WAHYU KEPADA YOHANES BAB 1 - 6 dan 12

"BERSAMA RASUL YOHANES"


TANYA JAWAB

(Umat : Boleh saya bertanya? Begini. Soal kita sekarang mempersiapkan diri kearah itu semua, kita ini apalagi kita dalam Kelompok Pelayanan Kasih mempersiapkan diri, hal yang saya pikirkan ini apa saja yang kita persiapkan?)
Oh... mempersiapkan itu adalah, dari awal saya sudah menyampaikan “Hatimu”.
Hatimu adalah milik Allah. Hatimu ini ada bersatu dengan rohmu. Hati itu bukan hatimu yang ada di sini ya, apa itu hati manusia? (Umat : Liver)
Liver. Bukan itu. Hati rohanimu, hati bersama roh. Rohmu itu ada hidup, ada bersemayam dalam kerangka badanmu ini. Kalau roh ini sudah diambil oleh Allah, badanmu sudah nggak berdaya, sudah jadi tanah, nggak ada gunanya. Yang berguna bagi kamu adalah rohmu ini yang mau diselamatkan, roh ini adalah hidup. Hatimu dalam roh. Dalam roh kamu bisa berdoa, bertemu dengan Allah. Siapa berdoa dalam roh, dia akan bertemu dengan Allah, tetapi kalau berdoa dalam pikiran dengan segala rencananya, dia bertemu dengan iblis. Percaya nggak kalian? (Jawab umat: Percaya)
Akhirnya kalian putus asa, kalian marah kepada Allah karena doamu tidak terkabul. Itu banyak anak-anak manusia lari dari kenyataan, kalau dia nggak bisa, gila dia. Ini yang mau saya sampaikan kepada kalian.
Jadi saya minta kamu dalam kelompok ini yang bersatu dengan Ibu Maria bekerjalah dengan baik, lakukan yang bisa kamu lakukan terutama dalam keluargamu masing-masing, itu penting. Tidak ada lagi kemarahan, kejengkelan dalam rumah, tetapi di rumah itu ada kasih dan cinta supaya kalian itu bisa memuliakan Allah. Kalau satu yang jengkel, yang marah, itu semua akan kena, karena setan selalu memakai kelemahan-kelemahan orang-orang yang ada di sekitar itu. Akhirnya tidak ada damai. Satu perkara tidak selesai akan menjadi orang itu tambah marah, tambah jauh dari Allah. Jadi itu yang mau saya sampaikan.


