ia masuk, bersemayam dalam rahim Maria, Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang mahatinggi akan menaungi engkau….Roh Tuhan sendiri yang berkarya. Maria mengandung dari Roh Kudus, itu bahasa manusia, karena Santo Yosef mengatakan “Bukan Maria mengandung, tetapi Allah bersemayam dalam rahim Maria”. Itulah ungkapan yang lebih tepat, dan itulah yang diberikan kepada kita kelompok ini. Tidak ada dalam kitab suci penerangan ini. Tetapi dengan itu kita tahu Maria Ibu kita itu siapa? Perannya apa? Kepenuhan perannya itu apa? Ibu Maria, sungguh mitra Juruselamat.

Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku. Inilah hiburan untuk kita Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia, kekuatan kita tidak seberapa, tidak apa-apanya kalau mau dibandingkan dengan kelompok-kelompok lain yang mempunyai banyak fasilitas dan begitu canggih, kekuatan kita tidak seberapa, siapa sih kita ini? Tetapi engkau menuruti firman-Ku, kita mengikuti pesan-pesan Tuhan dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

3 : 9 Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Jemaah Iblis, siapakah mereka itu?
Ialah mereka yang tadinya menyerahkan diri dibawah kekuasaan iblis, yang bersekutu dengan iblis, bisa yang belum mengenal Yesus, tetapi juga bisa yang telah meninggalkan Yesus. Banyak saudara-saudara kita yang dihantar kepada kita. Mereka yang berasal dari kalangan itu dan mereka yang menerima pengajaran dari kalangan itu, anak-anak Allah yang berguru kepada kalangan itu dan yang mempraktekkan ilmu-ilmu itu, memakai ilmu-ilmu itu baik sebagai jimat atau sebagai tenaga dalam yang dimasukkan oleh para gurunya.

Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.
Dalam pelayanan ke pelosok2 tanah air kita, kita telah menemukan begitu banyak pengalaman pertobatan ini dengan penuh sukacita, anak-anak Tuhan yang kembali seutuhnya pada Yesus. Anakku yang dipanggil oleh Tuhan, dijemput oleh Tuhan karena apabila Tuhan tidak datang menjemput, dia tidak mungkin datang sendiri. Tuhan menjemput dia. Inilah kenapa Tuhan memakai cara ini : Aku datang untuk menjemput anak-anakKu karena mereka sungguh sudah tidak berdaya lagi untuk pulang sendiri. Tuhan melakukan lebih dibandingkan perumpamaan anak yang hilang itu. Dia pergi menjemput. Beberapa dari anak-anak kami dijemput di sini (pertobatan kaum muda yang dipanggil di KA Semarang).

3 : 10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.
Inilah ayat untuk Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia untuk meneguhkan pewartaan kita.Inilah Tiga Hari Kegelapan. Jadi kalau orang bertanya apa itu pewartaan Kelompok ini tentang tiga hari kegelapan sebagai pemurnian dunia, inilah hari pencobaan untuk mencobai mereka yang diam dibumi. Pencobaan untuk memurnikan mereka, apakah mereka akan murni atau tidak, apakah mereka akan menang atau kalah, silahkan buka Kitab Wahyu bab 3 ayat 10, sudah diwahyukan pada rasul Yohanes.

3 : 11 Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.
Peganglag Yesus saja dan mahkota ialah kehidupan kekal.

3 : 12 Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ.
Akan Kujadikan sokoguru, akan Kujadikan tiang penopang dalam Bait Allah. Bait Suci Allah yaitu rumah Tuhan, rumah Tuhan dimana tinggal anak-anak Tuhan, dimana dibangun kerajaan Tuhan sendiri. Ia Kujadikan penopang, yaitu mereka yang menang, karena kita yang menang ini masih mempunyai tugas (pesan Ibu Maria) untuk mengumpulkan mereka yang selamat yang bertobat karena pencobaan itu. Jadi sesudah pencobaan, sesudah tiga hari kegelapan, kita yang menang, adalah kita yang sudah siap, tetapi ada mereka yang bertobat, dan mereka mengalami penderitaan, tetapi mereka bertobat dan mereka selamat juga. Lalu kita menjemput mereka. Kita akan dikirim untuk menjemput mereka dari mana-mana, karena kita menjadi tiang penopang itu, dan kita mengumpulkan mereka itu. Ia tidak akan keluar lagi dari situ, kita yang sudah ada dalam Bait Suci Allah sebagai penopang tidak akan keluar lagi dari situ (sudah diselamatkan).
dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari Surga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru. Itulah Batu Putih dengan tulisan nama yang baru, NamaKu, Nama Yesus sendiri, yaitu Nama Allah sendiri.

