PRAKATA

 

Ketika berbicara tentang upaya-upaya Komunikasi Sosial, para Bapa. Konsili Vatikan IIberkata: "Bunda Gereja menyadari, bahwa upaya-upaya itu, kalau digunakan secara tepat, dapat berjasa besar bagi umat manusia, sebab sangat membantu untuk menyegarkan hati, mengembangkan budi, dan untuk menyiarkan sertamengembangkan Kerajaan Allah" (Dekrit InterMirifica n. 2 a). Merujuk kepada kata-kata para Bapa Konsili Vatikan II itu, maka Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia berkehendak memakai upaya Komunikasi Sosial Internet untuk menyebar-luaskan pesan-pesan Tuhan Yesus dan Bunda Maria, agar dapat men-capai lingkup pembaca yang seluas mungkin. Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia memakai upaya ini karena waktunya sudah sangat mendesak, berhubung Hari Pemurnian sebentar lagi akan turun. Dengan membaca pesan-pesan itu diharapkan orang-orang akan dapat mempersiapkan dirinya sesuai dengan arahan yang diberikan dalam pesan-pesan itu.Kalau orang membuka hati terhadap isinya, maka seperti kata para Bapa. Konsili Vatikan IIdalam Dekrit Inter Mirifica tersebut pesan-pesan itu akan "sangat membantu untuk menyegarkan hati", "mengembangkan budi" dan “memantapkan Kerajaan Allah".

 

Bila orang membaca seluruh pesan-pesan itu maka mereka akan menemukan hal-hal berikut ini:

 

1.      Pentingnya pesan-pesan itu.

 

 Ini berkaitan dengan KTH (Kegelapan Tiga Hari) dan bencana-bencana yang mendahuluiHari Pemurnian yang sudah sangat dekat. Pesan-pesan Bunda Maria mengungkapkan tujuannya datang ke Indonesia, yaitu untuk mempersiapkan anak-anaknya di sini menghadapi Hari Pemurnian yang sudah sangat dekat itu. Maka pesan-pesan itu sangat penting bagi keselamatan kita. Dengan  dua contoh di bawah ini:

-          Aku datang ke sini untuk membawa anak-anakku kepada Allah. Karena akan terjadi tiga hari kegelapan di seluruh bumi; tidak ada matahari, bulan dan bintang; ini akan terjadi pada awal tahun. Ini semua merupakan tanda, agar manusia sadar untuk kembali kepada Allah" (3 April 1995).

-          Aku mengatakan benar, siapa yang menolak dan mengeraskan hatinya sampai hari itu tiba, dia akan menangis dan pedih dan menderita karena Allah akan mengalahkan dunia” (5 Maret 2002).

Membaca kutipan‑kutipan ini kita melihat jelas sekali usaha Bunda Maria untuk menyelamatkan anak‑anaknya. Bunda Maria menyampaikan pesan‑pesan harapan bahwa Allah ingin menyelamatkan kita dari krisis spiritual dan moral yang mengancam kita saat ini. Untuk mencapai tujuan ini kita harus mengatur kembali prioritas kita dan mulai menghayati ajaran Yesus dengan setia seperti diterangkan di dalam Injil dan diajarkan oleh GerejaNya. Melalui pesan‑pesannya yang rinci Bunda Maria mengulangi dan menerangkan kepada kita ajaran‑ajaran Putranya Yesus Kristus dengan cara yang penuh kasih dan meyakinkan sebagai Bunda kita dan sebagai upaya terakhir dari Surga untuk mengubah kita. Yesus Kristus yang telah mempercayakan kebenaran yang indah dan meyakinkan ini kepada GerejaNya bagi kita, kini menyegarkan iman kita melalui pesan‑pesan BundaNya dan Bunda kita, Maria.

 

2.      Kebenaran yang membebaskan

 

Pada saat ini banyak umat Kristiani yang hidupnya sudah jauh menyimpang dari kebenaran, yang diterimanya dari Yesus Kristus melalui Gereja. Mereka itu terpengaruh oleh semangat duniawi yang bertentangan dengan kehendak Allah. Bunda Maria melihat itu dari surga seperti dikatakannya lewat salah satu pesan: "Aku melihat, dari mereka semuanya sudah banyak meninggalkan kebenaran yang datang dari Allah, mereka sibuk kepada dunia. Hati keibuannya tidak tahan melihat semuanya itu. Maka ia, yang seperti dikatakan para Bapa Konsili Vatikan II, setelah diangkat ke surga tidak meninggalkan perannya yang membawa keselamatan, meminta kepada Allah untuk membantu anak‑anaknya di Indonesia dengan cara khusus, seperti yang sekarang de fakto sedang berjalan. Pesan‑pesan yang disampaikannya itu sejalan dengan ajaran Yesus Kristus, tetapi yang tidak dihayati lagi dengan benar oleh anak‑anaknya yang telah dijangkiti pengaruh dunia.

Pesan-pesan itu mengandung kebenaran yang akan membebaskan mereka yang menerimanya, seperti kata Yesus di dalam Injil: “Jikalau kamu tetap dalam firmanKU, kamu benar-benar adalah muridKU dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yoh 31-32).