(Umat : Rasul tolong terangkan bagi kami tentang pemurnian itu sendiri seperti yang kami bahas tadi kami ingin mendapat lebih dalam lagi bahwa pemurnian itu tidak pernah berangkat dari diri orang itu sendiri tetapi selalu datang dari luar?)
Ya baik. Saudara-saudaraku yang terkasih, salam damai dan salam sukacita bersatu dengan Allah kita semua pada siang hari ini bersama Agnes dan juga berdua para imam beserta anak-anak Tuhan pada saat ini. Kamu boleh dengar apa saja hari ini saya beri waktu banyak untuk kalian. Kita akan banyak bicara apa yang tidak kamu mengerti, boleh bicara.
“ Pemurnian”. Pemurnian itu bukan datang dari dirinya sendiri justru juga dari sekitarnya. Sekarang aku begini ya, kamu Ola aku nggak suka kamu, nggak suka kamu dengan sikap dan tingkah lakumu. Itu nggak bisa ya. Saya harus menyukai dia dengan segala apa saya suka dia, itu pemurnian. Saya bisa menerima apa saja dalam sikap dan tingkah laku sesamaku, saudara-saudaraku, dalam keluargaku apa adanya tapi ada penyelesaian. Jangan sampai aku mau menerima tapi tidak ada penyelesaian, itu kasihan nanti. Saya dimurnikan, dia juga harus dimurnikan, bener nggak? Mengerti nggak apa yang saya ngomong? Jadi saya dimurnikan dia juga dimurnikan. Karena saya tidak suka dengan sikap si A, si B, dan saya juga dimurnikan, aku harus suka menerima orang itu dan aku dekat dengan orang itu, mencintai dia, mengasihi dia dan saya akan berbicara secara iman mengatakan A B kepada dia. Dia dimurnikan, saya dimurnikan. Dia tidak lagi berbuat nakal, saya juga bisa menerima apa adanya dan saya menjadi orang sabar.
Jadi pemurnian itu bukan hanya dari diri sendiri, tapi disekitarmu kamu dimurnikan. Pasti banyak orang yang berontak-berontak karena temannya nggak suka. Kalau nggak suka kamu nggak masuk dalam pemurnian. Dari segala sikap dan tingkah laku apapun yang kamu terima di sekitar kamu khususnya dalam keluargamu kamu harus tahu, aku harus sabar dengan keadaan ini aku berbuat apa. Jadi saya bijaksana, saya punya kerendahan hati, muncul kerendahan itu untuk menerima orang itu apa adanya dan diselesaikan, begitu. Itu pemurnian. Ya sudah mengerti? Suka tidak suka, mana ada orang hidup aku suka kamu, nggak! Apa katanya? Aku suka kamu. Nggak, pasti ada yang muncul dalam diri seseorang itu suka dan tidak suka, ini pemurnian. Ini sangat membantu kalian masuk dalam pemurnian saat ini. Jadi kita jadi tahu, oh kelemahanku disini aku suka marah, ya karena orang itu aku marah. Yang penting kamu mendoakan orang itu dengan tulus dengan hatimu pasti Tuhan merubah orang itu menjadi baik. Doa, kita kembali kepada doa. Kita harus banyak berdoa. Berdoa itu adalah kita bersatu dalam roh dalam kasih dalam cinta melalui kuasa Allah kita bertemu dengan Allah melalui doa itu sendiri.
Kami dulu banyak berdoa. Segala sesuatu kami bawa dalam doa, yang nggak enak juga kami bawa dalam doa, apa lagi yang enak kami suka cita dalam doa. Boleh, kalian menyanyi, bersuka cita, terima kasih pada Tuhan. Kalian menari-nari boleh, nggak ada yang salah kok. Karena di Surga juga begitu sorak-sorak ria. Apalagi yang sesuatu bahagia, kami rasakan bahagia melihat sesuatu dalam bumi ini, kami bersorak bersukacita, memuji memuliakan Allah. Kamu juga boleh tidak ada yang salah. Siapa mengatakan salah kamu menari-nari memuji Allah? Ada yang mengatakan salah nggak? (Jawab umat: Tidak ada)
Ada! Itu orang nggak mengerti, Allah itu suka dan suka kalau anak-anakNya sukacita riang gembira memuliakan Dia, dengan kejujuran dia dengan segala isi hatinya ditumpahkan kepada Allah, Allah suka! Daud, menari-nari dia, memuji Allah dan menyerahkan dirinya. Aku dulu lahir dari rahim orang tuaku dengan telanjang, sekarang juga, maksudnya itu maka saya katakan kalau mau datang kepada Allah jangan bawa duniamu.
Kalau kamu para imam, kamu datang kepada Allah karena kamu seorang imam, kamu bicara kepada Tuhan dengan apa yang kau inginkan sebagai seorang imam. Tapi rendah hatilah. “Inilah aku Tuhan datang kepadaMu dengan segala kelemahanku dengan segala sikap dan tingkah lakuku, aku datang kepadaMu. Dan aku berdoa bagi umatku yang Kau serahkan kepadaku, tolong aku supaya aku dapat melindungi mereka semuanya didalam semuanya pelayananku, tetapi tidak aku dilayani.” Oh saya tanya bener nggak? (Jawab umat: benar)
Karena kami dulu bersama Tuhan, kami melayani mereka. Kami diajak oleh Tuhan pergi dari satu tempat ketempat. Ini kaki saya sakit, baju ini bau, warnanya jadi apa itu? Nyuci baju itu.. sementara istirahat nyuci-nyuci sebentar, tidur..., kering pakai lagi. Kalau kamu para imam, wah hari ini kamu saya lihat bahagia, banyak para imam bahagia satu tempat ketempat, memang sudah waktunya seperti itu, melayani dengan cara seperti itu, tapi aku ingatkan jangan lupa “jangan dilayani tapi kamu yang melayani”. Itu sempurna kamu menjadi seorang imam karena tugasmu untuk melayani. Ok kalian percaya ya? Harus demikian.

Ya tadi kita sudah banyak bicara dengan Rasul Yohanes tentang kebenaran, tentang rencana Tuhan untuk menyelamatkan manusia, bagaimana kita menjadi anak Tuhan yang baik dan melaksanakan tugasnya dengan baik dan melayani dengan baik. Itu perlu perjuangan. Pasti kalau Tuhan melihat anak-anakNya sedang berjuang untuk hal sesuatu yang baik pasti Tuhan berkati dalam perjalanan anak-anakNya. Jadi kita tadi banyak dikasih bukan ilustrasi ya, dikasih pengertian-pengertian yang sangat dalam oleh beliau bagaimana kita yang sudah diselamatkan ini kita harus berbuat apa dalam perjalanan ini? Jadi itu yang bisa saya dengarkan tadi dimana Rasul Yohanes banyak menerangkan kepada kita semuanya.

(Umat: tanya sedikit tentang Wahyu 4 mengenai kedupuluh empat tua-tua dan mengenai keempat binatang)…..
4:4 Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.
Saya belum paham maaf mengapa pakai kata tua-tua, kenapa empat binatang?)

Biasanya kalau tua-tua itu kan istilah Rasul Yohanes itu kan tua-tua itu orang yang bijaksana, berkenan, pokoknya berbeda, bukan tua-tua bangka, bukan ya! Begitulah artinya, jadi sudah gimana ya, dalam hal pekerjaannya sudah diterima Tuhan dalam kehidupannya.

(Umat Maksudnya jumlahnya itu kan tua-tua itu ke 24 mengapa pakai ke 24?)
Sebenarnya itu hanya suatu ungkapan ya, bisa saja nggak bisa dihitung Surga itu banyaknya orang-orang kudus, orang-orang suci ya. Hanya sebagai symbol saja untuk kiasan untuk memberikan pengertian kita. Di Surga itu banyak banget bagaimana menghitungnya? Begitu, nggak akan bisa terhitung, tapi dengan kiasan ini supaya kita tahu, oh.. orang itu ada sekumpulan sekian, kita bisa merenungkan, pasti di Surga itu lebih banyak lagi dari itu. Jadi ini hanya kiasan saja tidak terbatas jumlahnya.