3 : 13 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.
Jadi perikop yang ke-2 pada bab 3 sangat mengena bagi Kelompok Pelayanan Kasih dari ibu yang Bahagia.

3 : 14 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah.
Yaitu Yesus. Dikatakan permulaan dari ciptaan Allah bukan berarti Yesus diciptakan Allah, tetapi Dia saksi dari permulaan penciptaan. Sejak terjadinya penciptaan, Dialah saksi karena Dia ada disitu. Pada awal mula adalah Firman, dan Firman itu ada bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah sendiri. Tidak ada yang diciptakan tanpa Dia, dan tanpa Dia tidak satupun yang diciptakan (bdk Yohanes 1 : 1-3)
.

3 : 15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!

3 :16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
Berhati-hatilah karena inipun bisa ditujukan kepada kita. Siapa yang dimaksud tidak dingin dan tidak panas? Yaitu mereka yang terus menerus ragu. Walaupun mereka ikut, mereka rajin, mereka tekun, katanya mereka setia tetapi mereka ragu, mengapa? Karena mereka tidak pernah berbuat apa-apa. Mereka hanya datang untuk menerima, dan mereka tidak pernah memberi, mereka datang untuk dilayani tetapi mereka tidak pernah mau melayani, ya karena mereka ragu. Kalau yakin pasti dia mau melayani, dia pasti berani maju, dia pasti berani mewartakan. Dia yakin maka pasti mau, tetapi karena dia tidak panas tidak dingin maka Aku akan memuntahkan engkau dari mulutKu, apa artinya? Engkau tidak akan dipakai lagi, engkau akan terbuang,
3 : 17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

3 : 18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api.
Aku kaya, aku sudah cukup, aku sudah tahu segalanya, sudah cukup! Aku tidak membutuh apa-apa! Aku kaya dan memperkaya diriku. Aku tidak kekurangan apa-apa. Aku sendiri yang milih-milih yang mana yang aku inginkan. Saya ikut tapi saya akan menyaring. Dia tidak mau dituntun oleh Allah. Tuhan mengatakan ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Ujilah! Bukan pilih-pilih yang Aku mau, yang enak-enak saja yang Aku mau. Aku kaya, aku sudah memperkaya diri. Aku tidak kurang apa-apa. Sayangnya itu hanya merupakan tanda bahwa sesungguhnya dia ragu-ragu dan apabila engkau ragu-ragu engkau tidak panas atau tidak dingin, ingatlah engkau akan dimuntahkan oleh Tuhan. Dan karena engkau tidak tahu bahwa engkau melarat dan malang, miskin, buta dan telanjang maka Aku menasehatkan engkau supaya engkau membeli daripadaKu emas yang telah dimurnikan dalam api. Ini diingatkan bahwa mereka yang ragu-ragu, yang merasa sudah cukup, sesungguhnya mereka sangat miskin, mereka tidak punya apa-apa. Karena sekali lagi apa yang kamu punya hanyalah dari apa yang engkau berikan kepada sesamamu. Pelayanan yang engkau lakukan itulah hartamu. Hartamu ada pada sesamamu. Bukan apa yang kita kumpulkan, tetapi hartamu ada pada sesamamu. Karena apabila itu engkau tidak sadari sesungguhnya engkau tahu betapa engkau tidak tahu, betapa engkau malang, betapa engkau miskin, betapa engkau buta, betapa engkau telanjang, artinya betapa engkau sesungguhnya memalukan disebut anak Allah. Maka Aku menasihatkan padamu, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, maksudnya agar engkau mengambil, menerima dari Yesus, meminta dari Yesus kemurnian ajaranNya itu. AjaranNya yang sejati, apa yang benar, yang murni itu seperti emas dimurnikan dalam api.