 

3.      Pesan‑Pesan ini sesuai dengan ajaran Iman

 

Atas permintaan Tuhan Yesus sejak tahun 1999 Gembala Pendamping Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia telah mengirim pesan‑pesan itu kepada para Uskup Indonesia dan sejak tahun 2002 atas permintaan Bunda Maria, juga kepada sekitar 1000 Pastor paroki di seluruh Indonesia diuji dan dinilai, lalu diteruskan kepada umat gembalaannya. Alat ujinya adalah pedoman yang diberikan Rasul Paulus dalam suratnya kepada Umat di Tesalonika: "Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat‑nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik" (I Tes 5:19‑21).

Hingga kini belum, ada reaksi negatif terhadap isi pesan‑pesan itu. Ini berarti bahwa isi pesan‑pesan itu sesuai dengan ajaran iman kita. Maka umat tidak usah takut menerima dan melaksanakannya. Malahan dengan melaksanakan pesan‑pesan itu orang justru menghayati imannya dengan lebih baik lagi.

 

4.      Permintaan‑Permintaan

 

Membaca pesan‑pesan itu orang juga akan menemukan sejumlah permintaan Bunda Maria kepada anak‑anaknya untuk mereka laksanakan dalam hidupnya sehari‑hari, antara lain:

 

-          Menghormati, mengasihi, taat dan berdoa untuk para Imam.

Para Imam adalah anak‑anak terkasih Bunda Maria. Umat Kristiani harus bersikap baik terhadap mereka, apapun yang telah mereka ‑‑para imam itu‑‑lakukan terhadap dirinya.

-          Menghayati suatu hidup bakti/suci

Bunda Maria melihat ketidak beresan hidup rohani anak‑anaknya. Sering Bunda Maria juga menyesali imam‑imam yang tidak berbuat apa‑apa untuk memperbaiki hal itu. Dia mengeluh dan mengajak Umat berdoa untuk para Imam: "Yang penting kamu harus berdoa untuk para Imam. Seorang imam tidak boleh takut. Seorang Imam harus melindungi anak‑anak Tuhan, tidak boleh takut. Anak‑anakku yang aku kasihi, percayalah. Aku mengatakan benar, tidak terjadi apa‑apa di sini. Maka kuatkan hatimu, satukan hatimu dengan saudara‑saudaramu. dalam Kelompok ini. jangan ada persoalan di antara kamu. Aku tidak menginginkan. Ini akan kujadikan seperti aku berkumpul dengan para Rasul. Inilah yang kujadikan, seperti ini, Kelompokmu. Engkau harus mengerti, setelah Tuhanmu kembali ke surga, aku berkumpul dengan para Rasul, hidup dengan doa, menyelesaikan dengan doa, minta dengan doa, semua dengan doa. Ini kuajarkan dalam Kelompok ini. Semua yang kau lakukan di sini dan berkarya, layani anak‑anakku di manapun mereka berada... Ini aku mengatakan kepada kamu, jangan membuat orang lain marah karena kamu. Jadilah kamu anak‑anak yang sabar dan bijaksana. Ini aku minta dari padamu, kejujuranmu, ketulusan hatimu untuk melayani anak‑anakku, (30 Januari 1997).

-          Ambil bagian dalam penderitaan yang menebus dari Yesus dan Maria

Mengambil bagian dalam penderitaan Yesus dan Maria dapat kita tunjukkan dengan bersikap tidak membalas dendam terhadap orang-orang yang menyakiti kita. Seperti Yesus dan Maria memaafkan orang–orang yang telah menyebabkan penderitaannya, begitupun kita seharusnya.

Tetapi peristiwa yang demikian itu tidak kita alami setiap hari. Tetapi supaya kita sesering mungkin bisa ambil bagian pada penderitaan yang menebus dari Yesus dan Maria, Bunda Maria minta kita berpuasa. Katanya: "Berpuasalah setiap hari Jumat, karena itu­lah hari kesedihanku. Kamu banyak belum melakukannya, lakukanlah anakku". Dengan meng­ingat penderitaan Yesus dan Maria, kita ikut berpartisipasi peda penderitaan mereka.

-          Menyebarkan pesan‑pesan ke mana‑mana

Karena pesan‑pesan Bunda Maria dan Tuhan Yesus itu perlu segera disebarkan, agar sece­patnya dapat mencapai setiap anaknya, Bunda Maria minta supaya kita ikut menyebarkan­nya. Tetapi rupanya karena anak‑anaknya yang telah menerima pesan‑pesan itu merasa ta­kut terhadap para Imam yang menolaknya, mereka tidak berani menyebar‑luaskannya. Maka Bunda Maria berkata:

 

"Anak‑anakku yang aku kasihi, jangan khawatir dan takut, sampaikanlah kebenaran ini melalui sikap dan tingkah lakumu, itu saja perintahku. Kalau engkau menyampaikan kebe­naran ini, tetapi sikap dan tingkah lakumu masih seperti sebelum masuk Kelompok ini, engkau tidak akan diterima siapapun. Maka aku minta dari padamu robahlah dirimu dahulu, baru engkau bisa menyampaikan semua kehenaran ini. Jadilah saksiku, agar semua anakku bisa merasakan kebenaran ini dan diselamatkan".