Terus apa yang lain? Ini tadi yang empat binatang itu adalah kiasan-kiasan lagi, ya mungkin diambil karakter-karakter yang tentu yang baik dalam binatang itu apa. Kalau seperti lembu, kayak apa sih karakternya? Dia membagikan semuanya apa yang dia punya, sampai seluruh tubuhnya apa yang dia pakai itu diserahkan kepada manusia, semua apa dikasihkannya: susunya, daging apalagi, mata semua diberikan semua berguna. Jadi ini sebagai contoh ya. Jadi semua binatang itu punya hal-hal yang baik dimata Tuhan dipakai untuk orang-orang tertentu yang dipakai Tuhan itu. Kayak Rasul Yohanes punya ciri khas ini, yang ini punya ciri khas ini, yang ini punya ciri khas seperti ini. Ya, sudah ngerti?

(Umat: Kuda merah itu artinya apa sih?)
Ya perang, pemberani.

Mengapa Rasul Yohanes itu diberi gambaran Rajawali? Itu terlalu jauh dia mengajarkan ini tentang Allah. Hanya dia yang menguasai itu, yang lain-lain nggak. Jadi dia digambarkan itu supaya kita tahu. Jadi punya ciri-ciri khas. Coba kita lihat injil-injil Markus Lukas Matius dengan Rasul wah nggak ada apa-apanya.

Pastor-pastor yang mana sih yang paling susah untuk mengarah atau mengambil suatu perjalanan ini untuk romo untuk menghadapi umat? Rasul Yohanes! Memang berat. Rasul Yohanes berat. Buat kita juga berat, nggak usah para romo, kita juga berat karena ini pendalaman iman. Siapa yang percaya kepada Yesus ini terus digojlok, ayo..ayo..seolah-olah kita ditarik untuk lebih jauh untuk mengetahui tentang Allah. Nah seperti itu! Jadi itulah Injil Yohanes, jadi berbeda, maka dikasih gambaran burung rajawali. Maksud Rasul Yohanes diberi gambaran itu melihat karakter-karakter seseorang dalam pewartaan itu. Mungkin Ola lain, saya lain, anda lain, punya karakter masin-masing dalam pewartaan. Tidak sama walaupun yang disampaikan sama tentang Allah tapi caranya berbeda-beda, maksudnya sama. Itu masing-masing punya karakter kayak Matius Lukas Markus berbeda-beda versi tapi mengarah kepada Allah, mengantar Allah dalam karya keselamatan untuk manusia.
Begitu, saya pikir Rasul Yohanes dapat diteruskan? …
Kata beliau sudah cukup saja sudah cukup dalam arti semuanya.

(Umat: Oh ya tadi dikatakan juga oleh Rasul Yohanes mengatakan bahwa sesudah pemurnian dunia ini satu masa kita tidak tahu ya berapa lama ya masa itu? Jadi kita mengalami sampai pemurnian dunia, tetapi sesudah pemurnian dunia dalam satu masa itu tidak tahu apakah kita mengalami peristiwa-peristiwa sesudah masa itu sampai selesai?)
Jadi tadi Rasul Yohanes kalau nggak salah saya mendengar apa yang beliau katakan, apa yang menjadi bagian kamu dalam pewartaan yang sudah kamu terima tentang janji, itu yang kamu terima saat ini. Jadi sampai hari pemurnian kita punya kerja dan segala. Kita tidak tahu satu masanya itu apa umur sampai mana dan mana? Tapi dalam satu masa itu kan ada masa yang akan datang bentuknya lain lagi, kita nggak sampai kesana ngapain kita bicara itu? Yang kita bicarakan sekarang janji Tuhan, pemurnian itu dan kita melaksanakan tugas. Kita tidak tahu sampai kapan umur kita pada satu masa itu sendiri. Masa akan datang mungkin kita tidak akan mengalami masa kiamat, mungkin kita tidak akan mengalami. Mengapa perlu kamu harus tahu masalah itu? Sia-sia juga, terlalu jauh, kamu tambah tidak akan mengerti! Yang sudah mengerti ini dimengerti sangat dalam terutama dalam kelompok ini untuk pewartaan, begitu lho!

(Umat: Ada pertanyaan ini Ibu, mudah-mudahan Rasul Yohanes juga masih ada untuk membantu untuk menjawabnya. Kita sekarang kan dalam masa advent, selalu dalam tahun liturgi pewartaan gereja kan selalu mengatakan, pada masa advent kita memperingati 3 atau masuk dalam suasana untuk tiga hal: merayakan hari kelahiran Yesus, menyiapkan hati kita untuk menerima Yesus, dan menantikan kedatangan Yesus yang pada hari kiamat. Kedatangan Yesus kedua kan sudah kiamat itu, tidak pernah berbicara tentang pemurnian dunia. Lalu kita kelompok ini pewartaannya masuk bicara tentang pemurnian dunia. Kita sekarang ini memilih rekoleksi pada masa advent karena itu suasananya kan pas untuk menantikan Allah, tetapi kan bicara tentang pemurnian dunia kan Allah belum datang pada saat pemurnian dunia, kuasanya turun tapi Anak Manusia sebagai hakim kan belum, itu kan baru hari kiamat. Sehingga mau menyampaikan pewartaan ini kan seperti menyusup ditengah-tengah itu. Itu kan seringkali menjadi kesulitan untuk pewartaan terbuka karena gereja tidak pernah mewartakan tentang masa tengah-tengah itu?)
Romo Isak Doera: Gereja tidak pernah mendalami kitab Wahyu ini ya, sehingga macam tadi seperti Bunda Maria selalu bilang Nubuat Rasul Yohanes, nubuat Rasul Yohanes, baru tadi kita mengerti lebih baik. Lha ini yang gereja tidak mengerti, artinya bukan gereja dalam arti tapi hirarkhi yang sekarang tidak memperhatikan.