Agar engkau menjadi kaya, agar engkau tahu sesungguhnya apa yang harus engkau ketahui atau apa yang harus engkau hayati atau apa yang harus engkau perbuat. Dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan. Agar jangan kelihatan bahwa engkau sesungguhnya tidak tahu apa-apa. Dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat, dan tidak lagi berjalan dalam kegelapan.

3 : 19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar;
Inilah penghiburan yang sesungguhnya dari Yesus. Kita merasakan bahwa ini sudah 7 jemaat dan ini jemaat di Laodikia. Betapa Tuhan begitu keras, lalu apa yang bisa kita buat? Semua yang kita buat pasti tidak ada artinya? Kecil sekali yang kita buat. Tuhan mengatakan barang siapa Kukasihi ia Kutegur dan Kuhajar, sungguh-sungguh dengan keras menghajar kita, sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah. Relakanlah hatimu! Pasrahlah engkau! Itulah sebabnya Ibu Maria mengajarkan kita dengan Doa Pasrah. Pasrahlah untuk mendapatkan teguran, hajaran, didikan dari Tuhan sendiri dan bertobatlah. Untuk ayat 19 ini kepada kita dikatakan bahwa kita dikasihi Tuhan, karena itu kita mengalami penderitaan itu supaya kita dimurnikan dan kita bisa merasakan sungguh penderitaan itu suatu sarana untuk memurnikan apabila kita pasrah, apabila kita relakan hati kita.

3 : 20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Berkali-kali Ibu Agnes mendapatkan sapaan ini dari Tuhan: “Agnes, sesungguhnya setiap waktu Aku berdiri di depan pintu hati anak-anakKu dan Aku mengetuk pintu mereka, tetapi pintu tidak dibukakan, pintu tertutup, maka Aku tidak bisa melakukan apapun bagi anakKu ini. Setiap kali Aku mengetuk dan pintu ditutup”. Sementara Bunda Maria mengatakan: “Buka hatimu sedikit saja, apabila engkau membuka hatimu sedikit saja kuasa Tuhan akan masuk dan membuka lebar-lebar. “Aku akan masuk dan akan makan bersama engkau, apabila engkau makan bersama Aku dan Aku bersama engkau, maka engkau akan menyatu dengan Aku”. Apabila kita menyatu dengan Tuhan, kita tidak akan kekurangan apapun, kita tidak usah takut apapun. Tetapi Tuhan tidak bisa membuka pintu itu dari luar (dilukiskan pada lukisan Yesus mengetuk pintu yang pintunya tidak ada gagangnya dari luar), sekali lagi Yesus tidak pernah mendobrak, Yesus mengetuk pintu, Yesus adalah Allah yang lemah lembut. Yang suka main paksa dan tabrak sana tabrak sini itu setan.

Aku akan masuk mendapatkannya, Aku makan bersama dia dan dia makan bersama Aku. Yesus terus menerus menawarkan penyertaanNya yang sepenuhnya, agar kita menyatu seutuhnya dengan Dia, karena hanya bila menyatu dengan Dia kita akan mampu berbuah, bertekun dan bertahan dalam kesetiaan.

3 : 21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Memerintah bersama-sama dengan Yesus yang adalah Allah sendiri. Kembali disini kita melihat seakan-akan ada person Yesus, ada person Allah Bapa, ada duduk di sebelah kanan lagi. Sebelah kanan artinya tempat yang terbaik. Duduk bersama Bapa, padahal, Aku dan Bapa adalah satu. Yesus sendiri mengatakan itu, di sini kembali person Yesus karena kita mengenal Dia, maka selalu diulangi lagi.

