Kepasrahan

 

Sebenarnya pasrah itu sudah diawali oleh Ibu Maria. Sejak Ibu masih hidup, Ibu memulai kepasrahan itu; hanya percaya kepada Allah. Itulah ciri khas anak-anak Allah. Mereka yang menjadi anak-anak Allah, dengan sendirinya mereka masuk dalam kepasrahan.

 

Kepasrahan adalah menyerahkan diri kita se-utuhnya kepada Allah. Dalam kepasrahan kita dapat melakukan apa saja dan menerima apa saja dalam hidup ini.

Pasrah adalah berani menjalani hidup, tidak kuatir tentang hidup, tetapi kita hanya menyandarkan diri seutuhnya kepada Allah.

 

Pasrah sanggup melakukan apa saja - karena arti pasrah itu sangat luas, sangat dalam dan sangat rohani - kita sanggup melakukan apa saja dalam hidup ini tanpa pamrih dan kita mau berjuang untuk menjadi anak-anak Allah, menjadi saksi tentang hidup ini bagi mereka yang belum percaya tentang keselamatan yang sudah datang ke bumi ini.  Karena pasrah itu adalah sungguh-sungguh masuk di dalam perjalanan kehidupan kita bersatu dengan Allah.

 

Kalau kita mau berbicara tentang pasrah, itu menyangkut kehidupan lahir dan batin. Tidak cukup orang hanya berdoa, melayani, karena tanpa kepasrahan, akan muncul suatu keinginan dunia, yaitu pamrih.

 

Kata pamrih, bisa diartikan bahwa apa yang kita lakukan itu hanya karena ingin mendapatkan suatu keistimewaan yang datang dari dunia. Tetapi orang yang mempunyai kepasrahan, dia sanggup melakukan apa saja demi kebahagiaan orang lain.

Dalam kepasrahan seseorang diantar kepada kesetiaan. Setia berarti kita tidak mudah untuk meninggalkan kasih Allah itu sendiri, yang telah diberikan kepada kita.

 

Pasrah adalah sesuatu yang nyata, yaitu hidup secara rohani berkat baptisan yang telah kita terima.

Mungkin dapat dikatakan, bahwa banyak orang dan anak-anak Tuhan berdoa untuk mendukung semua kegiatan dalam hidup mereka, tetapi mereka tidak masuk dalam kepasrahan, maka doa itu menjadi tidak berarti, karena kepasrahan itu dengan sendirinya mengubah hidup kita menjadi baik. Inilah arti kepasrahan.  Tanpa pasrah, kita masih hidup dalam keraguan, dalam ketakutan dan kita mudah terombang-ambing apabila kita mendapatkan  segala permasalahan menyangkut hidup yang datang dari dunia ini.

 

Pasrah berarti kita menerima apa adanya, sekecil apapun dan sebesar apapun yang kita terima dalam hidup ini, dan kita mensyukurinya,  tidak menuntut banyak. Apapun yang diberikan Allah kepada kita, itulah yang terbaik.

 

Pasrah menjadikan seseorang sanggup menyelesaikan segala perkara dalam kehidupannya dan menjadikan seseorang itu sangat berarti dihadapan Allah. Itulah pengertian yang kita terima selama ini, kita bersatu dalam Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia.

 

Rasul Yohanes menerangkan itu semuanya. “Masuklah kamu dalam kepasrahan supaya kamu dapat bekerja dengan baik, dengan senang, dengan sukacita, dengan cinta, dengan kasihmu, engkau melayani saudara-saudaramu. “

 

Karena rasul Yohanes mengatakan, itulah kunci bagi kita semua yang sudah diselamatkan oleh Allah. Kuncinya adalah kepasrahan. Pasrah itu membawa kebahagiaan lahir dan batin. Kepasrahan itu membawa kita sampai kepada tujuan, dalam kebahagiaan bertemu dengan Allah Bapa kita di Surga. 

 

Itulah yang telah disampaikan Ibu Maria dan diperjelas oleh Rasul Yohanes tentang arti kepasrahan sebagai anak-anak Allah, dan ia (Rasul Yohanes) menjadi saksi hidup, supaya Allah dipermuliakan di dalam perjalanan hidup kita setiap hari, supaya banyak manusia diselamatkan melalui sikap dan tingkah-laku kita, sehingga menjadi sangat berarti bagi mereka, karena siapapun yang menerima dan menyatakan “Ya Tuhan, aku serahkan seluruh hidupku ke dalam tangan-MU”,  maka terang Roh Kudus ada di dalam hati kita masing-masing. Itulah, untuk menerangi dalam perjalanan kita dan menerangi bagi mereka yang belum percaya sepenuhnya tentang Allah yang sudah datang, dan sangat dekat dan ingin dekat kepada kita semuanya. Maka kita semua mengucapkan terima kasih pada Ibu Maria, dan secara khusus juga kepada Rasul Yohanes yang telah diutus Allah untuk membimbing kita, untuk memberi jalan bagi kita supaya kita utuh datang kepada Allah.

 

Rasul Yohanes memang diberikan pada kita supaya tergenapi janji-janji Tuhan karena rasul Yohanes adalah saksi hidup dan mati, yang saat ini sudah bahagia di Surga. Dalam kebahagiaan itulah rasul Yohanes datang membawa suka-cita kepada kita semua dalam kelompok ini, untuk menyatakan tentang kebenaran, tentang keselamatan yang sebenarnya, hanya satu dalam Yesus Tuhan Allah. Siapapun yang percaya, dia selamat! Maka rasul Yohanes-lah yang diutus untuk semua itu karena nubuat-nubuat rasul Yohanes tentang Ibu Maria sudah dinyatakan.

 

Maka kita semua yang bersatu dalam Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia, akan menerima tugas itu dari Ibu Maria bersama rasul Yohanes.

 

Inilah yang kita terima selama ini, karena rasul Yohanes memperjelas pesan pesan isi hati Tuhan Yesus dan Ibu Maria. Rasul Yohanes diutus untuk mempersiapkan kita semua tentang janji Tuhan melalui nubuat-nubuat Kitab Wahyu yang diterima oleh rasul Yohanes.

 

Marilah kita semua, masuklah dalam kepasrahan mulai hari ini, esok dan seterusnya.

 Pasrah indah sekali dan tidak takut menghadapi segala persoalan yang silih berganti yang kita hadapi bersama dalam kelompok ini. Dan kita yakini semua itu, yang benar tetaplah benar. Kebenaran itu datang dari Atas maka kebenaran itu akan dinyatakan seutuhnya kepada kita. Inilah arti kepasrahan.

 

Di saat-saat terakhir ini, janganlah kita tergoyahkan lagi, kita tetap tegar dan bersatu dalam doa dan mencintai, mengasihi dan melayani anak-anak Tuhan di Indonesia ini. Mari kita berjuang bersama-sama supaya Allah dimuliakan dimanapun anak-anakNYA berada. Amin.