Maka itulah kesulitan-kesulitan yang dihadapi gereja, kesulitan-kesulitan yang dihadapi para imam untuk mengarahkan umat-umat yang sekarang sedang labil dalam iman dalam kehidupan, banyak keputus-asaan, banyak persoalan yang mereka hadapi karena mereka tidak punya pegangan mengarahkan mereka.
Sebenarnya pemurnian-pemurnian pribadi itu kita setiap hari harus pemurnian. Bukan harus batas janji Tuhan pemurnian akan datang kita masuk dalam pemurnian. Tidak! Pemurnian terus menerus. Terus kita menantikan Yesus bukan harus Natal saja kita membuka hati menantikan Yesus, kita juga setiap hari membuka hati menantikan kedatangan Yesus dalam kehidupan kita. Itu lebih nyata dari pada pengertian itu yang diartikan harafiah. Maka banyak orang hanya ke gereja Natal dan Paskah, seperti itu. Ini tidak! Menantikan kelahiran Yesus sebetulnya bukan memperingati, kita harus memperbaharui hidup kita, melahirkan diri kita setiap hari menjadi orang yang baru dalam arti pertobatan, merenungkan dalam perjalanan hidup ini apa yang sudah saya lakukan, itu pemurnian. Itu adalah, kelahiran baru itu setiap hari, tidak harus hari Natal saja. Jadi ini yang belum dimengerti bagi anak-anak Tuhan di dalam gereja. Yang selalu mereka cukup Natal dan Paskah ke gereja, habis dia tidak kegereja. Dan tidak pernah mengikuti kegiatan-kegiatan rohani dalam lingkungan dan segala macam. Sudah cukup itu saja? Nggak! Inilah tugas para romo untuk mengarahkan itu. Jadi dalam Natal nanti dan dalam Paskah nanti tolong diperjelas arti Natal dan Paskah dalam kehidupan kita sehari-hari. Itu yang sangat penting. Jadi bukan arti huruf besar PASKAH dan NATAL, tapi yang penting itu adalah kehidupan Natal dan Paskah dalam kehidupan pribadi setiap hari, itu kata Rasul Yohanes.

Memang berat ya siapa yang tidak merenungkan kedalaman itu, kok berat amat sih! Mau ikut Tuhan aja kok harus begini begitu? Nggak! Tuhan tidak menuntut banyak dari kita, Tuhan hanya menuntut kita itu jaga dirimu baik-baik, setialah kamu dalam kehidupanmu, itu saja. Karena kesetiaan itu diberikan pada awalnya kepada Abraham. Kesetiaan yang diminta dari Tuhan, itu akan berlanjut kepada kita semuanya. Kita jangan... kalau orang nggak setia dosanya apa? Itu urusan Tuhan jangan kita selalu mau tahu apa yang diperbuat Tuhan dalam hidup seseorang.
Banyak ada yang ngomong: “Bu Agnes, romo itu sekarang sudah tidak ada, bagaimana itu?” Lho itu terserah, itu kan kesetiaan romo. Itu urusan Tuhanlah dengan romo itu. Itu bukan hak kita, kita boleh mendoakan itu semuanya. Jadi manusia itu ingin tahu sejauh mana Tuhan menghakimi orang itu yang tidak setia. Itu salah.

Nah itu yang perlu disampaikan Rasul Yohanes pada siang hari ini. Jadi pemurnian itu memang ada dan ada. Kalau enggak, manusia mau jadi apa? Tolong manusia mau jadi apa sekarang ini kalau pemurnian tidak dilakukan Tuhan? Manusia mau jadi apa? Habis dong manusia ini, dimana kuasa Tuhan hadir Tuhan mau menyelamatkan siapa lagi, karena manusia sudah lenyap bersama dunia? Tidak begitu rencana Tuhan. Tuhan pasti sayang dan setia kepada anak-anakNya. Pasti Tuhan mau melakukan rencana itu, Dia mempersiapkan anak-anakNya dengan baik maka diutusnya Ibu Maria itu kepada kita. Itu juga kuasa Allah memberikan Ibu Maria hadir ditengah-tengah kita di bumi ini. Itu tanda apa? Tanda kasih, tanda cintaNya Tuhan, dengan segala cara Tuhan mau menyelamatkan manusia dari dunia ini, seperti itu.