3 : 22 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."
Inilah tiga bab pertama dari Kitab Wahyu yang baik untuk menjadi pegangan kita dari Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia. Bahwa inilah situasi yang ada sekarang, kalau kita diingatkan, kalau anda mau lebih lagi mendalaminya sendiri anda akan melihat bahwa Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia yaitu kelompok yang diturunkan oleh Bunda Maria dari Surga adalah Penggenapan Nubuat dari Kitab Wahyu itu. Kita boleh bersaksi mengenai hal itu. Itu benar! Sudah waktunya sekarang! (Pesan Ibu Maria September 2003)
Mengapa Rasul Yohanes tidak dari tahun ’95 ceritera sama kita tentang Kitab Wahyu, karena kini waktunya sudah semakin dekat, maka kita dibukakan, kita diberi penerangan yang lebih dalam, lebih luas tentang hal itu.

12 : 1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
(Wahyu bab 12 ini sebaiknya sungguh dimengerti oleh anak-anak Maria dari Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia.)
Wahyu kepada Yohanes mengenai seorang perempuan yang menjadi tanda besar di langit. Wahyu kepada Yohanes ini telah berkali-kali diterangkan oleh Ibu Maria, bukan hanya kepada Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia, Bunda Maria dalam banyak penampakannya dan banyak kehadirannya dan banyak pesan di banyak tempat di dunia sudah menyampaikan penerangan mengenai hal ini (sejak penampakan terakhir di Fatima 13 Oktober 1917).
Kita sudah melihat lukisan-lukisan Maria dengan 12 bintang sebagai mahkota. Kita sudah melihat lukisan dengan bulan (bulan sabit) di bawah kakinya, itulah lukisan Maria di Medali Wasiat. Juga penampakan di Paris, itu ada dua penampakan sebetulnya. Yang terlukis, salah satu diantaranya adalah Maria dengan bulan sabit dibawah kakinya dan mahkota dengan 12 bintang, dan juga ada Maria menginjak ular, Maria mengalahkan ular/naga itu, dan juga tentang seorang perempuan berselubungkan matahari yang biasa juga dikatakan seorang perempuan berhiaskan matahari. ( Salah satu penampakan Maria yang sangat spektakuler adalah penampakan di Guadalupe Mexiko dimana diberikan satu-satunya gambar Maria yang ada, yang asli yang diberikan dari Surga yaitu jubah dari Juandiego dimana tertera gambar Maria. Dan sesungguhnya apabila dilihat disitu Maria itu berhiaskan/berselubung matahari. Maria itu sudah mengalahkan dewa matahari dari bangsa Indian. Dewa matahari kepada siapa mereka terus menerus menyampaikan persembahan manusia hidup kepada dewa itu. Maria sudah mengalahkan itu dengan mematahkan itu semua bahwa Allah yang kita sembah bukan Allah yang haus akan darah tetapi Allah yang justru mau menumpahkan darahNya untuk menebus manusia, Allah itu adalah Yesus, anak Maria. )
Kita tidak membicarakan penampakan di tempat lain tapi kita membicarakan apa yang kita dapat dari Ibu Maria dalam Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia. Dimana-mana diseluruh penjuru tanah air kita, Maria telah memberikan tanda kasihnya yaitu pesona matahari, pesona Surgawi.

Tanda itu terus menerus diberikan sebagai tanda kasih, sebagai penghiburan, sebagai peneguhan. Bukan supaya karena tanda itu kita percaya tetapi karena kita percaya maka kita bisa melihat tanda itu. Jadi Percaya dulu baru kita mendapatkan tanda itu. Percayalah, Anda yang belum melihat tanda itu segera akan mendapatkan karunia itu. Anda akan mendapatkan kasih dari Bunda Maria. Tapi yang sudah lihat jangan lupa mendoakan saudara-saudaramu.