 

5.      Nubuat‑Nubuat

 

Pesan‑pesan Bunda Maria juga berisikan nubuat‑nubuat tentang apa yang akan terjadi, baik di negara kita Indonesia maupun di dunia internasional. Semuanya itu dikatakan sebagai tanda‑tanda yang mendahului turunnya Hari Pemurnian. Ada dari Nubuat‑nubuat i­tu yang sudah terpenuhi. Di Indonesia ini misalnya nubuat dari tahun 1995 tentang kri­sis ekonomi yang akan melanda negara kita. Pada tahun 1995 negara kita masih makmur, maka nubuat itu ditertawakan. Ternyata pertengahan tahun 1997 nubuat itu terpenuhi. Indonesia mengalami krisis ekonomi yang hingga kini belum pulih kembali, sementara ne­gara‑negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Korea sudah dapat mengatasinya, de­ngan gemilang sementara di negara kita ini Bunda Maria mengatakan hal itu tidak akan selesai sampai hari pemurnian tiba. Di dunia internasional yang telah terpenuhi ialah perang di Timur Tengah, yang telah terjadi pada bulan Maret 2003 dan masih berlangsung hingga kini.

 

6.      Ekaristi

 

Salah satu hal yang sangat berkenan di hati Bunda Maria ialah kenyataan bahwa di Indo­nesia ini Ekaristi Suci masih terus diterima oleh anak‑anaknya, berbeda dengan di ba­nyak negara lain. Tubuh Kristus adalah makanan rohani bagi jiwa kita. Maka semakin se­ring kita menerima Tubuh Kristus dalam Ekaristi, akan semakin sehatlah hidup rohani ki­ta.

 

7.      Taat kepada Kuasa Mengajar Gereja

 

Sejak awal pemunculannya di Indonesia Bunda Maria ingin melibatkan pejabat-pejabat gereja. Sudah pada 10 April 1995 Bunda Maria meminta Ibu Agnes menghubungi Pastor Paroki Cimahi, waktu itu Pastor memenuhi permintaan Bunda Maria. Tetapi tidak lama kemudian dia dipindahkan ke tempat lain dan pengganti-penggantinya menolak hingga kini. Kelompok juga tidak boleh dibolehkan untuk memakai gedung gereja dan gedung paroki. Para anggota kelompok yang kecewa dihibur Bunda Maria dengan pesan bahwa sekali waktu nanti pintu gereja akan terbuka bagi kelompok.

 

Mengenai imam untuk mendampingi kelompok, karena tidak mendapatnya dari pimpinan gereja setempat, maka Bunda Maria memintanya langsung dari Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mengabulkan permintaan itu dengan mengirim seorang gembala dari jauh, dalam diri R. Isak Doera, Uskup Emeritus Sintang.

 

Meskipun sudah punya gembala sendiri Bunda Maria tetap menghormati pimpinan gereja  lokal, khususnya para Uskup, yang dinamakannya “ Imam yang Tertinggi”, dan selalu mau berhubungan dengan mereka. Hal itu ternyata dari fakta-fakta berikut ini.

 

-        Tahun 1998 Bunda Maria meminta kelompok mendirikan kapel di Tempat Doa Hati Ibu Bahagia di Danan, Giriwoyo, Wonogiri, dengan pesan kalau nanti selesai supaya diserahkan kepada “Imam Yang Tertinggi” di tempat itu,  yaitu Uskup Agung Semarang.

 

-        Bunda Maria selalu menitip salam kepada “Imammu Yang Tertinggi” di tempat ini. Ini telah diucapkannya di Merauke, Jayapura, Makassar, Kupang, Larantuka, Ende, Tanjungkarang, Batam dan Medan.

 

-        Mengenai pemakaian gedung gereja dan gedung paroki, kelompok taat kepada ketentuan pimpinan gereja setempat, yaitu tidak memakainya.

Para anggota kelompok juga taat dengan menerima pemecatan oleh pimpinan paroki dari keanggotaan mereka dalam Dewan   Stasi / Paroki, karena mereka anggota kelompok. Mereka menerima pemecatan itu tanpa perlawanan dan tetap menghormati, mencintai dan berdoa untuk pimpinan paroki.

 

Inilah beberapa hal yang dapat ditemukan dalam pesan-pesan yang disampaikan Bunda Maria melalui Kelompok Pelayanan Kasih Dari ibu Yang Bahagia.

Semoga pesan-pesan yang disebarluaskan lewat internet ini, yang “berkat perkenanan Allah, telah digali oleh kecerdasan manusia dari alam ciptaan” (Bdk.IM no.1) membuat nama Tuhan semakin dimuliakan.

 

Kiranya kesimpulan positif tersebut dapat menghapus kecurigaan itu dan mendorong para imam yang telah menerima pesan-pesan itu untuk lebih giat lagi membimbing umatnya. Hal ini sangat mendesak, karena sebentar lagi Hari Pemurnian akan tiba. Amin.