(Umat: Pada masa matahari gelap ini tampaklah tanda Anak Manusia dilangit dan seterusnya. Tanda Anak Manusia dilangit ini yang saya tangkap apakah itu berupa Salib atau apa atau tadi ada tanda lagi bahwa itu dikatakan bahwa Anak Manusia datang diatas awan. Jadi saya menangkapnya kalau menurut Matius saya gabung dengan yang tadi itu bahwa Yesus datang kedua kalinya itu kira-kira di depan KTH atau hampir KTH itu jadi bukan setelah ini. Ini pendapat Bu, terima kasih)
Tadi itu dikatakan Matius ada tanda-tanda dilangit, kayaknya Anak Manusia diatas awan-awan. Itu sebenarnya jangan diartikan harafiah ya! Diartikan kuasaNya datang, itu adalah pemurnian tadi. Jadi bukan kiamat tetapi awal pemurnian itu kuasaNya datang. Jadi kuasaNya itu pemurnian tadi itu, maka dikatakan tanda besar dilangit. Tanda besar di langit itu adalah kuasaNya turun kebumi ini untuk pemurnian. Cuma di sini Matius memakai istilah-istilah lain. Jadi memang Rasul Yohanes sangat tinggi pengertiannya. Tapi itu sederhana boleh ditangkap siapa saja dengan pikiran sederhana bahwa itulah maksudnya. Jadi itu awal dari pemurnian mau menjelang masuk dalam pemurnian, kuasa Tuhan akan hadir, maka pemurnian turun keatas bumi ini. Jadi jangan kita melihat Tuhan akan menampakkan diri diawan-awan, bukan itu, nggak seperti itu. Jadi KuasaNya turun dimurnikan dunia, seperti itu. Jadi orang selalu mengartikan yang lain-lain. Memang nggak ada salahnya kalau orang nggak mengerti dan mengartikan yang lain-lain. Tapi tolong pengertian saya ini jangan saya masukkan didalam pemikiran-pemikiran iman rekan-rekan. Cukup saya untuk renungan tapi itu juga seleksi lagi saya bawa dalam doa bener nggak hasil renungan saya seperti itu? Nah makanya kalau kita tidak bisa membedakan seperti itu nanti ya iblis akan ikut campur tangan dan mengarahkan yang lain.

Mari kita berjuang melayani apa saja, khususnya dalam keluarga. Kalau keluarga kita tidak bisa melayani, diluar juga kita tidak bisa melayani. Jadi sikap anak Tuhan adalah melayani tidak pandang bulu, bentuknya apa, enak tidak enak, kita mau melayani dengan senang hati.

(Umat:. Bagaimana untuk memadukan antara kedua ini antara tugas pertama untuk bersaksi tentang kehadiran bunda Maria di Indonesia ini dan memadukan pewartaan tentang pemurnian dunia itu?)
Begini, sebenarnya kita sudah mewartakan tentang pemurnian itu sebenarnya itu berasal dari siapa? Otomatis juga kita mewartakan Ibu Maria dengan semua pesan-pesannya, sebenarnya sudah! Cuma mereka yang kita sampaikan itu hati mereka nggak sampai disitu tapi itu bukan kesalahan kita, itu hak dia untuk menutup tentang pewartaan itu sendiri. Ya kita tidak bisa buat apa-apa, ya kita kembalikan kepada Tuhan dan kita pewartaan itu jangan sampai pewartaan pemaksaan, kamu harus terima! Nggak mungkin! Sedang Tuhan saja sampai detik ini masih banyak orang yang belum diselamatkan di seluruh bumi, banyak yang belum percaya kepada Yesus. Jadi yang penting Tuhan kan tahu Ibu Maria tahu bahwa kita sudah pewartaan. Cuma yang kita sampaikan itu belum membuka hati sejauh itu. Jadi yang penting kita selalu mendoakan mereka dan pewartaan itu supaya kerahiman Tuhan itu turun atas mereka.

Mgr Isak Doera: Saya mau tambah sedikit ya. Kelompok ini menurut saya, menurut renungan saya dinamakan Kelompok Pelayanan Kasih karena memang pelayanan kasih seperti terjadi ketika Ibu Maria masih di dunia ini dan membimbing umat di Yerusalem itu, tidak ada lagi di gereja, semangat persaudaraan yang begitu hebat saling membantu doa dari rumah ke rumah seperti yang di Yerusalem itu tidak ada lagi. Kalau itu tidak ada bagaimana kita mau menghadapi hari pemurnian itu? Maka itu semangat itu harus dihidupkan. Di Yerusalem Bunda Maria bertindak sebagai bunda bukan sebagai ratu, dan sekarang Bunda Maria datang ke Indonesia ini seperti dulu di Yerusalem sebagai bunda. Tapi kita di Indonesia ini apalagi di Jawa ini yang mayoritasnya orang Jawa yang bersifat feodal, mereka lebih senang menghadapi Maria sebagai Ratu dari pada sebagai Bunda. Itu sudah tertera dalam hati mereka yang bersifat feodal itu. Tetapi hubungan psikologis antara seorang ratu itu jarak psikologisnya besar, tetapi hubungan seorang dengan bundanya itu tidak ada jaraknya lagi, mereka berpelukan. Dan ini yang Bunda Maria ingin supaya dia lebih dipandang sebagai Bunda di Indonesia ini dari pada sebagai ratu, meskipun ratu itu juga benar tapi Ratu itu dia punya posisi di Surga. Dia Ratu Surga. Sekarang dia mau datang ke dunia ini sebagai bunda. Memang dulu waktu tempat itu masih angker mereka mengadakan Novena dan kemudian kuasa kegelapan dapat diusir dari situ. Dan disitu memang dapat dipahami kalau mereka menamakan gua ini Sendang Ratu Kenya karena waktu itu ada peperengan antara kuasa kegelapan dan kuasa Terang. Kuasa terang yang diwakili Ibu Maria sebagai Ratu melawan raja kegelapan, ya itu dapat dimengerti. Tetapi kan Bunda Maria kan bisa minta kepada anak-anaknya supaya mereka terbiasa menyapa dia dengan Bunda jangan terutama dengan Ratu. Karena dengan menyapa dia sebagai Bunda kedekatan kita dengan dia itu lebih mesra dari pada kalau menyapa dia sebagai Ratu, jarak psikologisnya sebagai ratu itu terlalu jauh. Jarak psikologis tidak ada, kalau kita menyapa dia sebagai Bunda. Tetapi ini ya sulit untuk memasukkan ini di pikiran orang yang memang punya semangat feodal, itu sulit, tetapi harus. Tuhan Allah sendiri Raja Besar yang mahakuasa mau menjadi manusia bukan lahir di istana tapi lahir dikandang binatang. Ini gereja di Indonesia juga ada sedikit terkena dengan ini. Tahun 67, 68, 69 waktu itu kita mulai dengan terjemahan rumusan-rumusan baru doa-doa gereja itu yang beralih dari bahasa Latin ke bahasa Indonesia. Waktu itu rumusan baru yang dianjurkan oleh karya liturgi itu feodalistis bukan main. Malahan Bunda Maria, malaikat Gabriel menyapa Maria sebagai Bunda, padahal Maria pada waktu itu masih gadis belum bersuami, tidak mungkin itu. Dan dalam doa baik itu doa-doa Gloria maupun doa prefasi, saya waktu itu kebetulan di Pontianak dan saya diminta bantuan oleh Komisi Liturgi di Pontianak dan saya tulis sebuah artikel di majalah Penabur yang waktu itu masih hidup. Ini semangat feodalisme itu terlalu besar. Kita merasa sangat menghormati Tuhan kalau kita memandang Dia sebagai Raja atau Maria sebagai Ratu, padahal itu tidak dikehendaki oleh Tuhan, tidak dikehendaki oleh Bunda Maria. Mereka mau lebih dekat dengan kita maka Yesus mengajar kita menyapa Tuhan dengan sebutan Bapa, Abba itu kata orang saya tidak pandai bahasa Hibrani itu sapaan yang sangat mesra “Ayah”. Begitupun dengan Bunda Maria, kita jangan lebih suka menyapa dia dengan Ratu kita harus menyapa dengan Bunda. Yesus kan sudah memberitahukan itu kepada kita “Itulah Bundamu, itulah Ibumu, itulah anakmu”. Dia disalib, ini merupakan semacam wasiat Yesus, keinginan hatiNya yang terakhir sebagai manusia hidup di dunia ini yaitu bahwa antara Maria dan kita ada hubungan antara ibu dan anak. Ini yang harus kita laksanakan.