Dalam pesan-pesannya, Ibu Maria sudah mengatakan “.. kepadamu sudah diberikan tanda ini. Inilah tanda yang sudah dinubuatkan oleh Rasul Yohanes dalam Kitab Wahyu.” Itulah sebabnya mengapa kita sangat dekat dengan Rasul Yohanes, karena Rasul Yohaneslah yang bicara tentang tanda itu. Rasul Yohanes sungguh mengenal rahasia itu, diberikan oleh Bunda Maria, diberikan oleh Tuhan Yesus; diberikan penjelasannya oleh Maria dan Rasul Yohanes mendampingi kita.
Jadi boleh dikatakan capnya Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia itu sudah bertubi-tubi sebetulnya kalau saja Hirarki mau membuka mata. Tetapi karena orang perlu percaya dulu baru dia bisa mengerti, bukan mengerti dulu baru mau percaya. “Apa yang engkau tidak mengerti renungkanlah itu dan bawalah dalam doa dan janganlah engkau menghakimi apabila engkau tidak mengerti. Tetapi apabila engkau percaya, kepadamu akan diberikan pengertian” (Pesan dari Bunda Maria berulang kali).

Maka tampaklah suatu tanda besar di langit, sejak kapankah itu? Kita tidak tahu ! Juga, apabila hari pemurnian tiba, apakah sebelumnya akan didahului tanda besar ini di langit? Kita tidak tahu. Dalam Kelompok Pelayanan Kasih tidak diberi nubuat itu, tetapi ada tanda besar di langit dan semua orang bisa melihatnya, bukan hanya matahari tetapi Ibu Maria sendiri. Karena itulah yang terjadi di Sendangsono tanggal 24 Maret 1995 ketika ribuan orang mendapatkan pesona matahari, ketika itu Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia belum dibentuk, Bunda Maria sudah memberi tanda itu, ketika ribuan orang yang hadir di Sendangsono 24 Maret 1995 (saya sudah mendengar puluhan orang memberi kesaksian Pesona Matahari jam 3.00 siang sampai sore). Tetapi yang diberikan kepada Ibu Agnes Sawarno waktu itu bukan pesona matahari tetapi Maria sendiri yang hadir disitu, karena Ibu Agnes dipilih dan disiapkan untuk dipakai bekerja bersama Ibu Maria, bersama Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia untuk mewartakan pesan-pesan surga.

12 : 2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Siapakah yang mengandung dan melahirkan itu? Dialah Maria. Tetapi apa yang disampaikan dalam pewartaan kepada Kelompok bahwa Maria tidak menderita sakit ketika melahirkan. Apakah ini bukan suatu pertentangan? Bukan ! Mengapa demikian? Karena yang dimaksud bahwa ia dalam keluhan dan penderitaan dan berteriak kesakitan adalah teriakan Hati Maria. Kepedihannya sudah sejak ia mengandung Yesus. Dia tahu bahwa Dia akan menderita, bahwa Anaknya ini akan menderita. Dari mana Maria tahu? Bukankah Maria juga masih gelap pada waktu itu? Karena Maria pencinta kitab suci. Dia tahu semua nubuat para nabi yang akan dikatakan mengenai Mesias itu. Dan dia tahu Anaknya adalah Juruselamat dunia. Dia tahu karena ketika malaikat Gabriel menyampaikan kabar gembira. Malaikat Gabriel menyampaikan yang hebat-hebat itu. Dia akan menjadi Raja, Takhta Daud akan dikaruniakan kepada Dia, semua yang hebat-hebat. Tetapi Maria tahu kepada dia yang akan diberikan tongkat, dia akan menderita, dia adalah hamba Tuhan yang menderita. Dia akan dibuang orang; orang tidak mau melihat Dia karena Dia seperti penderita kusta, mukaNya begitu hancur, Maria tahu tentang itu. Maka sejak ia mengandung hatinya sudah menjerit karena tahu, Puteranya akan menderita. Demikian juga tentang kita, hatinya menjerit, bagi kita anak-anak yang diterimanya dari Yesus.
Maria menjerit kesakitan melihat anak-anaknya, kita ini anak-anak rohani Maria yang dilahirkan dari Rahim Gereja, karena Maria adalah Bunda Gereja. Dia menjerit, dia mengaduh karena tahu anak-anaknya menderita. Karena itu dia yang sudah bahagia di Surga, atas izin Allah datang supaya menjemput anak-anaknya kembali seutuhnya, supaya ikut bahagia. Inilah yang dikatakan perempuan itu mengaduh kesakitan, bukan berarti Maria melahirkannya dengan kesakitan, karena Maria melahirkan Yesus tidak dengan kesakitan tapi dengan sukacita.

12 : 3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
Inilah menggambarkan, angka tujuh itu selalu merupakan angka sempurna yang menggambarkan kedahsyatan dari kuasa iblis yaitu naga itu.
12 : 4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.
Kembali symbol bintang, rahasia bintang itu menyatakan tentang malaikat-malaikat. Dia menyeret sepertiga dari malaikat ciptaan Tuhan yang dilemparkan karena itu pengikut iblis, itu dilemparkan ke atas bumi.

Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
Segera sesudah lahir Yesus langsung terancam untuk dibunuh atas perintah Herodes.

12 : 5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi;
Gada besi sekali lagi bukan dengan kekerasan tetapi dengan kekuatan besar kuasa kasih Yesus sendiri.

Tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. Kata-kata dirampas disini bukan dimaksud Maria kehilangan Yesus seperti itu, tetapi sedikit menggambarkan semacam itu.
Maria segera kehilangan anaknya, bahkan sudah dimulai ketika Yesus hilang di Bait Allah usia 12 tahun, ia sudah kehilangan Yesus, dan sesudah itu boleh dikatakan “ia kehilangan Yesus”, karena sesudah Yosef meninggal, Yesus tampil di tempat umum, dan boleh dikatakan Maria ditinggalkan (walaupun ia pasti juga ikut serta dalam karya itu karena banyak kali Mariapun ikut dalam pewartaan Yesus, berkeliling di seluruh Israel itu).
Anak itu dirampas dalam arti Anak sungguh lalu berkarya, dirampasnya itu juga dengan penderitaan dengan wafatNya yang begitu hina. Anak itu dirampas dari padanya, dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya, dan akhirnya Anaknya naik ke Surga.

12 : 6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
Angka yang ada didalam Kitab Wahyu tidak perlu diartikan secara harafiah. Perempuan itu lari ke padang gurun maksudnya perempuan itu untuk sementara bersembunyi, katakanlah semacam itu, sementara tinggal diam. Tetapi sejak abad 19 – 20 dan sekarang abad 21 inilah abad-abad Maria. Maria sudah keluar dari persembunyiannya, dan bahkan selama itupun Maria sudah banyak sekali berkarya. Sudah sejak abad pertama Maria sudah menampakkan kepada Rasul Yakobus di Spanyol (The Lady of the Pillar) Maria yang menampakkan diri di pilar-pilar Bait Allah yang ada di sana kepada Rasul Yakobus. Itu penampakan Maria pertama yang tercatat pada abad pertama.
Supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Untuk apa dipelihara? Untuk ketika waktunya telah tiba ia akan datang untuk mulai berperang dengan naga itu dan naga dikalahkan!

12 : 7 Maka timbullah peperangan di Surga. Ini Rasul Yohanes kembali menceriterakan situasi pertama-tama ketika Mikhael bertempur melawan Lucifer. Jadi Kitab Wahyu menceriterakan apa yang terjadi pada waktu itu. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
12 : 8 Tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di Surga.

12 : 9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Setan, yang menyesatkan seluruh dunia. Jadi ingatlah Kitab Wahyu terus menerus mengingatkan kita bahwa naga si iblis atau setan itu menyesatkan seluruh dunia itu dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Di sana ia menjadi Penguasa Dunia ini.

Rasul Yohanes lompat lagi dalam nyanyian kemenangan:
12 : 10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di Surga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, , karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. inilah masa yang akan segera tiba ketika Hari Pemurnian telah turun. Siapakah Pendakwa kita? Iblis dan pengikut-pengikutnya adalah pendakwa kita, dengan segala kelicikannya iblis itu menipu kita. Ketika kita sudah tertipu dia datang kepada Tuhan mendakwa kita, ini pengikut kami dia begini begini …, begitulah ciri-ciri iblis. Itulah pekerjaan setan dia licik dia menjebak kita, tetapi siapa yang akan datang membela kita? Yaitu Yesus, Dia akan datang, (dan berkata : ”Walaupun ia seperti itu, tetapi Aku tahu dia bolak-balik ke kamar pengakuan, dia berdosa lagi tapi balik ke kamar pengakuan, itu sudah merupakan suatu kesetiaan walaupun dia jatuh lagi ke dalam dosa)
.