(Umat: Selamat sore Rasul Yohanes saya cuma mau bertanya mau tolong dituntun bagaimana saya mencintai Bunda Maria sebab kalau saya mencintai dia, apapun yang diperintahkannya akan saya lakukan, kalau tanpa cinta tidak mungkin saya bisa berbuat sesuatu. Seberat-berat apapun tugas kalau ada cinta pasti akan saya melakukan, tolong ajar kami sebab Rasul Yohanes menurut pengetahuan saya sangat mencintai Bunda Maria maka dikasihi Tuhan Yesus. Terima kasih)
Ya, baik semua anak-anakku yang berkumpul di sini. Saya ingin semangat rohani yang seperti ini. Teruslah kalian berjuang untuk berkumpul dan membicarakan Tuhan, apa yang harus kalian lakukan setelah kalian berkumpul? Melayani mengasihi, mencintai dan jangan lupa memberi kepada orang yang menderita disekitarmu. Jangan ada paksaan, tapi kerelaan hatimu karena engkau cinta pada Tuhan. Apapun kau lakukan karena cinta, Tuhan menerima dengan sempurna atas semua kebaikan-kebaikan yang telah kamu lakukan dalam hidupmu sebagai anak-anak Tuhan. Baik siapapun yang meminta untuk kebaikan pasti Tuhan akan kabulkan seperti kamu mintalah pada Tuhan mohon doa restu kepada Ibu Maria supaya cintamu berkobar-kobar bersatu dengan Ibu Maria. Apapun yang kamu minta dalam kebenaran dalam kasih, dalam Roh, dalam rohani, secepat itu kamu akan mendapatkannya. Tapi kalau kamu minta dunia kamu tidak akan mendapat apa-apa tapi kamu kecewa karena kamu tidak mendapatkan apa yang menjadi keinginanmu. Di dalam kelompok ini saya minta dari pada kamu sadarlah kamu yang dipanggil, berbahagialah kamu yang dipanggil. Tidak semua orang dipanggil membuka hati dan Tuhan menerima dari apa kesediaanmu dalam panggilan itu. Tidak semua orang! Tapi berbahagialah engkau saat ini membuka hati untuk bersatu dalam kebenaran ini untuk menyampaikan kebenaran ini supaya anak-anak Tuhan semua selamat dan semua kembali, itulah tugasmu. Itulah yang diminta oleh Tuhan. Tuhan juga datang mau menyelamatkan manusia supaya manusia ciptaannya itu menjadi hak miliknya sepenuhnya, tidak lagi bagian dari dunia.
Anak-anakku semua, aku bahagia lihat kamu seperti ini. Kalau inilah banyak iman seperti ini di seluruh bumi mencari Allah, mencari Allah dimana kamu berkumpul memuliakan Allah dan melayani, damailah semuanya. Tetapi dunia begitu keras dunia begitu besar pengaruhnya bagi orang-orang yang menutup hatinya dalam kebenaran.

Jadi apa yang kamu tanyakan tadi masalah bayi meninggal belum dibaptis dalam Roh, tapi dalam keluarganya sudah menerima Allah, anak itu selamat. Jangan ada lagi keraguan siapa yang mengalami seperti itu jangan merasa takut semua diselamatkan asal keluarganya itu sungguh-sungguh memuliakan Allah bersaksi tentang kebenaran melalui sikap dan tingkah lakunya karena dalam satu hal sampai anak itu tidak dibaptis Allah tidak menghitung itu, yang dipentingkan adalah iman dari keluarga itu sendiri sejauh mana ia percaya kepada Allah.

Dan bagaimana Allah bersama manusia ciptaanNya, saya akan menjelaskan lebih jelas kepada kamu. Allah menciptakan manusia punya tujuan sangat mulia. Kalaulah Allah tidak menciptakan manusia Allah sendiri di Surga berkumpul dengan para malaikat, seperti itu. Allah melihat itu kurang menyenangkan karena Dia punya kuasa untuk melakukan yang terbaik menjadi tujuanNya Allah menciptakan manusia, supaya manusia diciptakan itu untuk memuliakan Dia, bersatu dengan Dia didalam ciptaan itu, maka apa yang dipertanyakan tadi apakah Tuhan ada bersama mereka yang tidak percaya? Saya mengatakan pada awalnya Tuhan ingin menciptakan manusia untuk menjadi milik Allah seutuhnya, tetapi setelah diciptakan manusia memilih tidak mencari Allah tetapi mencari dunia karena sebelum dunia dijadikan setan sudah ada karena para malaikat, begitu banyak malaikat yang diusir dari Surga. Dia sudah menjadikan dirinya menjadi seorang pengganggu. Pengganggu itu adalah setan, pengganggu yang tidak baik. Jadi Allah menciptakan manusia, diciptakan akhirnya manusia jatuh dalam dosa. itu adalah ulah penguasa kegelapan itu sendiri ingin mengabadikan semua peristiwa apa yang dialami Adam dan Hawa apa yang dia dengar perkataan Tuhan, dia akan lakukan kepada keturunannya, maka terjadilah itu. Pada awalnya manusia akan bahagia di bumi ini, pada akhirnya manusia banyak yang menderita dan sedih dan celaka bersama dunia. Siapapun yang celaka bersama dunia berarti Allah tidak ada bersama mereka. Siapapun menerima Allah dalam kehidupannya dan dia jatuh dalam dosa, Allah maharahim, mahapengasih dan mahapenyayang, siapa membuka hati dalam kelemahan dan dosanya Allah menyambutnya dengan sukacita. Itulah Allah kita, Allah yang dekat Allah yang sungguh-sungguh memberikan hidupnya kepada kita semuanya dan apakah balasan kita kepada Tuhan yang telah memberikan semua kehidupanNya kepada kita sehingga mau datang ke bumi ini karena Allah melihat manusia sudah jatuh dalam dosa dengan ulah setan-setan yang ada di bumi ini. Maka Tuhan datang, tanpa Tuhan datang manusia akan hancur, akan hancur semua ciptaan Allah sehingga Allah dengan rencana semula supaya manusia memuliakan Allah dan mengenal Allah sesungguhnya yang menciptakan dia, akhirnya itu tidak akan terwujud maka Tuhan hadir ke bumi ini mau menyatakan diriNya kepada manusia dan mengingatkan lagi kepada manusia supaya manusia kembali, apa menjadi rencana Allah bagian dari kehidupan adalah kebahagiaan. Jadi ini yang perlu saya sampaikan kepada anak-anakku semua yang ada di sini. Maka akhir pertemuan ini saya tidak pernah meniggalkan kalian dimanapun kalian melayani Tuhan mengantarkan saya bersamamu karena aku diberikan untuk membimbing kamu di dalam dunia ini. Secara dunia memang kamu tidak pernah melihat aku, tapi lihatlah dalam segala buah-buah yang kamu terima selama ini dalam kelompok ini, apakah itu buah dari Surga atau buah dari dunia. Itulah kami yang selama ini bekerja bersamamu. Sorga ikut serta bersamamu dimana kamu berdoa disitu doa kami satukan bersamamu dalam doa itu sendiri dan kami tidak pernah meninggalkan kamu karena Tuhan telah memberikan ini saat-saat terakhir ini dinyatakan kuasaNya dalam kehidupan kamu semua. Dimana Agnes ini diutus untuk kamu untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran ini supaya mereka yang sudah pudar dalam imannya tumbuh kembali dan diingatkan kembali bahwa Tuhan itu adalah Allah yang dekat, Allah penuh kasih dan cinta, Allah mahapengampun dan Allah punya kasih sepenuhnya dan tidak bisa diambil oleh dunia dan Allah itu ada di Surga, supaya kamu tahu bahwa Allah itu sungguh-sungguh akan membawa kamu di dalam kebahagiaan. Maka selamatlah kamu bekerja dan nantikan dengan rohani dan bekerja. Dan jangan sekali-kali menghitung-hitung waktu kapan dan kapan waktu nanti kamu akan capai sendiri karena kamu tidak akan bisa merenungkan kuasa Tuhan dan janji Tuhan. Semua janji Tuhan, semua perjanjian lama dan kami semua janji itu kami bekerja, bukan janji itu untuk diterima dan hanya didiamkan seperti itu sampai menunggu janji itu akan terlaksana, itu salah. Maka janji itu membuat kita bekerja, bekerja dalam arti kita melayani. Selamat kamu bekerja dan bekerjalah dengan baik dengan hatimu. Aku ingin hatimu tulus dan belajarlah membersihkan hatimu setiap hari. Jangan kamu biarkan hatimu membeku dengan segala persoalan yang tidak baik, nanti akan tertutup nanti kamu akan tidak melihat kebenaran itu sendiri sehingga kamu tidak akan mendengar lagi panggilan Tuhan dalam kehidupanmu. Tuhan memanggil dengan segala cara, banyak sekali, jadi supaya kamu ada kepekaan didalam iman, supaya kamu disaat-saat kamu dimana kamu berada kamu membutuhkan bantuan Tuhan disitu kamu datang dan berdoa, Tuhan hadir dan menolong kamu dan kamu merasakan pertolongan itu sendiri. Jadi saya minta segala sesuatu yang mengganjal dalam hatimu cepatlah diselesaikan dan dibersihkan dan bersatulah kembali dalam pelayanan. Jangan ada lagi kemarahan-kemarahan dalam pelayanan, nanti iblis itu akan bekerja, akan membuyarkan rencana-rencana yang baik itu didalam perjalananmu. Iblis itu sangat licik, dia masuk, kadang-kadang kamu tidak mengerti ini Tuhan atau siapa? Hampir sama. Ada orang disembuhkan melalui paranormal, para orang yang mempunyai kekuatan-kekuatan dari dunia. Dia sembuh, tapi lihat kesembuhan itu bukanlah kesembuhan yang sungguh-sungguh didapatkannya, akhirnya dia akan menderita, mendapatkan penderitaan yang lebih dalam karena kesembuhan itu datang dari dunia bukan dari Tuhan. Kalau dari Tuhan Dia akan menyembuhkan jiwa dan ragamu, supaya kamu mengerti.