12 : 11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Siapakah mereka yang mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, kitalah yang dimaksud dan kita mengalahkan setan itu dengan kesaksian kita karena kita berani memberi kesaksian tentang yang benar. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. Inilah para martir kita.
12 : 12 Karena itu bersukacitalah, hai Surga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya,. Dan celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."
Yaitu mereka yang percaya kepada Allah dan kembali diingatkan kepada kita “Waktunya sudah singkat”.

12 : 13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu. Mulailah setan memburu Maria. Ini menceriterakan tentang Maria dan Yosef membawa Yesus mengungsi ke Mesir, terus menerus dari satu tempat pindah ke tempat lain, karena Herodes bekerja sama dengan Romawi, maka dimana saja ada kekuasaan kerajaan Romawi disitu Herodes masih bisa nebeng kekuasaan tentara Romawi untuk mengejar.

12 : 14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. Sebetulnya terjemahan yang tepat burung nazar`adalah burung rajawali Ini menceriterakan tentang perjuangan Maria, dalam banyak peristiwa dimana setan itu berulang kali mau menjatuhkan Karya Maria tetapi Maria terus menerus menang. Kita boleh mencatat kemenangan Maria ketika Paus Pius VII mencantumkan tanggal 7 Oktober menjadi “Maria Ratu Rosario”. Itu kemenangan Maria yang luar biasa, itu salah satu yang dicatat, dan Paus Yohanes Paulus II sekarang mengajak kita untuk juga menyatakan Oktober 2002 sebagai “Tahun Rosario” Tahun untuk mendoakan supaya kita menang, supaya Allah memberikan damai, dan itu menjadi Tahun Kemenangan kita juga. Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air sebesar sungai ke arah perempuan itu supaya ia dihanyutkan sungai itu. Ini juga suatu pekerjaan setan untuk menggagalkan karya Maria.

12 : 15 Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air sebesar sungai kearah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
12 : 16 Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.

Kembali Maria menang, Maria menang karena dia bersama Allah yang Mahakuasa.

12 : 17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. Siapakah dia? Yaitu kita semua anak-anak Maria, maka dikatakan siapakah yang paling banyak menderita oleh tipu muslihat setan? Yaitu anak-anak Allah, khususnya anak-anak Maria. Karena apa? Karena setan tahu itu, bersama Maria kita pasti menang (dan kita mengatakan kenapa orang-orang yang jahat kok hidupnya malah enak, rejekinya malah menumpuk, kok dia sukses, kelihatannya sukses? Kenapa orang yang begitu rajin berdoa mendekatkan diri. pada Tuhan justru menderita : Dekatkanlah dirimu kepada Allah maka semua akan menjadi baik. Apa yang menjadi baik? Harga begitu mahal? Terus kita membuat demo. Yang membuat demo itu pasti bukan anak Allah; yang marah-marah itu pasti bukan anak-anak Allah).
Seperti itulah setan mengajak anak-anak Allah karena tidak mau anak-anak Allah selamat dan dengan segala tipu muslihat mengajak kita untuk menggerutu, untuk marah, untuk memberontak, untuk protes, dan bukan menerima penderitaan itu sebagai sesuatu yang indah. Setan akan terus menerus mengecoh anak-anak Allah maka ia pergi memerangi keturunannya yang lain yaitu kita, anak-anak rohani Maria yang menuruti hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. Kita disini dipuji bahwa kita menuruti hukum Allah, kita punya kesaksian Yesus, dan kesaksian Yesus mengatakan kita rela menderita bahkan apabila kita harus mati, karena kepada kita akan dikaruniakan mahkota kehidupan kekal.

12 : 18 Dan ia (setan) tinggal berdiri di pantai laut. Dan menanti saat yang tepat, jangan sampai kita bertemu dengan dia dan jatuh kedalam jebakannya, tetapi dekatkan terus diri kita pada Allah maka kita akan diselamatkanNya. Amin!