Jadi saya minta kamu berkumpul pada saat ini dan juga para imam kamu berdua, kamu sudah banyak mendengarkan semua dan kamu bersatu bersama anak-anak Tuhan pada saat ini. Kamu harus juga bekerja untuk umatmu dimanapun kau berada berikan penjelasan-penjelasan yang lengkap tentang Allah, jangan separuh-separuh atau setengah-setengah memberikan penjelasan tentang Allah. Antarkan mereka bimbing mereka untuk datang kepada Allah, itulah tugas kamu menjadi imam dipanggil oleh Allah menjadi tangan Allah untuk menyelamatkan anak Allah di bumi ini. Ini pesanku untuk kamu para imam, dan tolong sertailah mereka dalam perjalanan. Jangan kamu takut atau kuwatir nanti siapapun akan dinyatakan oleh Allah mana yang benar mana yang tidak benar sampai akhir itu tiba. Mereka menutup hati dan mengatakan kamu tersesat, akhirnya mereka mendapatkan apa yang menjadi pemikiran mereka, apa yang menjadi maksud dan tujuan mereka dalam perjalananmu ini. Tapi kamu jangan menghakimi siapapun, tapi siapapun yang salah terhadap kamu, kamu tidak berhak untuk menghakimi siapapun tapi mendoakan. Mereka mohon kerahiman Tuhan supaya mereka juga dirubah untuk menjadi anak yang baik dalam perjalanannya. Itulah pelayanan. Pelayanan rohani pelayanan jasmani itu bersatu kamu memberikan pelayanan itu kepada mereka, jangan ada yang menjerit-jerit disekitar kamu yang tidak makan, kamu diam dan menutup telinga dan hati dan matamu dan kamu tidak dengar itu semua jeritan-jeritan itu. Kamu dosa atas peristiwa itu. Saya menyatakan kamu berdosa atas peristiwa itu! Jadi bergegaslah, maka kamu dijadikan kelompok ini untuk bekerja sama untuk menyelesaikan segala permasalahan yang menyangkut anak-anak Tuhan. Beramai-ramailah kamu menolong siapapun dengan dengan senang hati, dengan sukacita, tanpa pamrih apapun yang muncul dari hatimu. Jangan mengejar pahala karena kamu sudah punya Allah di Surga dan tahu kamu punya Allah di Surga, tidak lagi kamu mengejar pahala, lakukan saja dalam nama Tuhan Yesus kau melakukan apa saja. Jangan sekali-kali kamu mengatakan aku berbuat baik supaya Tuhan begini, aku berbuat baik supaya Tuhan berbuat begini kepada saya, kamu tidak akan mendapatkan apa-apa dari apa yang telah kamu lakukan. Orang yang mencari pahala itu, mereka tidak mengenal Allah di Surga karena mereka tidak tahu tujuan hidupnya, dimana dan harus kemana? Tapi kamu punya tujuan adalah Allah di Surga. Kamu sudah mengerti ya? Terima kasih untuk kamu sudah cukup pertemuan ini bersama Agnes.

(Umat: Tentang dua saksi Allah, apa maksudnya dua saksi Allah apakah salah seorangnya Bunda Maria, kemudian tentang ada binatang keluar dari laut dan dari darat, mengapa ada istilah laut dan darat membedakan mereka? Terima kasih)
Kamu terlalu jauh berpikir, semua pasti disebutkan Allah segala ciptaannya yang di bumi ini, itu hanya sebagai sarana sebagai tanda Tuhan untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran itu.
Allah berhak memakai apa saja dengan segala ciptaanNya maupun di bumi, di langit di laut. Ya, itu hanya sebagai kiasan-kiasan kuasa Allah yang telah menciptakan semuanya. Kamu mengerti? Yang sudah mengerti, tolong jelaskan dulu sama dia.